Rakor Evaluasi APBD 2026, Wabup Ansori Tekankan Validitas Data: “Jangan Ada Lagi Program Meleset dari Sasaran”

SUMBAWA, infoaktualnews.com — Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, menegaskan pentingnya validitas data sebagai fondasi utama keberhasilan pembangunan daerah saat memimpin langsung Rapat Koordinasi Evaluasi dan Percepatan Pelaksanaan Program/Kegiatan APBD Kabupaten Sumbawa Tahun Anggaran 2026, yang digelar di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, Senin (11/5).

Rakor strategis tersebut dihadiri jajaran lengkap Pemerintah Kabupaten Sumbawa, mulai dari para Asisten Setda, seluruh Kepala Perangkat Daerah, hingga Kepala Bagian Pembangunan. Forum ini menjadi momentum penting untuk mengukur sejauh mana efektivitas pelaksanaan APBD sekaligus mengevaluasi ketepatan sasaran program pembangunan di berbagai sektor.

Berdasarkan pemaparan evaluasi per 11 Mei 2026, total pagu belanja daerah Kabupaten Sumbawa tercatat mencapai sekitar Rp1,95 triliun, dengan realisasi sebesar Rp456,14 miliar atau 23,38 persen. Sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru terealisasi Rp60,6 miliar dari target Rp251,48 miliar, atau sekitar 24,09 persen.

Di tengah capaian tersebut, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menunjukkan performa serapan yang cukup progresif. Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata tercatat sebagai OPD dengan realisasi tertinggi, yakni 46,24 persen atau Rp7,88 miliar dari pagu Rp17,04 miliar. Posisi berikutnya ditempati BKPSDM dengan 45,48 persen, disusul Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan sebesar 39,17 persen.
Pada level kecamatan, Kecamatan Labuhan Badas memimpin dengan realisasi 35,60 persen, diikuti Lenangguar 34,60 persen, dan Lunyuk 32,83 persen.

Namun bagi Wabup Ansori, capaian angka semata belum cukup. Ia menekankan bahwa evaluasi APBD harus menyentuh aspek yang lebih substansial, yakni kualitas perencanaan berbasis data yang akurat dan sesuai realitas lapangan.

“Keberhasilan pembangunan bukan hanya soal besarnya serapan anggaran, tetapi sejauh mana program itu benar-benar tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Wabup juga menyoroti masih adanya sejumlah temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), khususnya terkait penggunaan anggaran serta pengelolaan pendapatan daerah yang dinilai belum sepenuhnya bertumpu pada potensi riil.

Salah satu perhatian seriusnya adalah persoalan data bantuan sosial. Menurut Ansori, ketidaktepatan data berpotensi membuat bantuan meleset dari kelompok yang benar-benar membutuhkan.

“Kami tidak ingin lagi mendengar ada bantuan yang tidak tepat sasaran. Pastikan penerima benar-benar berasal dari Desil 1, 2, dan 3, sesuai kategori masyarakat yang paling membutuhkan,” tandasnya.

Selain bansos, pembaruan data kepesertaan BPJS juga menjadi perhatian utama guna memastikan layanan kesehatan masyarakat berjalan lebih efektif, adaptif, dan sesuai kondisi faktual.

Di sektor pendapatan, Wabup menyoroti pentingnya optimalisasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Ia menilai masih banyak potensi pajak yang belum tergarap akibat lemahnya pembaruan data objek pajak.

Menurutnya, perubahan fungsi lahan yang tidak terdata dengan baik menjadi salah satu sumber kebocoran potensi PAD. Banyak lahan yang sebelumnya kosong kini berkembang menjadi rumah kos atau bangunan usaha, namun nilai pajaknya belum disesuaikan.

“Banyak potensi PBB-P2 hilang karena data tidak di-update. Dulu tanah kosong, sekarang sudah jadi kos-kosan atau tempat usaha. Tentu nilai pajaknya berubah. Ini harus menjadi perhatian serius,” ujarnya.

Melalui rakor ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa di bawah kepemimpinan Jarot-Ansori menegaskan komitmennya untuk membangun tata kelola pemerintahan yang lebih presisi, akuntabel, dan berbasis data valid.

Wabup berharap seluruh perangkat daerah mampu memperkuat sinergi, meningkatkan akurasi data sektoral, serta menjadikan evaluasi sebagai instrumen pembenahan berkelanjutan agar APBD 2026 benar-benar menjadi alat pembangunan yang efektif, efisien, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Sumbawa. (*)

Mau punya Media Online sendiri?
Tapi gak tau cara buatnya?
Humm, tenang , ada Ar Media Kreatif , 
Jasa pembuatan website berita (media online)
Sejak tahun 2018, sudah ratusan Media Online 
yang dibuat tersebar diberbagai daerah seluruh Indonesia.
Info dan Konsultasi - Kontak 
@Website ini adalah klien Ar Media Kreatif disupport 
dan didukung penuh oleh Ar Media Kreatif

error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)