Sumbawa, infoaktualnews.com – Ketua DPRD Sumbawa, Nanang Nasiruddin, menyuarakan keprihatinan mendalam atas ancaman serius peredaran gelap narkotika yang kini menyasar dunia pendidikan di Kabupaten Sumbawa. Di tengah perhatian publik terhadap maraknya kasus bullying di sekolah, Nanang menegaskan bahwa bahaya narkoba jauh lebih mengerikan karena berpotensi menghancurkan masa depan generasi emas Sumbawa.
Nanang menilai persoalan bullying memang harus segera ditangani secara serius, namun ancaman narkoba di lingkungan pendidikan merupakan persoalan yang lebih mendesak dan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, penyalahgunaan narkoba bukan hanya merusak moral dan mental pelajar, tetapi juga menjadi ancaman nyata bagi keberlangsungan masa depan daerah.
Komisi IV DPRD Sumbawa, kata Nanang, telah menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama seluruh pihak terkait guna membahas kasus bullying yang terjadi di sekolah-sekolah. Langkah itu dilakukan agar ditemukan solusi terbaik serta formulasi konkret dari Dinas Pendidikan untuk memastikan kasus serupa tidak terulang kembali.
Namun di balik itu, Nanang menyoroti persoalan yang lebih besar, yakni hasil tes urine yang dilakukan BNNK Sumbawa pada akhir tahun 2025 di 17 sekolah tingkat SMP, SMA, SMK, hingga MAN di sejumlah wilayah Sumbawa. Dari hasil tersebut, beredar informasi bahwa sebanyak 69 pelajar terindikasi terpapar narkoba.
Jumlah tersebut terdiri dari 9 pelajar tingkat SMP, 34 pelajar SMA, 19 pelajar SMK, dan 7 pelajar Madrasah Aliyah. Data ini dinilai sangat memprihatinkan dan menjadi alarm keras bagi semua pihak bahwa lingkungan pendidikan tidak lagi steril dari ancaman peredaran narkotika. Dan tren setiap tahun meningkat para pelajar terpapar Narkoba, tahun 2024 sebanyak 31 pelajar, tahun 2025 sebanyak 46 pelajar sedangkan hasil tes akhir tahun 2025 hasilnya menunjukkan 69 pelajar kembali terpapar Narkoba dan kalangan Mahasiswa sebanyak 5 orang.
“Ini sangat memprihatinkan. Sejak dulu saya konsisten menyuarakan bahaya narkoba, apalagi jika sudah masuk ke lingkungan pendidikan. Ini ancaman serius bagi masa depan generasi kita,” tegas Nanang dengan nada geram.
Sebagai Ketua DPD PKS Sumbawa, Nanang menyerukan perang bersama melawan narkoba dengan melibatkan seluruh komponen, mulai dari orang tua, sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat penegak hukum, hingga BNNK Sumbawa. Ia menekankan bahwa pencegahan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata, melainkan harus menjadi gerakan kolektif seluruh masyarakat.
“Kami berharap semua pihak bergandengan tangan melawan peredaran narkoba ini. Jangan biarkan generasi penerus kita rusak oleh barang haram tersebut. Narkoba bukan hanya merusak fisik, tetapi juga mental dan masa depan anak-anak kita,” ujarnya.
Nanang juga menegaskan bahwa penyelamatan generasi muda harus menjadi prioritas utama. Menurutnya, Sumbawa membutuhkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter untuk mewujudkan masa depan daerah yang lebih baik, bukan generasi yang terjerumus dalam lingkaran narkotika.
“Kami perang terhadap narkoba harus dimulai dari sekarang, dari sekolah, dari rumah, dan dari seluruh lapisan masyarakat demi menyelamatkan masa depan Sumbawa,” pungkasnya. (IA)












