News  

Ada Macan Tutul Hingga Kukang Jawa, Perhutani Bandung Selatan Lakukan Pengayaan Ekosistem Hutan

Bandung,infoaktualnews.com_ Gaung kepedulian terhadap flora dan fauna bergema dari kawasan hutan Perhutani KPH Bandung Selatan melalui peringatan hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional tahun 2026.

Bukan sekedar seremonial, acara yang digelar pada Rabu, 4 November 2026 tersebut menunjukan,bagaimana kesadaran tentang pentingnya suatu ekosistem berujung pada bentuk kepedulian yang nyata dengan menanam 2 ribu bibit pohon hutan.

Administratur Perhutani KPH Bandung Selatan Lily Kurnia Asih melalui Kepala Urusan (Kaur) Kesisteman dan Pelaporan Zamil Abdul Azis mengatakan acara peringatan tersebut merupakan ajang kolaboratif yang memperkaya ekosistem hutan.

” Kita lakukan penanaman dua ribu pohon hutan di koridor satwa, itu area konservasi tunggi yang jadi lintasan satwa, ” ujar Zamil kepada awak media, di Bandung, Kamis (05/11/2026).

Jenis pohon hutan yang ditanam merupakan pohon penghasil pakan satwa. Seperti Saninten, Loa, Beringin, Rasamala dan Alpukat.

Area penanaman dikoridor satwa tersebut, persisnya berada di petak 37, RPH Pangalengan, BKPH Pangalengan, Perhutani KPH Bandung Selatan.

Kegiatan penanaman diikuti oleh 100 orang dari lintas unsur. Yaitu Perhutani KPH Bandung Selatan, Aspinal Foudation, PLN Pleng Pangalengan, Masyarakat Mitra Polisi Hutan, BKSDH Kawasan Cagar Alam Gunung Tilu dan Kelompok Tani Hutan.

Menurut Zamil kawasan koridor satwa berada pada kawasan cagar alam tinggi. Dimana tercatat masih terdapat satwa langka seperti Macan Tutul, Trenggiling hingga Kukang Jawa.

” Koridor satwa masih catchment areanya Macan Tutul. Sedangkan diwilayah Gunung Halu masih ada Kukang Jawa dan Trenggiling, ” tuturnya.

Catatan masih adanya satwa langka didapat dari data perjumpaan yang tertangkap melalui kamera track yang dipasang diwilayah jalur survei , informasi masyarakat, jejak satwa berupa cakaran dan kotoran.

” Data perjumpaan kami monitoring selama musim kawin satwa yang biasa berlangsung dari bulan Juli, Agustus sampai September. Bahkan spesifik untuk Macan Tutul dari data monitoring Perhutani dan BKSDA itu pada tahun 2025 tercatat ada 27 kali perjumpaan, ” bebernya.

Keberadaan satwa-satwa langka tersebut menjadi salah satu indikator kawasan hutan berada dalam kondisi yang terjaga.

” Iya keberadaan satwa-satwa tersebut menjadi salah satu tolak ukur kondisi hutan dalam keadaan baik. Dan secara real memang kondisi cukup baik dari mulai lantai hutan atau tanaman bawah hingga tegakan. Untuk itu kita lakukan pengayaan pohon dengan kegiatan penanaman,” jelasnya.

Disamping bentuk kepedulian terhadap keberadaan flora dan fauna, kegiatan penanaman pada acara peringatan Hari Puspa dan Satwa Nasional juga nenjadi upaya meningkatkan kesadaran masyarakat.

” Disana ada akses-akses masyarakat, jadi tepat kita libatkan masyarakat untuk sama-sama meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan, ekosistem agar bisa menjaga kawasan hutan dan melindungi satwa, ” pungkasnya. (***)

 

error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)