Wow!  Terdakwa Korupsi Balai Nikah Minta “Bebas” Ini Tanggapan Jaksa!

  • Bagikan

Sumbawa, Infoaktualnews.com

Ada hal menarik dalam sidang lanjutan kasus tindak pidana korupsi atas proyek pembangunan gedung Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Kecamatan Labangka Kabupaten Sumbawa Tahun 2018 lalu jilid-II yang melibatkan terdakwa lelaki HMF Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar (PPSM) Kemenag Sumbawa.

Dimana sidang tersebut berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Mataram dipimpin ketua Majelis Hakim Catur Bayu Sulistyo SH dkk Selasa (18/5), didampingi Penasehat Hukum yang ditunjuk negara melalui pledoi pembelaannya secara tertulis sebelumnya meminta agar dirinya dapat dibebaskan dari segala dakwaan dan tuntutan hukum pidana atau dihukum dengan seringan-ringannya, dengan alasan yuridis kalau tindakan yang dilakukan dalam proyek pembangunan gedung Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Labangka Sumbawa itu dinilai telah sesuai dengan ketentuan dan SOP yang berlaku.

Namun, Jaksa Penuntut Umum Kejari Sumbawa Reza Safetsila Yusa, SH dalam tanggapan tertulisnya atas pledoi pembelaan terdakwa, justru tak bergeming dan tetap pada pendiriannya dengan tuntutan pidana yang telah dibacakan pada sidang sebelumnya.

Kendati menuntut pidana terhadap terdakwa HMF selama 4 tahun penjara potong tahanan disertai kewajiban pembayaran denda sebesar Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan. Oleh karena itu, dinilai terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi atas proyek pembangunan gedung Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Kecamatan Labangka Kabupaten Sumbawa Tahun 2018 lalu jilid-II. sebagaimana diatur dalam Pasal 2 UU Nomor 31 Tahun 1999 yang telah dirubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Sementara itu, Jaksa Reza saat dikonfirmasi melalui jaringan telepon seluler usai sidang dari Mataram kepada awak media menyatakan bahwa, kalau tim Jaksa tetap komit dengan tuntutan pidana yang telah dibacakan sebab pihaknya sangat yakin kalau dakwaan pidana korupsi terhadap terdakwa HMF telah dapat dibuktikan bersalah secara sah. dan meyakinkan terlibat dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi atas proyek pembangunan gedung Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Kecamatan Labangka Kabupaten Sumbawa Tahun 2018 lalu jilid-II, ungkapnya.

Lanjut Jaksa Reza, sesuai dengan fakta yang terungkap dipersidangan dari keterangan sejumlah saksi terkait, sejumlah ahli, keterangan terdakwa dan sejumlah barang bukti yang diajukan. Dimana ketika itu terdakwa HMF menjabat sebagai PPSM Kemenag Sumbawa telah membayar termasuk proyek yang dibiayai pembangunannya menggunakan bantuan dana Pusat berupa Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebanyak 100% atau tidak sesuai dengan progres fisik yang dihasilkan, paparnya.

“Bagaimana putusan pidana yang akan diambil oleh Majelis Hakim Tipikor Mataram terhadap diri terdakwa, kita tunggu saja pembacaan putusannya pada sidang lanjutan Senin 7 Juni 2021 mendatang,” tutup Jaksa Reza (IA-06)






  • Bagikan
error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)