Dekatkan Layanan Pendidikan di Kawasan Perumahan, Dikbud Sumbawa Dukung Keberadaan SD Paracendikia

Sumbawa, infoaktualnews.com – Upaya Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) untuk memperluas dan mendekatkan akses layanan pendidikan bagi masyarakat di kawasan perumahan mulai menemukan titik terang.

Persoalan keterbatasan akses pendidikan, khususnya bagi anak-anak usia sekolah dasar (SD) yang tinggal di kawasan perumahan, sebelumnya menjadi perhatian serius. Jarak sekolah yang relatif jauh membuat sebagian peserta didik harus menempuh perjalanan ke sejumlah sekolah dasar yang berada di luar kawasan tempat tinggal mereka.

Kepala Bidang Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, Husnul Alwan, M.M.Inov., mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi bersama Komisi IV DPRD Kabupaten Sumbawa untuk membahas pemenuhan layanan pendidikan di kawasan perumahan.

Menurutnya, pemerintah daerah pada prinsipnya memiliki komitmen untuk memastikan setiap anak memperoleh hak atas pendidikan yang layak dan mudah dijangkau, termasuk bagi masyarakat yang tinggal di kawasan permukiman atau perumahan yang terus berkembang.

“Beberapa waktu yang lalu kami dari Dinas Pendidikan melakukan rapat koordinasi dengan Komisi IV terkait dengan pemenuhan layanan pendidikan di perumahan. Saat ini Dinas Pendidikan berupaya melakukan pelayanan pendidikan di tempat tersebut,” ujar Ust Alwan akrab disapa, Kamis (20/8).

Namun, upaya pembangunan sekolah dasar negeri baru di kawasan tersebut masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya berkaitan dengan keterbatasan anggaran serta berbagai aspek perencanaan dan kebutuhan pembangunan sarana pendidikan.

Lanjutnya, Ust Alwan jelaskan, kondisi tersebut membuat rencana pembangunan sekolah baru belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Kendati demikian, pemerintah tidak tinggal diam dan terus mencari alternatif agar kebutuhan pendidikan masyarakat tetap dapat terpenuhi.

“Kita menghadapi beberapa kendala terkait anggaran dan sebagainya, sehingga belum bisa diinisiasi pembangunan sekolah baru di wilayah perumahan itu untuk memenuhi pelayanan warga, khususnya untuk sekolah dasar,” jelasnya.

Di tengah keterbatasan tersebut, kabar menggembirakan datang dari sektor pendidikan swasta. Sebuah sekolah swasta di wilayah Paracendikia direncanakan akan dibuka. Kehadiran sekolah tersebut diharapkan menjadi solusi alternatif sekaligus memperpendek jarak tempuh peserta didik menuju sekolah.

Menurutnya, keberadaan sekolah swasta tersebut merupakan perkembangan positif yang patut disambut baik. Sebab sebut dia, masyarakat yang selama ini harus menyekolahkan anak-anak mereka ke sekolah yang lokasinya cukup jauh, nantinya memiliki pilihan sekolah yang lebih dekat dengan tempat tinggal.

“Alhamdulillah, saat ini ada hal yang sangat menggembirakan. Ada sekolah swasta di wilayah tersebut yang akan dibuka, yaitu di Paracendikia,” katanya.

Ia berharap pembukaan sekolah tersebut dapat menjadi bagian dari solusi untuk mengatasi persoalan akses pendidikan di kawasan perumahan. Dengan adanya satuan pendidikan yang lebih dekat, anak-anak tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan pendidikan dasar.

Selama ini, sebagian masyarakat di kawasan tersebut disebut harus menyebar ke sejumlah sekolah dasar, di antaranya SD 6 dan SD 14. Kondisi itu dinilai kurang ideal apabila jumlah penduduk dan anak usia sekolah di kawasan perumahan terus mengalami pertumbuhan.

“Dengan pendekatan-pendekatan pendidikan seperti ini, masyarakat yang tadinya menyekolahkan anaknya jauh, yang tadinya tersebar ke SD 6 dan SD 14, bisa teratasi sehingga anak-anak bisa bersekolah lebih dekat di wilayah tersebut,” ungkap Ust Alwan.

Ia menegaskan bahwa, pemenuhan akses pendidikan tidak semata-mata berbicara mengenai pembangunan gedung sekolah, tetapi juga bagaimana pemerintah memastikan setiap anak memperoleh kesempatan belajar yang mudah dijangkau, aman, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Kehadiran sekolah baru, baik sekolah negeri maupun swasta, di kawasan yang mengalami perkembangan permukiman dinilai menjadi bagian penting dalam menjawab kebutuhan tersebut. Terlebih, pertumbuhan kawasan perumahan biasanya diikuti dengan meningkatnya jumlah keluarga dan anak usia sekolah. bebernya.

Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, masyarakat, serta penyelenggara pendidikan swasta menjadi sangat penting. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat pemerataan layanan pendidikan sekaligus mencegah terjadinya kesenjangan akses pendidikan antar kawasan. tambah Ust Alwan.

Husnul juga menyampaikan bahwa, persoalan keterjangkauan akses pendidikan menjadi salah satu perhatian DPRD Kabupaten Sumbawa. Koordinasi antara Dinas Pendidikan dan Komisi IV diharapkan terus berjalan untuk mencari solusi terbaik terhadap kebutuhan pendidikan masyarakat.

“Ini menjadi harapan kita semua. Ini juga menjadi harapan DPRD terkait keterjangkauan akses pendidikan. Alhamdulillah, mudah-mudahan bisa dipenuhi di tahun ini,” ujarnya.

Dengan rencana dibukanya sekolah swasta di Paracendikia, ucap Ust Alwan, masyarakat kini memiliki harapan baru terhadap semakin dekatnya layanan pendidikan bagi anak-anak mereka. Langkah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa keterbatasan anggaran pembangunan sekolah negeri tidak harus menjadi penghalang bagi pemerintah dalam menghadirkan akses pendidikan.

“Kami  terus melakukan pemetaan kebutuhan pendidikan berdasarkan pertumbuhan penduduk dan perkembangan kawasan permukiman. Dengan perencanaan yang tepat, kebutuhan sekolah di masa mendatang dapat diantisipasi lebih awal sehingga tidak terjadi ketimpangan antara pertumbuhan kawasan perumahan dan ketersediaan fasilitas pendidikan,” harapnya.

Tentunya, hadirnya sekolah yang lebih dekat bukan hanya soal mempersingkat jarak tempuh. Lebih dari itu, langkah tersebut diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi orang tua serta membuka kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan dasar secara optimal. imbuhnya.

Upaya ini, menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan pemerataan pendidikan di Kabupaten Sumbawa, sehingga setiap anak, di mana pun mereka tinggal, tetap memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik. pungkasnya. (*)

error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)