News  

Gagas Visi Pengelolaan Hutan Kedepan Perhutani Bandung Selatan Gelar Konsultasi Publik Dokumen Re-Identifikasi Nilai Konservasi Tinggi

Bandung, infoaktuanews_ Upaya gerobosan guna meningkatkan nilai konservasi tinggi dikawasan hutan terus dilakukan Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Selatan.

Secara terbuka Perhutani Bandung Selatan membuka ruang gagasan dan masukan melalui acara konsultasi public dokumen High Conservation Value (HCV) atau Nilai Konservasi Tinggi dengan berbagai stake holder di aula Perhutani KPH Bandung Selatan Jl Cirebon, No 4 Bandung, Kamis (06/08/2026).

Disebutkan Administratur Perhutani KPH Bandung Selatan Lily Kurnia Asih sebagai sumber daya yang harus dijaga bersama pengelolaan hutan membutuhkan ide, masukan dari berbagai pihak untuk menentukan model pengeloaan hutan yang adaftif.

” Kami berharap dengan adanya kegiatan ini, mengundang stake holder, bisa lebih tahu diluar gangguan itu seperti apa , real nya seperti apa, kemudian masukan mengenai pengeolaan seperti apa. Supaya tindakan kami menyusun recana pengelolaan hutan lebih membumi, lebih tepat sasaran karena pengelolaan hutan juga prinsipnya harus bersama sama, ” ujar Lily dilokasi acara.

Disebutkan Lily, penyusunan dokumen HCV nantinya dikerjakan tim teknis Perhutani KPH Bandung Selatan, melibatkan masyarakat desa hutan.

Pengusunan dokumen HVC akan berbasis pada pengumpulan data, inventarisasi lapangan, analisis spesial, serta identifikasi potensi nilai konservasi tinggi di kawasan hutan.

“Dokumen bernilai strategis karena ini akan menjadi pedoman dalam penyusunan rencana pengelolaan hutan yang tetap menjaga keseimbangan antara fungsi ekologis, produksi, dan pemberdayaan masyarakat. Dokumen HCV menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan hutan lestari sesuai standar yang diakui secara internasional, “ tutur Lyli.

Turut hadir dalam acara tersebut Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan pihak-pihak yang memiliki relevasi dengan kawasan hutan dan kesejarahan yang berkaitan dengan situs serta cagar budaya.

Hal tersebut disamping terdapat kekayaan hayati, seperti masih adanya macan tutul, didalam kawasan hutan terdapat berbagai situs dan cagar budaya yang bernilai sejarah tinggi yaitu stasion Radio Malabar di Gunung Puntang yang ditengarai merupakan Radio pertama di Indonesia yeng menghubungkan dua benua.

Berdasarkan data Perhutani KPH Bandung Selatan kawasan hutan yang termasuk dalam kategori HCVF mencapai 42.399,69 ha.

Sementara itu menurut Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Gentarez Wara Nainggolan, pihaknya mengapresiasi langkah Perhutani KPH Bandung Selatan dan mendukung dalam menyusun dokumen HCV di wilayah kerjanya.

“Penyusunan dokumen HCV adalah langkah strategis dalam menjaga keseimbangan antara pemanfaatan kawasan hutan dan upaya pelestarian lingkungan. Ini krusial mengingat kawasan hutan Bandung Selatan memikii keragaman sumber daya alam hayati, situs bahkan cagar budaya dengan nilai sejarah yang istimewa, ” ungkapnya.

Terkait HCV Lily juga menyinggung pihaknya telah melakukan penggunaan teknologi dalam pengelolaan hutan.

” Seiring perkembangan teknologi. Kita harus update penggunaannya, termasuk re identifikasi ini. Dengan teknologi bisa cepat memetakan kondisi – kondisi aktual, misal soal baik atau buruknya tutupan lahan semua bisa melihat. Antisipasi kebakaran hutan juga bisa dideteksi dini dengan teknologi, ” bebernya

Intinya penggunaan teknologi membantu mempermudah kinerja personel Perhutani Bandung Selatan terutama dalam menjaga hutan yang bernilai konservasi tinggi.

Dijelaskan Lily, HCV harus dilihat sebagai visi pengelolaan hutan kedepan yang lebih profesional, kolaboratif dalam menjaga hutan namun memiliki daya manfaat yang meningkat.

“Melalui penyusunan dokumen High Conservation Value (HCV), Perhutani KPH Bandung Selatan berkomitmen mewujudkan pengelolaan hutan yang jauh kedepan karena lebih adaptif, profesional, dan berkelanjutan, sehingga mampu menjaga kelestarian lingkungan, melindungi nilai-nilai konservasi, serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat sekitar hutan dan satu yang penting legacy bagi generasi mendatang, ” pungkas Lily.(***)

error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)