Sumbawa, infoaktualnews.com – Kabupaten Sumbawa kembali mencuri perhatian Pemerintah Pusat. Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, menerima kunjungan kerja sejumlah Wakil Menteri Republik Indonesia dalam agenda strategis untuk melihat secara langsung potensi investasi, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga arah pembangunan Kawasan Strategis SAMOTA (Saleh–Moyo–Tambora), Jumat (24/7).
Kunjungan tersebut menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk memperkenalkan kekayaan sumber daya alam, budaya, serta peluang investasi yang diyakini mampu menjadikan SAMOTA sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.
Rombongan Pemerintah Pusat terdiri atas Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Wakil Menteri Pariwisata, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).
Dalam penyambutan tersebut, Wakil Bupati didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, para Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekretaris Daerah, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta para Kepala Bagian di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa.
Rangkaian kunjungan diawali di Istana Dalam Loka, ikon budaya dan kebanggaan masyarakat Sumbawa. Di lokasi ini, para Wakil Menteri diperkenalkan dengan sejarah Kesultanan Sumbawa, kemegahan arsitektur tradisional berbahan kayu, serta nilai-nilai budaya yang hingga kini tetap hidup dan menjadi identitas masyarakat Tau Samawa.
Usai menikmati kekayaan budaya, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kawasan Strategis SAMOTA, kawasan yang selama ini diproyeksikan sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi berkelanjutan di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Dalam pemaparannya, Pemerintah Kabupaten Sumbawa menegaskan bahwa pengembangan SAMOTA telah memiliki landasan hukum yang kuat melalui Peraturan Daerah Provinsi NTB Nomor 5 Tahun 2024 tentang Kawasan Strategis SAMOTA.
Pemerintah daerah kemudian memaparkan enam arah utama pembangunan kawasan, yakni pengembangan sektor pariwisata, industri dan perikanan sebagai penggerak ekonomi; penguatan pusat pelayanan ekonomi yang terintegrasi dengan jaringan infrastruktur wilayah; pelestarian kawasan lindung dan cagar biosfer; pengembangan kawasan budidaya yang ramah lingkungan; pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan partisipasi pembangunan; serta penguatan mitigasi bencana agar kawasan menjadi lebih tangguh dan berkelanjutan.
Seluruh strategi tersebut ditopang oleh lima pilar utama pembangunan, yaitu Pertumbuhan Ekonomi Inklusif, Pelestarian Lingkungan, Pelestarian Budaya, Kesejahteraan Masyarakat, dan Kawasan Tangguh Bencana, dengan semangat “SAMOTA Maju, Lestari, dan Sejahtera.”
Di hadapan para Wakil Menteri, Pemerintah Kabupaten Sumbawa juga mengungkap tujuh keunggulan utama SAMOTA yang menjadikannya memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional.
Keunggulan tersebut meliputi Pulau Moyo, destinasi wisata eksklusif dengan keindahan Air Terjun Mata Jitu, hutan tropis, dan wisata bahari kelas dunia; Pulau Satonda dengan danau air asin vulkanik yang langka; Teluk Saleh yang dikenal sebagai “Akuarium Raksasa Dunia” karena kekayaan biodiversitas lautnya; Gunung Tambora yang memiliki sejarah letusan mendunia sekaligus berpotensi menjadi geopark internasional; Habitat Hiu Paus yang menjadi salah satu lokasi terbaik di Indonesia; gugusan pulau-pulau eksotis seperti Pulau Dangar, Pulau Liang, dan Pulau Nisa; hingga posisi strategis SAMOTA sebagai bagian dari jalur Sail Indonesia melalui Yacht Rally Internasional yang membuka peluang besar bagi pengembangan wisata kapal pesiar.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa menegaskan bahwa seluruh potensi tersebut berpadu menjadi empat keunggulan besar SAMOTA, yakni keunggulan geografi dan geologi, kekayaan biodiversitas dan konservasi, pengembangan ekonomi biru berkelanjutan, serta pariwisata premium bertaraf internasional yang mengusung visi “Sumbawa Unggul, Maju dan Sejahtera.”
Tak hanya memaparkan potensi alam, pemerintah daerah juga menyampaikan hasil validasi pasar yang menunjukkan bahwa permintaan terhadap destinasi SAMOTA terus meningkat dan bahkan telah melampaui kapasitas layanan yang tersedia.
Pertumbuhan ekowisata, meningkatnya aktivitas sektor pariwisata, berkembangnya komunitas experiential tourism, hingga semakin luasnya pengakuan internasional menjadi bukti bahwa kawasan ini memiliki prospek investasi yang sangat menjanjikan.
Dalam kesempatan tersebut dipaparkan pula capaian investasi kawasan selama periode 2020–2026. Pemerintah Kabupaten Sumbawa menjelaskan bahwa pembangunan SAMOTA dilaksanakan berdasarkan empat prinsip utama, yaitu berkelanjutan, berdampak ekonomi, kolaboratif, serta berdaya saing global.
Selama tujuh tahun terakhir, investasi telah menjangkau 10 kecamatan di Kabupaten Sumbawa. Sektor pertanian dan perkebunan menjadi penyumbang terbesar dengan nilai sekitar Rp434 miliar atau 44,71 persen dari total investasi kawasan.
Sementara itu, sektor perikanan berkontribusi 15,68 persen, sektor pariwisata 12,75 persen, industri 9,88 persen, dan sektor lainnya sekitar 17 persen. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan SAMOTA bertumpu pada berbagai sektor produktif yang saling mendukung sehingga mampu menciptakan fondasi ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa memfokuskan arah investasi pada sepuluh sektor prioritas, yakni perikanan, budidaya laut, pertanian dan perkebunan, industri, agrowisata, ekowisata, maritim dan pelabuhan, pariwisata premium, energi dan bioindustri, serta perdagangan dan jasa pendukung.
Melalui strategi tersebut, pemerintah optimistis investasi di SAMOTA tidak hanya mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah, tetapi juga membuka lapangan kerja baru, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjaga kelestarian lingkungan melalui konsep pembangunan berkelanjutan.
Di akhir pemaparan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa menegaskan bahwa kondisi tersebut membuka peluang investasi yang sangat besar dengan tingkat risiko pasar yang relatif rendah. Hal itu diyakini akan memperkuat posisi SAMOTA sebagai kawasan ekonomi baru berbasis ekonomi biru yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Kunjungan kerja sejumlah Wakil Menteri Republik Indonesia ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi NTB, dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam mempercepat pembangunan Kawasan Strategis SAMOTA sebagai destinasi unggulan nasional, pusat investasi berdaya saing internasional, sekaligus lokomotif baru pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumbawa. (*)












