Batubara INFOAKTUALNEWS.COM – Gerakan Mahasiswa Pemuda Indonesia menggelar unjuk rasa di Kantor Bupati Kabupaten Batu Bara sebagai bentuk protes terhadap berbagai persoalan yang diduga dilakukan oleh PT. SAS, Rabu (13/05/2026).
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan terkait dugaan persoalan lingkungan, transparansi perizinan, serta meminta pemerintah daerah untuk tidak tutup mata terhadap keresahan masyarakat yang selama ini terjadi.
Namun sangat disayangkan, hingga aksi berlangsung, Bupati Kabupaten Batu Bara dinilai tidak memiliki keberanian untuk menjumpai langsung massa aksi dan memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat. Sikap tersebut dianggap sebagai bentuk ketidakseriusan pemerintah daerah dalam menyikapi persoalan yang sedang terjadi.
Koordinator aksi Jailani menyampaikan bahwa kehadiran kepala daerah sangat penting sebagai bentuk tanggung jawab moral dan politik kepada masyarakat.
“Kami datang membawa aspirasi rakyat, bukan membuat kerusuhan. Tapi sangat disayangkan Bupati tidak berani menemui massa aksi untuk mendengar langsung keluhan mahasiswa dan masyarakat terkait PT. SAS,” ujar salah satu orator dalam aksi.
Jailani juga menganggap bahwa Hari ini Pemerintah Kabupaten Batu Bara seakan kehilangan keberanian dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya terhadap kepentingan rakyat. Kebijakan yang diambil terkesan lebih berpihak kepada kepentingan para pemilik modal dan oligarki dibandingkan suara masyarakat kecil yang terus menuntut keadilan.
Ketakutan pemerintah terhadap kekuatan oligarki telah melahirkan banyak persoalan di tengah masyarakat, mulai dari lemahnya pengawasan lingkungan, pembiaran terhadap dugaan pelanggaran hukum, hingga minimnya keberpihakan terhadap rakyat yang terdampak langsung oleh kebijakan dan aktivitas perusahaan.
Dalam aksi tersebut, GEMAPI turut menyampaikan beberapa tuntutan, di antaranya:
1. Mendesak BUPATI Batu-Bara untuk segera meninjau secara langsung operasional PT. SAS
2. Mendesak BUPATI Batu-Bara untuk segera menutup segala operasional PT SAS karena tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3. Mendesak BUPATI Batu-Bara untuk segera mengevaluasi kinerja Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Batu-bara yang dinilai lalai dalam menjalankan tugas dan fungsi nya.
4. Mendesak BUPATI Batu-Bara untuk segera copot Tavi Juanda dari jabatannya sebagai kepala dinas Lingkungan Hidup yang diduga adanya main mata antara pihak perusahaan dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan massa aksi menegaskan akan terus melakukan gerakan lanjutan sampai ke Polda dan Kantor Gubernur Sumut jika pemerintah kabupaten Batu-bara tidak merespon secara serius,(IA/RF).












