Kunjungi Sumbawa, Mendikdasmen Tegaskan Komitmen Prabowo Bangun Pendidikan Berkualitas hingga Pelosok Negeri

Sumbawa, infoaktualnews.com – Kunjungan kerja Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., ke Kabupaten Sumbawa menjadi momentum penting bagi penguatan sektor pendidikan di daerah. Dalam pertemuannya bersama para kepala sekolah, Kamis (16/7/2026), Menteri Abdul Mu’ti menegaskan komitmen pemerintah untuk menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas, merata, dan dapat diakses oleh seluruh anak bangsa.

Di hadapan para kepala sekolah, Abdul Mu’ti mengaku memiliki kesan tersendiri karena baru pertama kali dapat bertatap muka secara langsung dengan para kepala sekolah di Kabupaten Sumbawa. Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi ruang yang sangat penting untuk mendengarkan berbagai aspirasi sekaligus menyamakan visi dalam mewujudkan pendidikan Indonesia yang lebih maju.

Ia menegaskan bahwa semangat “Pendidikan Bermutu untuk Semua” merupakan komitmen utama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam menjalankan amanah konstitusi. Hal tersebut sejalan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang mengamanatkan bahwa setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas.

Selain itu, Abdul Mu’ti juga mengutip ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 23 yang menegaskan hak setiap warga negara untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu tanpa diskriminasi. Menurutnya, pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, berkarakter, serta mampu bersaing di tingkat global.

“Pendidikan yang bermutu adalah hak seluruh warga negara. Karena itu, pemerintah terus berupaya menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas hingga ke seluruh pelosok Indonesia,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa arah pembangunan pendidikan nasional juga selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada agenda pembangunan sumber daya manusia unggul sebagai pondasi menuju Indonesia yang maju.

Abdul Mu’ti mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, kepala sekolah, guru, hingga masyarakat untuk bersama-sama mengawal amanah konstitusi tersebut.

“Mari kita bergotong royong mewujudkan amanah konstitusi dan cita-cita Bapak Presiden Prabowo Subianto dalam membangun generasi Indonesia yang unggul, cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Mendikdasmen memaparkan empat landasan utama pembangunan pendidikan nasional. Salah satunya adalah penguatan infrastruktur pendidikan, yang menurutnya tidak dapat dipisahkan dari upaya meningkatkan mutu layanan pembelajaran.

Ia menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap perbaikan sarana dan prasarana pendidikan melalui program revitalisasi sekolah secara nasional.

Pemerintah, kata Abdul Mu’ti, menargetkan revitalisasi sekitar 16 ribu satuan pendidikan pada tahun 2025 dan meningkat menjadi sekitar 71 ribu satuan pendidikan pada tahun 2026 yang mencakup jenjang PAUD/TK, SD, SMP hingga SMA di seluruh Indonesia. Kabupaten Sumbawa menjadi salah satu daerah yang memperoleh manfaat dari program strategis nasional tersebut.

Tidak hanya memperbaiki bangunan sekolah, pemerintah juga berencana memperluas cakupan revitalisasi dengan menambahkan sejumlah fasilitas penunjang yang selama ini menjadi kebutuhan dasar sekolah, seperti pembangunan pagar sekolah, saluran drainase, sumur atau penyediaan air bersih, hingga tempat ibadah.

“Ke depan, menu revitalisasi akan semakin lengkap sehingga sekolah memiliki lingkungan belajar yang aman, sehat, nyaman, dan mendukung proses pendidikan,” jelasnya.

Selain pembangunan fisik, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pemerintah juga terus mendorong program digitalisasi pendidikan sebagai bagian dari transformasi sistem pembelajaran di era teknologi.

Ia memastikan bahwa anggaran pendidikan tetap menjadi prioritas nasional dan tidak mengalami pengurangan. Bahkan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah mengajukan tambahan anggaran kepada DPR RI guna memperkuat berbagai program strategis yang tengah dijalankan.

Menurutnya, transformasi pendidikan tidak cukup hanya melalui pembangunan gedung sekolah, tetapi juga harus dibarengi dengan peningkatan kualitas tenaga pendidik.

Karena itu, pemerintah terus memperkuat program peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, agar para pendidik memiliki kemampuan yang sesuai dengan perkembangan zaman sekaligus semakin sejahtera dalam menjalankan tugasnya.

Di bidang pembelajaran, Kemendikdasmen juga akan terus mengembangkan konsep pembelajaran mendalam (deep learning) yang menekankan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan pemecahan masalah.

Selain itu, pemerintah mulai memperluas pembelajaran coding, kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), penguatan sains, serta pelatihan Bahasa Inggris bagi guru SD sebagai bagian dari upaya mempersiapkan generasi muda Indonesia menghadapi era digital dan persaingan global.

Melalui berbagai program tersebut, Abdul Mu’ti optimistis kualitas pendidikan Indonesia akan semakin meningkat. Ia berharap seluruh kepala sekolah dan guru di Kabupaten Sumbawa dapat menjadi motor penggerak perubahan dalam menciptakan lingkungan belajar yang inovatif, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.

“Kemajuan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh semangat dan dedikasi para kepala sekolah serta guru yang setiap hari mendidik anak-anak bangsa. Dengan kolaborasi yang kuat, kita optimistis dapat melahirkan generasi Indonesia yang unggul, berkarakter, dan mampu membawa bangsa ini menuju masa depan yang lebih baik,” pungkasnya. (IA)

Mau punya Media Online sendiri?
Tapi gak tau cara buatnya?
Humm, tenang , ada Ar Media Kreatif , 
Jasa pembuatan website berita (media online)
Sejak tahun 2018, sudah ratusan Media Online 
yang dibuat tersebar diberbagai daerah seluruh Indonesia.
Info dan Konsultasi - Kontak 
@Website ini adalah klien Ar Media Kreatif disupport 
dan didukung penuh oleh Ar Media Kreatif

error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)