Perkuat Program Sumbawa Hijau Lestari, Bupati Jarot ajak Sinergi Semua Pihak

SUMBAWA, infoaktualnews.com – Komitmen mewujudkan masa depan hijau bagi Kabupaten Sumbawa kini memasuki babak baru. Dalam sebuah pertemuan strategis yang berlangsung dinamis di Jakarta,  Jumat (13/2), Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa bersama sejumlah mitra nasional dan internasional menyatukan langkah untuk memperkuat Program Sumbawa Hijau Lestari — sebuah gerakan pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan ekologi, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot, Wakil Ketua DPRD Sumbawa Berlian Rayes, Kepala Bapperida Kabupaten Sumbawa Dedy Heriwibowo, serta Direktur Penanganan Konflik Tenurial dan Hutan Adat Julmansyah.

Turut hadir memberikan dukungan, Direktur Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) Tri Joko Heryanto, Direktur The Asia Foundation Franz Siahaan, akademisi Universitas Mataram Andi Khairil Ikhsan, Direktur KONSEPSI M. Taqiyuddin, serta tim dari Ford Foundation.

Kolaborasi Jadi Kunci

Dalam diskusi yang konstruktif, Julmansyah menegaskan bahwa langkah masif yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumbawa menjadi fondasi kuat. Namun, percepatan rehabilitasi hutan dan lahan, penguatan perhutanan sosial, serta penyelesaian konflik tenurial membutuhkan sinergi yang lebih luas.

“Sinergi program dan dukungan multipihak menjadi kunci untuk memastikan keberlanjutan rehabilitasi hutan dan penguatan tata kelola tenurial,” tegasnya.

Bupati Sumbawa menegaskan bahwa Sumbawa Hijau Lestari bukan sekadar agenda lingkungan, melainkan strategi besar pembangunan daerah. Rehabilitasi hutan, penguatan hutan adat, serta perhutanan sosial diposisikan sebagai instrumen menjaga daya dukung lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan hutan.

Dukungan Pendanaan dan Pilot Project

Direktur BPDLH menjelaskan berbagai funding windows yang dapat diakses untuk mendukung program ini, terutama di tengah keterbatasan fiskal daerah. Sementara itu, The Asia Foundation bersama KONSEPSI NTB dan Bapperida Sumbawa berkomitmen mendorong sejumlah pilot project guna memastikan implementasi nyata di lapangan.

Lanjutnya, Julmansyah katakan konsorsium Sumbawa Hijau Lestari akan membuka peluang pembiayaan non-APBN, termasuk dukungan dari berbagai lembaga filantropi yang siap bergabung.

Dukungan konkret juga datang dari Balai Perhutanan Sosial Denpasar sebagai UPT Kementerian Kehutanan yang akan berkontribusi melalui program Fasilitasi Agroforestry Pangan dan Energi (FAPE) Perhutanan Sosial seluas kurang lebih 500 hektare.

DPRD dan Pemerintah Bergerak Bersama

Wakil Ketua DPRD Sumbawa menyampaikan apresiasi atas inisiatif penggalangan dukungan multipihak tersebut. DPRD memastikan komitmen penuh dalam mendukung langkah-langkah strategis Bupati demi terwujudnya Sumbawa Hijau Lestari.

Kepala Bapperida menegaskan bahwa tindak lanjut pertemuan ini akan segera dikonsolidasikan dengan melibatkan pemerintah, legislatif, lembaga pendanaan, akademisi, organisasi masyarakat sipil, hingga komunitas lokal. Tujuannya jelas: membangun tata kelola lingkungan yang inklusif, terstruktur, dan berkelanjutan.

Sumbawa Hijau Lestari adalah investasi bagi generasi mendatang.

Kini saatnya publik mengetahui, mendukung, dan menjadi bagian dari gerakan bersama ini.

“Mari sebarkan semangat kolaborasi ini.
Mari jaga warisan ekologis Sumbawa.
Mari wujudkan Sumbawa yang unggul, maju, dan sejahtera,” ajaknya. (*)

Mau punya Media Online sendiri?
Tapi gak tau cara buatnya?
Humm, tenang , ada Ar Media Kreatif , 
Jasa pembuatan website berita (media online)
Sejak tahun 2018, sudah ratusan Media Online 
yang dibuat tersebar diberbagai daerah seluruh Indonesia.
Info dan Konsultasi - Kontak 
@Website ini adalah klien Ar Media Kreatif disupport 
dan didukung penuh oleh Ar Media Kreatif

error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)