SPAM Semongkat Dikebut, Direktur PDAM: Kualitas, Kuantitas dan Kontinuitas Jadi Target

Sumbawa, infoaktualnews.com – Harapan masyarakat Kabupaten Sumbawa untuk mendapatkan pelayanan air bersih yang lebih berkualitas dan merata mulai mendapat angin segar. Pekerjaan optimalisasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semongkat tahun 2026 kini tengah dikebut pelaksanaannya oleh kontraktor PT Duta Abadi, dengan dukungan anggaran mencapai Rp19 miliar lebih.

Proyek tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam upaya meningkatkan kinerja sistem penyediaan air minum, khususnya dari sisi kualitas, kuantitas, hingga kontinuitas pelayanan kepada pelanggan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Batulanteh Kabupaten Sumbawa.

Direktur Perumdam Batulanteh, H. Abdul Hakim, SE, mengatakan optimalisasi SPAM Semongkat tidak hanya berorientasi pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga diarahkan untuk memberikan dampak nyata terhadap kualitas pelayanan air bersih yang diterima masyarakat. Senin (11/8).

Menurutnya, salah satu pekerjaan utama dalam proyek tersebut adalah rehabilitasi bak pengolahan air beserta sejumlah bangunan pendukung lainnya. Perbaikan ini dinilai sangat penting karena kondisi fasilitas pengolahan yang sudah tidak optimal selama ini turut memengaruhi proses produksi air.

“Ini pekerjaan sosial untuk rehabilitasi bak pengolahan dan bangunan pendukung lainnya. Insya Allah ini akan berdampak baik untuk pelayanan. Terutama dari segi kualitas yang kita utamakan,” ungkap Abi Akim akrab disapa.

Ia menjelaskan, dengan diperbaikinya bak pengolahan air, berbagai komponen yang berkaitan dengan proses filtrasi juga akan diperbarui. Kondisi tersebut diharapkan mampu membuat proses pengolahan air menjadi lebih optimal sehingga kualitas air yang diproduksi dapat semakin baik.

“Dengan diperbaikinya bak pengolahan air, tentu filtrasi dan lain-lain yang mendukung itu diganti semua. Maka akan berdampak terhadap kualitas,” cetus Abi Akim.

Tidak hanya kualitas, optimalisasi tersebut juga diyakini memberikan pengaruh terhadap peningkatan kuantitas produksi air. Kendati peningkatannya diperkirakan tidak terlalu signifikan, perbaikan sistem filtrasi akan membuat proses produksi berjalan lebih cepat dibandingkan kondisi sebelumnya.

Lanjutnya, fasilitas pengolahan yang lama sudah tidak bekerja secara optimal sehingga proses filtrasi menjadi lebih lambat. Setelah dilakukan rehabilitasi, proses tersebut diharapkan kembali berjalan maksimal. bebernya.

“Dengan bagusnya filtrasi, tentu cepat produksinya. Kalau yang lama kan lamban karena sudah tidak optimal lagi untuk filtrasinya. Insya Allah akan berdampak juga terhadap kuantitas,” katanya.

Perumdam Batulanteh juga berharap perbaikan sistem tersebut nantinya mampu memberikan dampak terhadap kontinuitas atau penambahan jam layanan kepada masyarakat.

Dengan demikian, tiga aspek utama pelayanan air minum, yakni kualitas, kuantitas dan kontinuitas, diharapkan dapat mengalami peningkatan secara bersamaan.

“Jadi kualitas, kuantitas dan kontinuitas. Tiga itu pasti ada pengaruh,” tegasnya.

Booster Pump Jadi Solusi Tekanan Air ke Wilayah Terjauh

Selain rehabilitasi fasilitas pengolahan, proyek optimalisasi SPAM Semongkat juga mencakup penambahan pompa booster yang berfungsi meningkatkan tekanan air pada jaringan pipa distribusi.

Keberadaan booster tersebut menjadi bagian penting dalam mengatasi persoalan tekanan air, terutama di wilayah yang secara geografis berada cukup jauh dari sistem distribusi utama.

Selama ini, salah satu wilayah yang kerap mengalami persoalan tekanan air adalah Panyaring dan daerah sekitarnya. Kondisi tersebut terjadi karena tekanan air dalam jaringan pipa cenderung berkurang ketika air didorong menuju wilayah pelayanan yang lebih jauh.

