Waduh! Hasil Evaluasi 30 Persen Pelanggan PDAM Menunggak

  • Bagikan

Sumbawa, InfoaktualNews –

Kebutuhan pasokan air bersih bagi masyarakat sangat dibutuhkan, karena itu Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa terus berupaya untuk membenahi dan membangun sumber mata air baku potensial seperti pembangunan intake – reservoir SPAM “Ai-Ngelar” yang berada di Dusun Selang Desa Kerekeh Kecamatan Unter Iwes berkapasitas 100 liter perdetik yang dibangun oleh Pemerintah Pusat melalui Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara 1 (BWS-NT1) menggunakan bantuan APBN tahun anggaran 2020 senilai Rp 11 Miliar lebih dan pertengahan Desember 2020 sudah dapat dituntaskan pembangunannya, sehingga diharapkan kedepan akan dapat mengatasi kekurangan debit air yang dibutuhkan oleh masyarakat (pelanggan) didaerah ini.

Direktur Utama PDAM (Perumdam) Batulanteh Sumbawa Juniardi Akhir Putra, M.Kom dalam keterangan Persnya kepada awak media, Rabu (2/12), mengungkapkan jumlah pelanggan yang terverifikasi sampai dengan bulan November 2020 ini pada daerah Layanan 11 Cabang yang tersebar di 12 Kecamatan, terdiri dari pelanggan aktif sambungan rumah (SR) sebanyak 19.555 pelanggan, pelanggan pasif SR (tutup sementara) sebanyak 1.835 pelanggan, pelanggan pasif SR disegel sebanyak 144 pelanggan, dan pelanggan pasif SR dibongkar sebanyak 4.791 pelanggan.

Untuk pelanggan pasif tutup sementara terang Juniardi akrab ia disapa, adalah jaringan tersier masih tersambung, dengan air tidak dialirkan dan ditutup timah pada pipa (Stop Kran Water Meter) masih tersedia, dan bagi pelanggan melakukan permintaan sendiri yang ingin menutup sementara sewaktu-waktu bisa ada penyambungan kembali.

Sedangkan pelanggan pasif segel artinya jaringan tersier masih tersambung, dengan air tidak dialirkan ditutup timah pada pipa (Stop Kran Water Meter) masih tersedia, dan pelanggan yang menunggak diatas 3 (Tiga) bulan pembayaran dilakukan tindakan segel, begitu pula pelanggan pasif bongkar artinya jaringan tersier dibongkar dan ditutup pada pipa distribusi dan Water Meter ditarik, dan pelanggan yang menunggak diatas 3 (Tiga) bulan pembayaran dilakukan tindakan bongkar, ujarnya.

Juniardi juga menjelaskan, terkait dengan realisasi pendapatan yang telah masuk data DRD (Daftar Rekening Ditagih), realisasi pendapatan rekening ditagihkan selama 3 Bulan terakhir mengalami penurunan yang sangat drastis hanya bisa ditagihkan mencapai prosentase sebesar 70% dari target tiap bulannya, sehingga ada 30% merupakan tunggakan yang mengakibatkan penunggakan kumulatif dari tiap bulan menjadi 30% – 40%, dimana kendala yang dialami petugas di lapangan dalam melakukan penagihan, justru pelanggan (konsumen) tidak mau bayar atau menunggak sebagai akibat dari kecilnya debit air yang diterima oleh konsumen, sehingga konsumen tidak bisa memenuhi kebutuhan air sehari-hari, tukasnya.

“Ini akibat dari menurunnya debit air di sumber air baku tiap Intake setiap Cabang Pelayanan dan kehilangan air pada jaringan distribusi yang lebih dari 20%, terutama pada jaringan pipa distribusi utama yang sudah lebih dari 20 tahun umur pipanya, karena itu strategi yang akan dilakukan pada tahun 2021 mendatang adalah Perumdam Batulanteh merencanakan dan mencari potensi air baku baru dan mengajukan rencana pembangun titik sumber air baku baru guna memenuhi kekurangan debit air pada tiap Cabang Perumdam Batulanteh, dengan cara berkoordinasi bersama Dinas terkait dan Stake Holder yang berkepentngan, melakukan revitalisasi jaringan distribusi utama guna menekan tingkat kehiangan air pada jaringan,” papar Juniardi.

Dengan jumlah personel Perumdam Batulanteh Sumbawa sebanyak 176 orang sambung Juniardi, termasuk Direktur Utama, SPI (Satuan Pengawas Internal), Kepala Bagian, Kepala Seksi, Kepala Cabang Kecamatan 11 Orang, Staff Tenaga Tetap 98 Orang dan Tenaga Kontrak 37 Orang, akan tetap berkomitmen tinggi untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat pelanggan (konsumen), dan kami menyampaikan atensi dan apresiasi jika ada saran masukan dan kritik konstruktif dari masyarakat, tutupnya. (IA-aM)






  • Bagikan
error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)