Merasa ditelantarkan, Keluarga pasien akan tuntut RSUD Sumbawa

807

Sumbawa, Infoaktualnews-

Keluarga pasien atas nama Fitri Paramita asal Kelurahan Lempeh akan melakukan upaya Hukum terkait dengan layanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sumbawa pasalnya pasien yang telah mendapatkan penanganan operasi Kuret atau pembersihan Rahim tidak mendapatkan pelayanan yang baik justru ditelantarkan oleh pihak rumah sakit.

”kami telah melaporkan kasus ini ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kabupaten  Sumbawa selain itu kami akan melaporkan persoalan buruknya layanan publik kepada OMBUDSMAN, intinya kami akan memproses RSUD secara Pidana maupun keperdataan,” Kata  Kuasa Hukum Keluarga pasien, Muhammad Isnaini, senin (23/11)

Menurutnya, RSUD Sumbawa telah melanggar berbagai aturan diantaranya Standar Pelayanan Minimum (SPM) yang diatur dalam Perda, Permenkes nomor 4 Tahun 2018 tentang Kewajiban Rumah Sakit dan Kewajiban Pasien, UU nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, UU Nomor 25 tahun 2009 tentang Pelayan Publik.

“tindakan Yang dilakukan RSUD Sumbawa sehingga menelantarkan pasien merupakan masalah serius, maka dari itu hal tersebut akan berlanjut pada proses Hukum” Tegas Pria yang kerap di sapa Ismu

Sebelumnya, Suami Pasien Helmi menyampaikan kronologi kejadian penelantaran. Pada hari sabtu (21/11) petugas medis mengatakan akan melakukan tindakan operasi  kuret kepada pasien jam 10 sampai dengan jam  12 siang, namun setelah waktu yang di jadwal  berlalu pasien belum juga diberikan tindakan, salah seorang pihak medis menyarankan kepada keluarga untuk menunggu dan nanti akan diberitahukan.

“Setelah menunggu cukup lama sampai waktu menunjukan pukul  4 Sore belum juga ada pemberitahuan kepada kami, tiba-tiba pasien dengan kondisi telah diberikan tindakan Kuret justru diantarkan oleh keluarga pasien lain yang juga mendapat tindakan serupa” katanya

Dirinya juga mempertanyakan hal yang terjadi kepada Pasien, bahwa petugas medis telah melakukan tindakan pada pukul  satu siang, artinya pasien dibiarkan saja sendiri sampai dengan ada orang yang mengantarkannya kepada keluarga.

“Saya sempat mempertanyakan keberadaan petugas rumah sakit, dan mendatangi ruang pengaduan, namun justru tidak ada satupun petugas yang berada tempat. Salah satu petugas rumah sakit mengatakan bahwa tidak ada petugas, hari senin baru ada, sehingga saya meminta nomor contak petugas pengaduan hal yang sama juga terlontarkan bahwa disarankan untuk datang pada hari Senin,” imbuhnya

Selain itu, ketua Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen Kabupaten Sumbawa Samsul Hidayat, S.E mengatakan akan mempelajari terkait dengan laporan tantang penelantaran pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sumbawa dan BPSK akan menggelar Perkara apakah kasus tersebut layak untuk di disidangkan atau tidak “tujuh hari setelah laporan diterima wajib untuk di gelar sidang perkara terkait dengan kasus tersebut” tuturnya

Sementara itu, saat konfirmasi kejadian tersebut Kepala Bidang Pelayanan RSUD Sumbawa Sarip Hidayat mengatakan telah terjadi miss saat terjadi operan pagi ke Siang petugas dan juga ada kesibukan lain yang membuat pasien tersebut terlewatkan mengalihkan pasien ke ruangannya,

“Salah seorang bidan telah berencana mengembalikan pasien keruangannya namun salah satu keluarga pasien berinisiatif keburu membantu membawa pasien tersebut keluar dari ruangan disitulah letak miss” katanya

Selain itu pada hari Sabtu terjadi kebakaran di sekitaran Pertokoan Kelurahan Brang Bara dan rumah Bidan yang melakukan tindakan kepada pasien bertentangga dengan rumah yang terbakar karena panik akhirnya bidan tersebut pulang ditambah ada anaknya  di rumah sehingga lupa mengkomunikasikan kepada rekanannya bahwa dia telah melakukan tindakan kepada salah satu pasien, namun ada juga tenaga medis yang berada diruang tersebut

“sebelumnya kami sudah coba Komunikasi dengan pihak keluarga pasien dari Unit Komplin agar tidak terjadi miss komunikasi” tuturnya (IAN-MA)