SUMBAWA, infoaktualnews.com – Ditengah Maraknya peredaran gelap Narkoba di Kabupaten Sumbawa, ada 69 pelajar dinyatakan positif narkoba (Terpapar Narkoba) hasil tes disejumlah sekolah pada Desember 2025 lalu.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Cabang (Dikpora) Sumbawa Wilayah IV Junaidi S.Pd.,M.Pd., Kamis (27/2), Ia tegaskan di tengah suasana suci Bulan Ramadhan 1447 Hijriah, momentum pembinaan karakter generasi muda kembali menjadi perhatian serius dunia pendidikan di Sumbawa.
Lanjutnya, Ia juga menyerukan kepada seluruh sekolah di bawah naungan Dikbud agar menjadikan Ramadhan sebagai ruang pembentukan akhlak, penguatan iman, dan pembinaan moral peserta didik. harap Jun akrab disapa.
Seruan ini bukan tanpa alasan, terang Jun, Fakta yang mencuat bahwa puluhan pelajar terpapar narkoba menjadi alarm keras bagi semua pihak. Dunia pendidikan tidak boleh tinggal diam. Sekolah bukan sekadar tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi benteng terakhir dalam menjaga generasi dari ancaman degradasi moral dan penyalahgunaan narkotika.
Tentunya, selama Ramadhan, sekolah-sekolah diharapkan mengisi kegiatan siswa dengan aktivitas bernilai religius dan edukatif. Pesantren kilat, kajian keagamaan, tadarus Al-Qur’an, ceramah motivasi, hingga kegiatan sosial berbasis kepedulian harus diperkuat. Ramadhan harus menjadi titik balik pembentukan karakter, bukan sekadar rutinitas tahunan tanpa makna. tegas Jun.
Ia juga meminta kepala sekolah dan guru untuk lebih aktif melakukan pengawasan dan pendampingan. Kontrol yang dimaksud bukan dalam arti mengekang, melainkan membimbing, mengarahkan, dan membangun komunikasi yang hangat dengan siswa. Guru harus hadir sebagai teladan, motivator, sekaligus sahabat yang mampu menginspirasi anak-anak untuk memilih jalan hidup yang positif. beber Jun.
“Anak-anak kita adalah masa depan Sumbawa. Jangan biarkan mereka terjerumus. Pendidikan karakter harus berjalan seiring dengan pendidikan akademik,” cetusnya.
Momentum Ramadhan ini, ungkap Jun, diharapkan menjadi gerakan bersama bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga orang tua dan masyarakat. Kolaborasi yang kuat akan menjadi kunci dalam menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba dan pengaruh negatif lainnya.
“Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga bulan perubahan. Dari ruang-ruang kelas di Sumbawa, harapan itu tumbuh: melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak, dan bebas dari narkoba,” pungkasnya. (IA)












