Wisata Hukum Kejari Sumbawa, Kajari: Mengenal Aturan, Membangun Karakter Pelajar

Sumbawa, infoaktualnews.com – Program Wisata Hukum yang digagas Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumbawa mendapat sambutan luar biasa dari para pelajar di Kabupaten Sumbawa. Program tersebut dinilai menjadi terobosan dalam memberikan edukasi hukum kepada generasi muda dengan pendekatan yang lebih santai, interaktif, dan menyenangkan.

Kepala Kejaksaan Negeri Sumbawa, Iwan Arto Koesoemo, SH., MH., mengatakan program Wisata Hukum sejak awal memang dirancang untuk memberikan pemahaman hukum kepada anak-anak melalui pengalaman langsung, bukan sekadar penyampaian materi di dalam ruang kelas.

Menurutnya, perhatian utama dalam program perdana tersebut adalah pengenalan etika dan pemahaman dasar mengenai hukum. Namun, dalam pelaksanaannya, materi yang diberikan dapat dikembangkan sesuai kebutuhan dan persoalan yang dekat dengan kehidupan para pelajar.

“Sebetulnya kami terbuka untuk masukan dari para pemangku kepentingan pendidikan. Concern awal kami memang persoalan etika. Tetapi kalau ada tambahan materi, tentu bisa dikolaborasikan,” ujar Iwan, Kamis (20/8).

Kajari Sumbawa menjelaskan siswa terkait jenis barang bukti narkoba, dampak dan merusak generasi

Ia menyebut, salah satu materi yang mendapat perhatian adalah persoalan perundungan atau bullying. Edukasi tersebut dinilai penting karena anak-anak perlu memahami batasan perilaku, dampak perundungan, serta pentingnya membangun lingkungan pergaulan yang aman dan saling menghargai.

Menariknya, rangkaian Wisata Hukum tidak hanya memberikan materi tentang hukum. Para pelajar juga diajak mengunjungi sejumlah institusi yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik dan penegakan aturan, sehingga mereka dapat melihat secara langsung bagaimana sebuah sistem berjalan.

Kegiatan yang dikemas secara fun dan edukatif itu ternyata mampu menjaga antusiasme para peserta. Bahkan, meski mengikuti rangkaian kegiatan yang cukup padat, para pelajar tetap aktif bertanya hingga agenda terakhir.

Iwan mengaku terkesan melihat semangat para peserta yang dinilainya jauh dari kata lelah.

“Saya juga amaze. Mereka tidak ada lelahnya. Sampai di Satpol PP pun masih banyak pertanyaan. Saya sampai kaget melihat semangat mereka,” katanya.

Wisata Hukum Pengadilan Negeri Sumbawa

Menurutnya, antusiasme tersebut menjadi indikator bahwa pendekatan edukasi hukum dengan cara yang berbeda dapat diterima dengan baik oleh anak-anak. Wisata Hukum tidak dibuat dengan suasana formal dan kaku, melainkan memadukan pembelajaran, pengalaman lapangan, interaksi, serta kegiatan yang membuat peserta merasa nyaman.

Salah satu pengalaman yang cukup berkesan bagi peserta adalah ketika mereka menikmati makan siang di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Pengalaman tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang memberikan perspektif berbeda kepada para pelajar mengenai dunia hukum dan pembinaan. beber Kajari Iwan.

“Karena kami kemasnya juga oke, fun. Makan siang di Lapas kan mereka belum pernah. Itu menjadi pengalaman tersendiri bagi mereka,” ungkapnya.

Wisata Hukum pelajar Sumbawa ke Lapas

Iwan menegaskan, pelaksanaan perdana Wisata Hukum ini akan menjadi bahan evaluasi bagi Kejari Sumbawa. Evaluasi dilakukan untuk melihat berbagai kekurangan sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang perlu diperbaiki agar pelaksanaan berikutnya dapat memberikan manfaat yang lebih besar.

Ia juga membuka peluang agar program tersebut dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, khususnya sektor pendidikan dan instansi terkait.

“Kami akan evaluasi, baik secara internal maupun dari pelaksanaan programnya. Kalau nanti memang ada program lagi, kami akan coba membuatnya lebih menarik,” tegasnya.

“Wisata Hukum bukan sekadar kegiatan kunjungan bagi pelajar. Program ini diharapkan menjadi salah satu sarana untuk menanamkan kesadaran hukum sejak usia dini, membentuk karakter, sekaligus memperkenalkan lembaga penegak hukum kepada generasi muda dengan cara yang lebih humanis,” tegas Kajari Iwan.

Oleh karena itu, dengan pendekatan yang edukatif, interaktif, dan menyenangkan, program tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga pemahaman hukum tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang menakutkan atau sulit dipahami, melainkan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari para pelajar. harapnya.

Ke depan, Kejari Sumbawa berkomitmen membuka ruang kolaborasi dengan dunia pendidikan dan pemangku kepentingan lainnya agar materi Wisata Hukum semakin beragam dan relevan dengan tantangan yang dihadapi generasi muda. tambahnya.

“Program perdana ini sekaligus menjadi langkah awal untuk menghadirkan pendidikan hukum yang lebih dekat dengan anak-anak—belajar hukum sambil berwisata, mengenal aturan sekaligus membangun karakter,” pungkasnya. (IA)

error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)