KCD Dikpora Sumbawa Gandeng BKKBN Perkuat Pencegahan Perkawinan Dini di Kalangan Pelajar

SUMBAWA, infoaktualnews.com – Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan menekan angka putus sekolah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Wilayah IV Sumbawa Junaidi, S.Pd.,M.Pd., menjalin kolaborasi dengan BKKBN Kabupaten Sumbawa melalui berbagai program edukasi bagi peserta didik, khususnya pada pelaksanaan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan program pembinaan siswa baru.

Lanjutnya, Jun akrab disapa, sejumlah materi penting yang akan diberikan kepada para siswa sebagai bagian dari penguatan karakter dan perlindungan generasi muda. Materi tersebut meliputi pencegahan perkawinan dini, bahaya penyalahgunaan narkoba, serta peningkatan peran dan tanggung jawab orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

Menurutnya, pencegahan perkawinan usia dini menjadi salah satu fokus utama karena masih menjadi tantangan yang dapat menghambat keberlangsungan pendidikan anak. Melalui kerja sama dengan BKKBN, diharapkan para pelajar memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai dampak negatif perkawinan dini terhadap masa depan, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan keluarga.

“Tujuan utama kami adalah memastikan seluruh anak-anak Sumbawa dapat mengenyam pendidikan dengan baik dan menyelesaikan sekolahnya. Jangan sampai mereka meninggalkan bangku pendidikan karena menikah pada usia yang masih terlalu muda,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan angka partisipasi sekolah dan menekan angka putus sekolah. Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah menyediakan layanan SMA Terbuka dan SMK Terbuka sebagai alternatif pendidikan bagi anak-anak yang mengalami kendala, termasuk mereka yang telah menikah di usia sekolah.

“Meski demikian, yang paling penting adalah upaya pencegahan. Karena itu, peran BKKBN sangat dibutuhkan untuk memberikan penguatan dan edukasi kepada para siswa agar mereka memahami risiko perkawinan dini dan mampu merencanakan masa depannya dengan lebih baik,” katanya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mengawasi dan membimbing anak-anak, baik saat berada di lingkungan sekolah maupun di rumah. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan dukungan penuh dari keluarga dan masyarakat.

Terkait masih adanya praktik perkawinan usia muda yang memperoleh dispensasi atau izin tertentu, ia menilai perlu adanya perhatian bersama dari seluruh pihak agar kepentingan pendidikan anak tetap menjadi prioritas utama. Edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan dinilai menjadi langkah efektif untuk mencegah meningkatnya angka perkawinan dini di kalangan remaja.

“Dengan sinergi antara sekolah, orang tua, pemerintah daerah, BKKBN, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat, kita berharap ke depan tidak ada lagi anak-anak Sumbawa yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan karena menikah di usia dini. Mereka adalah generasi penerus yang harus dipersiapkan menjadi sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan mampu bersaing di masa depan,” pungkasnya. (IA)

Mau punya Media Online sendiri?
Tapi gak tau cara buatnya?
Humm, tenang , ada Ar Media Kreatif , 
Jasa pembuatan website berita (media online)
Sejak tahun 2018, sudah ratusan Media Online 
yang dibuat tersebar diberbagai daerah seluruh Indonesia.
Info dan Konsultasi - Kontak 
@Website ini adalah klien Ar Media Kreatif disupport 
dan didukung penuh oleh Ar Media Kreatif

error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)