Medan INFOAKTUALNEWS.COM – Dosen Arsitektur Universitas Sumatera Utara (USU) melakukan sosialisasi tahap pertama dalam rangka pengabdian masyarakat tahun 2022 yaitu ‘Pemberdayaan Masyarakat dalam Implementasi Arsitektur Kota di Kawasan Maimun Medan’. Pengabdian masyarakat kali ini mengusung tema ‘Little Turkey’ yang rencana akan dibuat pada kawasan Istana Maimun, tepatnya di Jalan Mahkamah.
Rencana desain ini juga diharapkan dapat meningkatkan kerjasama ekonomi antar budaya di Sumatera Utara dan Turki. Adapun tim pelaksana pengabdian masyarakat ini, terdiri dari Prof. Ir. Nurlisa Ginting, M.Sc., Ph.D., IPM , Dr. Wahyuni Zahrah., ST., MS dan Dr. Ar. Achmad Delianur Nasution, ST., MT., IAI., AA., IAP selaku Dosen Departemen Arsitektur Universitas Sumatera Utara serta asisten dosen yaitu Nursalsabila Puren, S.Ars. Hadir juga pada sosialisasi tersebut yaitu Arwynta Nasution, ST (Sub Koordinator Infrastruktur dan kewilayahan III BAPPEDA Kota Medan) selaku mitra pengabdian, Sri Wardhany, SE selaku Sekretaris Lurah, dan Muhammad Ridwan, SE selaku Kepling 7.
Mahasiswa aktif Arsitektur USU juga turut ikut dalam sosialisasi ini yakni Muhammad Aria Sitorus, Ashria, Muhammad Habib Auliya, Firda Ristika, Cindy Claudia Siregar, dan Citra Dewi yang juga membantu pelaksanaan pengabdian masyarakat ditahun 2022. Peserta sosialisasi dihadiri 15 orang masyarakat yang tinggal di Jalan Mahkamah.
Prof. Nurlisa Ginting dalam sosialisasi, Kamis (7/7/2022), menyebutkan bahwa dengan adanya rencana desain ini maka dapat mewujudkan suasana Turki di kota Medan. Kemudian, Dr. Wahyuni Zahra juga menyebutkan bahwa dengan adanya rencana desain ini maka dapat memperbanyak pilihan wisata yang sudah ada yaitu salah satunya melalui pendekatan “Little Turkey”. Tak hanya itu, Dr. Ar. Achmad Delianur Nasution pun turut menjelaskan bahwa rencana desain ini dapat menambah pendapatan masyarakat dengan menerapkan brand image Turki.

Program ini pastinya dibuat dengan tujuan untuk mensejahterakan masyarakat dan diharapkan dapat membentuk mindset masyarakat sekitar tentang pentingnya pengembangan ruang kota yang memiliki potensi untuk memajukan perekonomian masyarakat sekitar. Tak kalah menarik, keamanan yang diterapkan pada rencana desain ini memiliki konsep eyes on the street. Dimana suasana yang ramai akan meningkatkan keamanan lingkungan.
Tim pelaksana menyebutkan tidak akan dilakukan penggusuran pada toko-toko yang sudah ada disepanjang jalan, namun toko-toko tersebut akan lebih ditata serta dibantu dalam hal desain tata ruangnya. Hasil kegiatan akan diserahkan kepada Pemko Medan untuk selanjutnya dikomunikasikan kepada PT. KAI. Arwynta selaku Sub Koordinator Infrastruktur dan Kewilayahan III berpendapat bahwa kegiatan ini memiliki banyak manfaat, “Kegiatan ini merupakan upaya peningkatan UMKM masyarakat serta Cagar Budaya seperti Istana Maimun, Masjid Raya dan Kolam Sri Deli juga kita harapkan bisa dijual.”
Kegiatan Pengabdian Masyarakat yang bertema “Pemberdayaan Masyarakat Dalam Implementasi Arsitektur Kota Di Kawasan Maimun Medan” menjadi salah satu langkah yang baik dalam menuangkan ide serta gagasan agar mewujudkan kota medan sebagai kota kolaborasi serta memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam memperindah wilayahnya, (IA-RF).












