Lombok Timur, NTB – infoaktualnews.com 18 September 2024 – Dalam sebuah momen penuh kebanggaan, Desa Suralaga menjadi saksi penyambutan meriah untuk putra terbaiknya, **M. Padil Anwar**, yang berhasil meraih medali perak di ajang **PON XXI Aceh-Sumut** dalam cabang olahraga pencak silat. Perhelatan akbar yang digelar di Kantor Desa Suralaga ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, mulai dari **Pj. Bupati Lombok Timur Drs. H. M. Juaini Taofik, M.Ap.**, hingga para pejabat, pemuka agama, dan masyarakat desa yang turut bersukacita.
Acara ini tak hanya menjadi ajang penghormatan bagi Padil, tetapi juga sebagai lambang kebangkitan olahraga pencak silat di Lombok Timur, khususnya Desa Suralaga. **Mahdan, S.Sos.**, Kepala Desa Suralaga, dengan penuh haru menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya. “Alhamdulillah, sejarah tercipta hari ini di Desa Suralaga. Kami sangat bangga memiliki atlet nasional seperti Padil Anwar yang telah mengharumkan nama desa di tingkat nasional,” ujar Mahdan. Ia juga berharap agar pencak silat semakin berkembang dan menjadi ikon olahraga di desa tersebut.
Dalam sambutannya, **Pj. Bupati Lombok Timur**, Drs. H. M. Juaini Taofik, menegaskan pentingnya dukungan penuh terhadap para atlet muda. “Prestasi yang diraih oleh saudara Padil adalah awal dari perjalanan panjang menuju medali emas di masa mendatang. Kita semua, baik pemerintah maupun masyarakat, harus terus mendukung talenta muda kita,” ucapnya dengan penuh optimisme. Ia bahkan mengungkapkan rencana untuk menyediakan fasilitas lebih baik bagi para atlet pencak silat di Suralaga, termasuk pembangunan **Gedung Serbaguna** yang bisa digunakan sebagai pusat pelatihan pencak silat.
Tak hanya itu, acara ini juga menjadi kesempatan untuk menyerahkan dana pembinaan kepada Padil, baik dari pemerintah desa maupun daerah. Dana ini diharapkan dapat membantu Padil dalam melanjutkan pelatihan intensifnya menuju PON 2028, di mana NTB akan menjadi tuan rumah.
**M. Padil Anwar**, sang pahlawan pencak silat, dengan rendah hati mengungkapkan terima kasihnya kepada seluruh masyarakat dan pemerintah yang telah mendukungnya. “Saya memohon maaf karena belum bisa membawa pulang medali emas, tetapi saya yakin dengan doa dan dukungan kalian, kita akan meraih emas di PON berikutnya,” katanya dengan penuh semangat.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh **Ust. Yasi Muhsin, S.Hi.**, memohon keberkahan bagi Padil dan seluruh atlet Lombok Timur agar terus berprestasi di ajang-ajang nasional dan internasional.
Tak diragukan lagi, momen ini akan selalu terukir dalam sejarah Desa Suralaga. Dengan dukungan dari pemerintah dan masyarakat, harapan akan munculnya “**Fadil-Fadil**” baru di masa depan kini semakin besar. Pencak silat bukan lagi sekadar olahraga bagi mereka, tetapi menjadi simbol kebanggaan dan kehormatan bagi seluruh warga Suralaga.
Semangat juara takkan padam, Suralaga siap mencetak bintang olahraga.
Red ; Ry












