Mantap! Petani Sumbawa Gunakan Chopper Buatan STP-UTS

16

Sumbawa, Infoaktualnews.com, –

Rupanya tantangan Pemda Sumbawa yang ditujukan kepada Samawa Techno Park (STP)  Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) tiga bulan lalu untuk dapat membuat mesin pemotong rumput (Chopper) yang dibutuhkan petani peternak di Kabupaten Sumbawa kini terjawab sudah, ditandai dengan penyerahan tahap pertama 26 unit chopper dari STP-UTS diwakili Dr Arif yang diserahkan langsung kepada Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Sumbawa H Junaidi STP di Kantor Bupati Sumbawa Selasa (27/10) sekaligus dilakukan ujicoba, yang dihadiri dan disaksikan Gubernur NTB diwakili Kadis Perindustrian Provinsi NTB, Kadis PKH Provinsi NTB, Pjs Bupati Sumbawa diwakili Sekda Sumbawa Drs H Hasan Basri MM, Anggota Forkompinda, Kepala Bappeda Sumbawa Ir H Junaidi M.Si dan perwakilan kelompok petani peternak penerima manfaat.

Sementara itu, Kepala DPKH Kabupaten Sumbawa H Junaidi, STP saat dikonfirmasi awak media mengatakan, kalau kami menantang STP-UTS ini untuk dapat membuat chopper, karena sebelumnya UTS telah berhasil membuat sepeda listrik yang dikenal dengan merk “NgebUTS”, dimana dalam tahun anggaran 2020 ini Pemda Sumbawa melalui anggaran rencana kerja (Renja) DPKH Sumbawa telah dialokasikan anggaran mencapai sekitar Rp 700 Juta bagi pengadaan mesin pemotong rumput (Chopper) sebanyak 41 unit, dalam hal ini kami sudah mengadakan diskusi yang cukup panjang dengan Bappeda, PPK, Kepala Bidang Pakan maupun dengan pihak STP-UTS, dalam rangka untuk meningkatkan peran serta lokal, dan Alhamdulillah 26 unit Chopper yang di desain khusus telah diserahkan tahap pertama dan sisanya menyusul.

Haji Junaidi akrab disapa, mengakui kalau selama ini mesin chopper itu didatangkan dengan menggunakan produk dari luar. Namun sekarang penanganan pengadaannya dipercayakan kepada STP-UTS dengan sistem kerjasama pihak ketiga dibawah pengawasan Inspektorat Sumbawa. Masih kata H. Jun, sehingga dengan kerjasama ini akan dapat dilakukan pemberdayaan terhadap naker lokal, dan kini kita sudah bisa memakai produk dari Sumbawa.

Kemudian, dengan sisa tahap kedua 15 unit chopper lainnya paling lambat awal Desember 2020 mendatang sudah rampung, dan chopper tersebut diperuntukkan bagi kelompok petani peternak penerima manfaat yang dipergunakan untuk pengolahan pakan limbah pertanian seperti jagung dan jerami padi, paparnya.

“Pengadaan chopper ini dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan alokasi anggaran daerah yang tersedia, dimana untuk tahap awal ini akan dibagikan pada 41 kelompok petani peternak disejumlah kecamatan. Terlebih, ia juga berharap, nanti kepada kelompok penerima manfaat dapat memelihara dan memanfaatkan mesin pemotong rumput itu dengan sebaik-baiknya,” ucapnya.

Kendati demikian,  Kata dia, dengan Alat tersebut bisa menghasilkan output pakan ternak yang dapat membantu masyarakat tani dalam pengelolaan dan penyediaan pakan ternak secara mandiri bagi pemenuhan pasokan kebutuhan pakan dari hewan ternak yang dimiliki masing-masing, sehingga kebutuhan pakan dan kesehatan ternak dapat terjaga dengan baik sebagaimana yang diharapkan. pungkas Haji Junaidi. (IA-Am)