Konsultan Bersama Pemda dan BPN Bahas Batas Tanah Jembatan Pelimpit

  • Bagikan

Sumbawa, Infoaktualnews.com –

Pembangunan dan pembenahan lanjutan tahap kedua Bullevart Jalan Garuda Sumbawa Besar sepanjang 1,27 Km yang dipercayakan penanganannya kepada rekanan kontraktor pelaksana PT Wijaya Karya Nusantara didampingi konsultan PT Akbar Jaya Konsultan KSO dan CV Replica itu dengan nilai kontraknya mencapai Rp 8.683.705.000 (sekitar Rp 8,6 Miliar lebih) dari APBN 2020.

Dengan seiring waktu pelaksanaan kerja selama 240 hari sejauh ini telah dinyatakan tuntas dan selesai, sehingga pada awal Desember lalu dilanjutkan dengan pembangunan jembatan pelimpit Brang Biji Sumbawa, yang dipercayakan penanganannya kepada rekanan pemenang tender kontraktor pelaksana PT Bayang Bungo asal Bandar Lampung didampingi Konsultan Supervisi PT Akbar Jaya Konsultan dan CV Reflesia KSO, dengan masa waktu pelaksanaan kerja 240 hari kalender dan sesuai kontrak biaya pembangunan yang terserap dari APBN sebesar Rp 24,4 Miliar lebih.

Ket. Foto: Kondisi Pengerjaan Proyek Jembatan Plempit

Oleh karena itu, dalam rangka menuntaskan pekerjaan awalnya pihak konsultan dan rekanan kontraktor pelaksana jembatan pelimpit Brang Biji, Senin (4/1) mengadakan koordinasi dengan Pemda Sumbawa diwakili bagian Pertanahan Setda Sumbawa bersama dengan pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kantor Pertanahan Kabupaten Sumbawa, berkaitan dengan batas tanah yang telah dibebaskan oleh Pemda Sumbawa untuk kepentingan pembangunan jembatan pelimpit dimaksud.

Ket. Foto: Kasubag Pengadaan Tanah Bagian Pertanahan Setda Sumbawa Surbini, SE.,MM

Kasubag Pengadaan Tanah Bagian Pertanahan Setda Sumbawa Surbini, SE.,MM dalam keterangannya kepada awak media diruang kerjanya, Senin, (4/1) membenarkan kalau tim konsultan bersama kontraktor pelaksana proyek pembangunan jembatan pelimpit Brang Biji Sumbawa itu telah mengadakan koordinasi dengan pihak BPN Sumbawa diwakili PLH Kasi Survey dan Pemetaan Sahrul SH, terkait persoalan batas tanah disepanjang jalan Garuda Sumbawa yang telah dibebaskan sebelumnya, dimana sejumlah data, luas dan batas dari tanah yang dibebaskan itu telah diperoleh dari BPN Sumbawa, sehingga dapat dijadikan pegangan oleh pihak konsultan bersama kontraktor pelaksana dalam melakukan kegiatan action pekerjaannya di lapangan yang hingga saat ini dinilai berjalan dalam keadaan On The Track.

Sedangkan terkait dengan adanya usulan permintaan sejumlah warga masyarakat yang bermukim disekitar bantaran sungai dekat abutmen jembatan pelimpit Brang Biji Sumbawa agar dapat dibuatkan ruang jalan akses masuk dan keluar pemukiman, Surbini tidak menampik adanya aspirasi masyarakat itu, namun jika dilihat dari kondisi fisik di lapangan maka tidak menutup kemungkinan ada sedikit bagian (bidang) tanah milik warga masyarakat setempat yang terkena dampak, karena itu kita harus menunggu hasil penyisiran dan perhitungan yang dilakukan oleh konsultan jembatan tersebut, sehingga nanti akan tergambar dengan jelas apakah ada bidang tanah yang akan dibebaskan, tukasnya.

“Namun yang jelas, sesuai dengan informasi yang diperoleh proyek pembangunan jembatan pelimpit Brang Biji ini dibiayai menggunakan bantuan APBN menggunakan sistem “Multi Years” (Tahun Jamak) 2020 – 2021, dengan rencana pembangunan jembatan tersebut sepanjang 70 meter dengan lebar 7 meter, sehingga abutment jembatan menjadi lebar, dimana dari hasil set lokasi ada beberapa teras rumah milik warga didekat jembatan itu yang terkena pelebaran, karena itu kita tunggu hasil kongkret dari konsultan jembatan pelimpit tersebut, terkait dengan luas bidang tanah tambahan yang kemungkinan akan ada yang dibebaskan,” papar Surbini.(IA-aM*)






  • Bagikan
error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)