Sumbawa, infoaktualnews.com – Kinerja awal tahun yang menjanjikan ditunjukkan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Sumbawa dalam upaya menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026. Hingga 22 April 2026, realisasi retribusi telah mencapai Rp 641.952.000 atau sekitar 28,10 persen dari total target Rp 2.284.362.000.
Kepala DPKH Sumbawa, Saifuddin, SP., menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi percepatan pemenuhan target PAD di sektor peternakan. Ia menilai, tren ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat serta optimalisasi layanan yang terus dibenahi oleh jajaran DPKH.
“Realisasi hingga April ini cukup menggembirakan. Kami optimistis target PAD tahun 2026 dapat tercapai, bahkan berpotensi melampaui jika tren ini terus terjaga,” ungkap Saifuddin, Senin (27/4).
Lebih lanjut dijelaskan, sumber PAD dari sektor peternakan berasal dari berbagai unit layanan dan pemanfaatan aset daerah. Di antaranya, Holding Ground menyumbang Rp 445.000.000 atau 26,32 persen dari target, menunjukkan peran strategisnya sebagai penopang utama pendapatan.
Sementara itu, Laboratorium Veteriner (Lab Vetiner) mencatat realisasi sebesar Rp 75.433.000 atau 28,82 persen. Capaian ini menunjukkan meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan hewan, termasuk pemeriksaan dan pengujian yang semakin diminati oleh masyarakat peternak.
Pada sektor pelayanan langsung, Puskeswan dan Klinik hewan juga menunjukkan kinerja positif dengan realisasi Rp 5.049.000 atau 32,84 persen. Angka ini mencerminkan meningkatnya kesadaran peternak terhadap pentingnya kesehatan dan kesejahteraan hewan ternak.
Menariknya, beberapa unit bahkan berhasil melampaui target. Seperti Suci Hama yang mencatat capaian fantastis sebesar Rp 11.075.000 atau 174,27 persen dari target. Hal ini menjadi indikator adanya lonjakan permintaan layanan tertentu yang perlu terus dioptimalkan.
Tak ketinggalan, layanan Straw Exotic juga berhasil mencapai target 100 persen dengan realisasi Rp 1.000.000, menunjukkan kontribusi stabil dari layanan inseminasi buatan dan pengembangan genetika ternak.
Saifuddin menegaskan, pihaknya akan terus melakukan inovasi dan peningkatan kualitas layanan guna menjaga momentum positif ini. Selain itu, pengawasan dan optimalisasi potensi retribusi akan diperkuat agar seluruh sumber PAD dapat tergarap maksimal.
“Kami tidak hanya fokus pada capaian angka, tetapi juga pada kualitas layanan kepada masyarakat peternak. Dengan pelayanan yang baik, kepercayaan publik meningkat, dan pada akhirnya berdampak pada PAD,” tegasnya.
DPKH Sumbawa juga berkomitmen untuk memperluas jangkauan layanan hingga ke pelosok desa, serta mendorong digitalisasi sistem retribusi guna meningkatkan transparansi dan efisiensi. imbuhnya.
Dengan capaian awal yang solid dan strategi yang terus diperkuat, DPKH Sumbawa kini berada di jalur optimistis untuk mencapai target PAD 2026, sekaligus memperkuat sektor peternakan sebagai salah satu pilar ekonomi daerah. ujarnya. (*)












