Presiden Luncurkan Banpres BPUM, Kadis Diskoperindag Haji Arif, M.Si Apresiasi Terobosan Pempus Bisa Ringkan Beban Pelaku Usaha Mikro & Kecil

5

Sumbawa, IAN –

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meluncurkan Program Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) yang berfungsi untuk tambahan modal kerja dengan target secara total 12 juta pelaku usaha mikro dan kecil.

Menyikapi hal tersebut saat ditemui Media ini, Rabu (26/8), Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumbawa Haji Arif, M.Si., Mengapresiasi langkah dan terobosan pemerintah pusat dengan membantu para pelaku usaha mikro dan kecil, karena melihat situasi di lapangan dengan stagnasi tingkat penurunan aktifitas, produktifitas dan kesejahteraan makin terasa akibat dampak dari pandemi covid-19. Menurutnya, langkah pemerintah terkait bantuan ini tidak lain untuk menstimulus ekonomi, Khususnya bagi para pelaku usaha mikro, menengah dan kecil agar bisa kembali bangkit menjalankan kembali usaha meski tantangan ditengah covid-19. ujar Haji Arif Sapa akrab pejabat humanis tersebut.

Dan kami selaku pembina para pelaku usaha tersebut, sangat merasakan iba akibat dampak dari pandemi covid-19. Pasalnya para pelaku usaha barang kadang tidak laku, tidak ada buyer, dan modalnya dipakai memenuhi kebutuhan hidup keluarga dan aktifitas menurun serta tingkat produktifitas tidak signifikan mulus. papar Haji Arif.

“Semoga dengan bantuan stimulan ekonomi dari pemerintah pusat ini, bisa menjadi angin segar bagi para pelaku usaha mikro dan kecil tersebut,” harapnya.

Kendati demikian, jumlah penerima bantuan dari pemerintah pusat ada sekitaran 12 Juta secara nasional untuk para pelaku usaha tersebut, yang akan menerima bantuan tersebut. Akan tetapi Sumbawa belom ada kepastian akan jumlah para penerima stimulan bantuan tersebut, pasalnya semua masih berproses. ungkap Haji Arif.

Untuk diketahui, adapun salah satu syarat bantuan stimulus ekomoni untuk para pelaku usaha mikro, menengah dan kecil tersebut sudah ditentukan oleh pemerintah pusat. Salah satunya yakni Memiliki nama usaha, Jenis usaha yang dikelola, nomor rekening Bank dan usaha masih jalan meski ditengah pandemi covid-19.

“Bagi para pelaku usaha nanti yang mendapatkan bantuan tersebut, bisa menjadi awal kebangkitan kembali menjalankan usaha,” Pungkasnya.

Sementara sebelumnya, Presiden saat menyapa para pelaku usaha penerima program BPUM di Istana Negara, Provinsi DKI Jakarta, Senin (24/8).

“Sekali lagi, Banpres Produktif ini perlu saya sampaikan ini adalah hibah. Bukan pinjaman, bukan kredit tapi hibah.

Saya harapkan Banpres Produktif ini digunakan betul-betul untuk tambahan modal untuk menambah barang-barang dagangan,” ujar Presiden saat meluncurkan program BPUM di Istana Negara, Provinsi DKI Jakarta, Senin (24/8).

Saat peluncuran kali ini, Presiden sampaikan memberikan kepada 1 juta usaha mikro kecil. “Kita harapkan nanti di akhir Agustus akan dibagi kepada 4,5 juta usaha mikro kecil, akhir September 9,1 juta, dan setelah itu 12 juta.

Jadi totalnya nanti 12 juta usaha mikro kecil yang akan diberikan Banpres Produktif ini, sebesar 2,4 juta,” kata Presiden.

Menurut Presiden, bantuan tersebut nanti dananya akan langsung ditransfer tidak melalui pihak lain tetapi langsung ke rekening penerima.

Pada kesempatan itu, Presiden juga mengonfirmasi kepada para penerima baik yang hadir langsung maupun secara virtual agar mengecek ke rekening masing-masing sudah tertransfer atau belum.

Setelah itu, Presiden sampaikan bagi yang belum dapat nanti secara bertahap akan masuk ke rekening-rekening pelaku usaha mikro kecil, yaitu sejumlah totalnya yang diberi nanti 12 juta usaha mikro kecil.

“Kita harapkan sekali lagi, itu dipakai untuk tambahan modal Bapak-Ibu semuanya untuk menambah barang dagangan yang ada,” ujarnya.

Pada bagian akhir sambutan, Presiden menitipkan agar banpres produktif ini dipakai sebaik-baiknya dalam membantu usaha dan jangan dipakai untuk hal-hal yang tidak bermanfaat atau konsumtif.

Tidak lupa, Presiden juga sampaikan dalam membuka usaha tolong perhatikan betul yang namanya protokol kesehatan.

“Pakai masker, jaga jarak dengan penjual dengan pembeli, sering cuci tangan, hindari kerumunan, jangan sampai hadir di kerumunan-kerumunan dan keramaian.

Setelah nanti ada vaksinasi, silakan, kalau sudah keadaan normal, kita kembalikan normal lagi,” pungkas Presiden. (IAN-Dy, TIM)