Bandung,infoaktualnews.com _ “Kami tetap berupaya all out dalam menjaga keamanan hutan, termasuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan memasuki musin kemarau tahun ini. Dengan berkolaborasi bersama stake holder lainnya, “.
Demikian dikatakan Administratur KPH Perhutani Bandung selatan Lily Kurnia Asih melalui Wakil Administratur Harry Soediana kepada wartawan di Bandung Senin, 16/07/2026).
Dijelaslan Harry berdasarkan informasi BMKG tahun ini diperkirakan masa kemarau berdurasi relatif panjang.
” Cuaca yang nota bete saat ini maju kemusin kemarau. Info dari BMKG kemarau mulai pertengahan Juni sampai Oktober. Ini cukup panjang, ” ujar Harry.
Guna mengantisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Perhutani Bandung Selatan mengerahkan semua potensi untuk pencegahan dan penanggulangan Karhutla.
Langkah efektif untuk pencegahan Karhutla Perhutani Bandung Selatan menggunakan pendekatan teknologi IT melalui aplikasi Sipongi.
” Aplikasi ini merupakan deteksi dini. Jadi kalau ada titik panas (hotspot) langsung terdeteksi melalui satelit berikut lokasinya secara presisi apakah berada dalam kawasan hutan atau diluar kawasan. Ini sangat membantu respon cepat penanggulangan Karhutla, ” jelasnya.
Setiap hari hasil monitoring dari aplikasi Sipongi dikawasan hutan Bandung Selatan langsung di laporkan ke jenjang Perhutani ditingkat Divisi Regional Jawa Barat-Banten hingga pusat.
” Ini dilakukan karena kami ingin allout, tidak main-main untuk menjaga keamanan hutan. Saat kemarau tentunya concern soal kebakaran baik skala kecil maupun besar. Jadi dari hasil monitoring Sipongi kami langsung update ke Divre Jabar-Banten selanjutnya ke pusat”, kata Harry.
Persiapan lain yang dilakukan Perhutani Bandung Selatan adalah mempersiapkan sumber manusia di internal dan upaya kolaboratif dengan stake holder lainnya.
Mulai dari tingkat KPH, BKPH, RPH hingga masyarakat desa hutan sudah disiagakan Perhutani KPH Bandung Selatan melalui intensitas komunikasi secara efektif.
Untuk pencegahan Karhutla Perhutani Bandung Selatan juga menggalang unsur lintas pihak seperti masyarakat, Pihak Kepolisian,BPBD Kabupaten Bandung, Militer, Pemadam Kebakaran, petugas kesehatan hingga komunitas pecinta alam.
Menurut Harry hal ini dilakukan mengingat kawasan hutan Perhutani Bandung Selatan yang memiliki luas 55.470,07 hektar.
” Kawasan hutan Bandung Selatan yang luas kita perlu man power yang banyak. Dan ini jadi bentuk kesadaran bahwa hutan harus dijaga secara bersama, ” jelasnya.
Luas kawasan hutan Perhutani Bandung Selatan mencapai 55 ribu hektar dan secara administratif meliputi Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat. Namun dengan ketinggian kawasan hutan rata- rata l700 sampai 2.000 mdpl kawasan hutan Bandung Selatan cenderung aman dari kebakaran hutan.
Kendati demikian terdapat beberapa titik-titik rawan kebakaran di kawasan hutan Bandung Selatan.
” Kondisi hutan Bandung Selatan dengan rata-rata ketinggiannya dan sebagian besar berstatus lindung potensi kebakaran hutan itu kecil. Tapi kami tetap siaga, dan instensif ada patroli terutama dibeberapa titik yang dinilai rawan seperti di Wilayah Gunung Halu, Cililin dsn Raja Mandala. ” bebernya.
Sementara itu dilapangan Perhutani Bandung Selatan telah menyiapkan berbagai sarana seperti sprayer portable, gebyokan pemati api sampai modifikasi penampungan air di mobil Polisi Hutan, hingga pemasangan plang himbauan terkait penggunaan api dititik – titik tertentu.
Hal krusial lain disebutkan Harry dengan memberi edukasi kepada masyarakat yang menggarap lahan dihutan lindung serta pendaki gunung atau pengunjung yang melaksanakan kegiatan camping.
” Kecenderungan penyebab kebakaran dipicu oleh human eror seperti pembersihan lahan garapan dengan cara dibakar dan puntung rokok yang dibuang sembarangan. Jadi himbauan terus dilakukan. Karena perlu diingat sedikit percikan api dimusim kemarau bisa menyebabkan kebakaran hutan. Makanya kami kerahkan petugas untuk memberikan edukasi, peringatan soal bahaya kebakaran kepada penggarap, pendaki gunung, yang camping serta orang-orang yang masuk ke kawasan hutan,” bebernya.
Disamping antisipasi kebakaran hutan, Perhutani Bandung Selatan telah melakukan kordinasi antar sektor untuk mencegah terjadinya kelangkaan air bersih untuk masyarakat.
” Kita sudah rapat kordinasi, intinya Perhutani Bandung Selatan siap memasok air bersih untuk masyarakat yang bersumber dari Gunung Puntang, ” pungkasnya. (***)












