Lombok Timur, NTB – InfoaktualNews.com Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soedjono Selong diduga tidak memiliki wewenang penuh dalam pengambilan kebijakan, karena dinilai dikendalikan oleh ajudannya yang berinisial KS. Dugaan ini membuat berbagai kebijakan operasional hingga pengalokasian anggaran di RSUD tersebut dicurigai terdampingi kepentingan politik.
Menurut beberapa sumber dalam RSUD, KS merupakan bagian dari tim sukses militan Bupati H. Iron selama pemilihan kepala daerah lalu. Sumber yang enggan mengungkap identitasnya menyatakan bahwa KS seringkali menjadi perantara utama dalam proses pengambilan keputusan dan terkadang memberikan arahan langsung kepada pejabat bawahannya tanpa melalui prosedur yang berlaku.
“Kebijakan baru belakangan ini kurang fokus pada kebutuhan kesehatan masyarakat, melainkan lebih condong pada kepentingan yang berkaitan dengan tim pendukung Bupati,” ujar salah satu sumber.
Sebagian kalangan menyebutkannya sebagai fenomena “lucu” yang ibaratnya bos dikendalikan oleh anak buah sendiri. Bahkan ada yang menyatakan bahwa kejadian seperti ini tampaknya hanya terjadi di daerah Lombok Timur.
“Sangat tidak lazim melihat seorang pimpinan utama justru diperintah oleh orang di bawahannya. Seolah-olah peran jadi terbalik, dan yang uniknya, fenomena seperti ini tampaknya hanya kita temui di sini di Lombok Timur,” ujar salah satu sumber dengan nada menyindir namun juga menunjukkan kekaguman terhadap kelangkaan kasus tersebut.
“Kita menduga ada keterkaitan yang kuat dengan kepentingan politik. Mau tidak mau, KS adalah sosok yang memiliki hubungan erat dengan tim kampanye Bupati Iron Edwin pada pilkada 2024, sehingga tidak menutup kemungkinan kebijakan di RSUD tersebut dipengaruhi oleh hal tersebut,” ujar perwakilan Muda Mandalika.
Laporan : RY