“Nah, dengan adanya booster itu, ditambah tekanan dorongannya. Ini bisa menjangkau wilayah yang terjauh yang selama ini masuk di area pelayanan kita, terutama yang sering bermasalah, seperti daerah Panyaring dan sekitarnya,” ujar Abi Akim

Menurutnya, penambahan pompa booster diharapkan mampu memperkuat dorongan air sehingga distribusi menjadi lebih merata. Dengan tekanan yang lebih baik, wilayah yang selama ini berada di titik terjauh diharapkan tidak lagi mengalami persoalan distribusi secara berulang.

Namun demikian, peningkatan kapasitas sistem tersebut juga akan membawa konsekuensi terhadap biaya operasional Perumdam Batulanteh, khususnya kebutuhan energi listrik.

Direktur juga menyebutkan, pompa booster yang akan dipasang membutuhkan daya cukup besar. Bahkan, sistem tersebut akan didukung dengan gardu listrik khusus.

“Kebutuhannya bisa sampai 80 KVA yang dipasang. Jadi gardu induk sendiri khusus untuk booster. Lumayan besar nanti biaya listriknya,” katanya.

Meski biaya operasional dipastikan meningkat, pihaknya tetap optimistis peningkatan kualitas pelayanan akan berjalan seiring dengan meningkatnya kepatuhan masyarakat dalam membayar iuran air.

Menurutnya, pelayanan dan kepatuhan pelanggan merupakan dua hal yang saling berkaitan. Ketika pelayanan semakin baik, pihaknya berharap masyarakat juga semakin tertib memenuhi kewajiban pembayaran.

“Tentu kita berharap dengan pelayanan yang baik, masyarakat juga akan tertib membayar iurannya. Itu berbanding lurus dengan pelayanan dan kepatuhan orang untuk membayar,” tambahnya.

Masyarakat Diminta Memahami Gangguan Selama Masa Pekerjaan

Di tengah proses pengerjaan optimalisasi SPAM Semongkat, Perumdam Batulanteh juga meminta masyarakat untuk memahami apabila masih terjadi gangguan pelayanan air bersih.

Menurut Abdul Hakim, gangguan selama proses rehabilitasi merupakan sesuatu yang tidak dapat sepenuhnya dihindari. Sebab, pekerjaan menyentuh sejumlah bagian penting dalam sistem pengolahan dan distribusi air.

Karena itu, masyarakat diminta tidak langsung khawatir apabila terjadi gangguan distribusi selama masa pekerjaan berlangsung.

“Untuk sementara ini kami mohon bersama kepada masyarakat apabila sering terjadi gangguan-gangguan. Karena memang posisinya masih masa rehab, jadi wajar ada gangguan dan lain-lain,” ucap Abi Akim.

Meski demikian, Perumdam Batulanteh memastikan pihaknya tetap berupaya meminimalisir dampak gangguan terhadap pelanggan. Setiap persoalan yang muncul selama proses pekerjaan akan diupayakan untuk segera ditangani.

“Insya Allah kita tetap berusaha meminimalisir gangguan itu. Jadi ketika ada masalah, kami cepat tanggap. Akan kita tanggapi dan cepat kita perbaiki,” pungkasnya.

Dengan nilai pekerjaan mencapai Rp19 miliar lebih, optimalisasi SPAM Semongkat menjadi proyek yang sangat dinantikan masyarakat. Pasalnya, keberadaan sistem penyediaan air minum yang andal bukan hanya menyangkut ketersediaan air, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat setiap hari.

Perumdam Batulanteh berharap seluruh rangkaian pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana sehingga manfaatnya segera dirasakan pelanggan.

Jika optimalisasi tersebut berhasil meningkatkan kualitas produksi, mempercepat proses pengolahan, memperkuat tekanan distribusi, serta menambah kontinuitas jam layanan, maka proyek ini diharapkan menjadi salah satu tonggak penting dalam pembenahan pelayanan air bersih di Kabupaten Sumbawa.

Masyarakat pun kini menaruh harapan besar agar investasi belasan miliar rupiah tersebut benar-benar menghasilkan perubahan nyata di lapangan, terutama bagi wilayah yang selama ini masih menghadapi persoalan tekanan dan kontinuitas air.

Pada akhirnya, keberhasilan proyek bukan hanya diukur dari selesainya pekerjaan konstruksi, tetapi dari seberapa besar manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat melalui air yang lebih berkualitas, lebih lancar, lebih merata dan tersedia secara berkelanjutan. (*)

error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)