Sumbawa, infoaktualnews.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dunia pendidikan di Kabupaten Sumbawa. Dua siswa terbaik SMKN 1 Sumbawa Besar berhasil mengharumkan nama Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) setelah lolos mewakili daerah pada ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Nasional Tahun 2026.
Kedua siswa tersebut adalah Bilqis Kurnia Ramadhani yang akan berlaga pada bidang Fashion Technology (Teknologi Busana) serta Yola Dwi Maaryanti yang akan berkompetisi pada bidang Front Office (Perhotelan). Keduanya sukses melewati persaingan ketat dengan ratusan peserta dari berbagai SMK, SMA, MA, dan MAK se-NTB sebelum akhirnya dinyatakan sebagai wakil resmi Provinsi NTB di tingkat nasional.

Kepala SMKN 1 Sumbawa Besar, Jayadi, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan rasa bangga atas capaian kedua siswanya tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja keras para siswa, dedikasi guru pembimbing, dukungan orang tua, serta komitmen sekolah dalam mencetak lulusan yang unggul dan kompetitif.
“Alhamdulillah, tahun ini dua siswa terbaik kami berhasil menjadi wakil NTB pada ajang LKS Nasional 2026. Ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan bagi sekolah maupun masyarakat Sumbawa,” ujarnya.

Jayadi menjelaskan, perjalanan menuju tingkat nasional tidaklah mudah. Para peserta harus melalui proses seleksi berjenjang yang dimulai dari tingkat kabupaten. Seluruh juara kabupaten kemudian kembali bersaing pada seleksi tingkat Provinsi NTB untuk memperebutkan tiket menuju kompetisi nasional.
“Dari seluruh peserta terbaik di kabupaten, mereka kembali diseleksi di tingkat provinsi dan harus bersaing dengan siswa-siswa terbaik dari seluruh NTB. Alhamdulillah, dua siswa kami berhasil menjadi yang terbaik sehingga dipercaya mewakili NTB di tingkat nasional,” jelasnya.

Dalam kompetisi tersebut, Bilqis Kurnia Ramadhani didampingi oleh guru pembimbing Nurul Aini, S.Pd., sedangkan Yola Dwi Maaryanti dibimbing oleh I Putu Aryana, S.Pd.. Selain mendapatkan pembinaan intensif dari guru sekolah, kedua peserta juga memperoleh pendampingan dari praktisi profesional sesuai bidang masing-masing.
Untuk cabang Fashion Technology, sekolah menghadirkan seorang desainer profesional sebagai pelatih tambahan guna memperkuat kemampuan teknis dan kreativitas peserta. Sementara pada bidang Front Office, pihak sekolah menggandeng praktisi perhotelan agar peserta memperoleh pengalaman dan standar pelayanan yang sesuai dengan dunia industri.

“Selama kurang lebih satu bulan terakhir, anak-anak menjalani latihan secara intensif. Kami juga mengundang pelatih dari luar sekolah, baik desainer untuk bidang busana maupun praktisi hotel untuk bidang front office. Harapannya mereka benar-benar siap menghadapi persaingan nasional,” ungkap Jayadi.
Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan LKS Nasional tahun ini akan berlangsung pada 20–21 Juli 2026 secara daring (online) dengan sistem pengawasan yang sangat ketat. Seluruh peserta akan mengikuti kompetisi dari sekolah masing-masing, namun dipantau langsung oleh panitia nasional melalui kamera pengawas.
Pada bidang Fashion Technology, seluruh peserta dari berbagai provinsi akan menggunakan bahan ujian yang sama. Kementerian telah mengirimkan kain dan bahan praktik dengan standar yang seragam sehingga seluruh peserta memperoleh kesempatan yang adil dalam berkompetisi.
“Semua bahan ujian dikirim langsung oleh kementerian. Jadi seluruh peserta di Indonesia menggunakan kain dan bahan yang sama. Hasil karya berupa busana yang telah selesai dibuat nantinya akan dikirim ke Jakarta untuk dilakukan penilaian oleh dewan juri nasional,” jelasnya.
Menurut Jayadi, setelah waktu lomba berakhir, hasil karya peserta akan tetap berada dalam pengawasan panitia. Seluruh proses dilakukan sesuai prosedur yang telah ditetapkan melalui technical meeting. Setelah itu, karya akan disegel dan diambil oleh pihak ekspedisi untuk dikirim ke Jakarta.
Sementara itu, pada bidang Front Office, peserta akan diuji kemampuan profesionalnya sebagai petugas resepsionis hotel. Berbagai simulasi pelayanan tamu akan menjadi bagian dari penilaian yang mengacu pada standar industri perhotelan nasional.
Jayadi menambahkan, selama kompetisi berlangsung tidak diperbolehkan ada guru, pelatih, maupun pihak lain berada di area yang terpantau kamera. Bahkan suara dari luar ruangan tidak boleh terdengar agar kompetisi berlangsung secara objektif, transparan, dan bebas dari intervensi.
“Yang terlihat di kamera hanya peserta beserta alat dan perlengkapan yang digunakan saat lomba. Tidak boleh ada guru atau orang lain yang masuk ke area pengawasan. Semua sudah diatur dalam technical meeting sehingga kompetisi benar-benar berjalan jujur dan profesional,” katanya.
Ia juga menaruh perhatian besar terhadap kesiapan sarana pendukung, khususnya kestabilan jaringan internet dan pasokan listrik. Menurutnya, kelancaran dua faktor tersebut sangat menentukan jalannya kompetisi daring sehingga sekolah telah melakukan berbagai persiapan teknis.
“Kami berharap selama lomba nanti tidak ada kendala jaringan internet maupun listrik sehingga proses pemantauan oleh dewan juri nasional dapat berjalan lancar,” ujarnya.
Lebih lanjut, Jayadi berharap kedua siswanya mampu memberikan penampilan terbaik dan membawa pulang prestasi membanggakan bagi NTB dan Kabupaten Sumbawa. Ia juga berharap keberhasilan Bilqis dan Yola dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa SMKN 1 Sumbawa Besar untuk terus berprestasi dan mengembangkan kompetensi sesuai bidang keahlian masing-masing.
“Semoga mereka mampu memberikan hasil terbaik, mengharumkan nama NTB dan Kabupaten Sumbawa di tingkat nasional. Kami juga berharap prestasi ini menjadi inspirasi bagi adik-adik kelas agar terus belajar, berlatih, dan berani bersaing hingga tingkat nasional bahkan internasional,” pungkasnya. (*)












