Jakarta INFOAKTUALNEWS.COM – PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) menargetkan peningkatan kapasitas produksi aluminium nasional mencapai 900.000 ton per tahun. Hal ini didorong dengan pembangunan fasilitas smelter baru.
Ekspansi dilakukan untuk memperkuat posisi perusahaan sebagai industri aluminium global sekaligus mewujudkan swasembada logam di dalam negeri
Direktur utama PT Inalum Melati Sarnita menjelaskan proyek bertajuk Smelter 2 mempawah ini akan menjadi tonggak transformasi besar bagi perusahaan. Dia mengatakan penambahan kapasitas sebesar 600.000 ton tersebut akN mengerek total produksi Inalum dari level saat ini yabg sebesar 275.000 ton pertahun.
Smelter 2 mempawah adala proyek transformasu untuk Inalum karena daei memiliki 275.000 ton kapasitas aluminium nanti nya akan menjadi 900.000 yon aluminium frngan menambahkan 600.000 to smelter baru di mempawah ujar nya. Saat mengikuti rapat dengat pendaapat (RDP) Komisi XIIDPRI RI.
Sebagai gambaran proyek tersebut membutuhkan investasi senilai US$ 2,4 milyar setara Rp 41,1w triliun (asumsi kurs Rp 17,131 per US$) dengan struktur pendanaan yang berasal dari penjaman sebesar 60% serta ekuitas internal sebesar 40%.
Perusahaan memastikan seluruh pembangunan fisik telah masuk ke dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk mempercepat fase eksekusu di la0angan pada tahun ini.
Tahun ini adalah tahun eksekusu bukan lagi tahun perencanaan Alhamdulillah semua proyek proyek kami sudah masuk ke dalam proyek strategi nasional melalui Permenko RI nonor 4 tahun 2026, pungkas nya.
Untuk mendukung operasional pabrik berskala besar tersrbut Inalum juga tengah memfinalisasi kerja sana penyediaan energi jangka panjang bersama PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sinergi ini mencakup penggunaan pembabgkit listrik tenaga uap (PLTU) selama 30 tahun guna menjamin kepastian pasokan listrik yang efisien bagi smelter aluminium.
Tentu nya kami harapakan sinergi antara Inalum PLN dan pihak terkait dalam hal inj PTBA bisa di wujudkan kareba salah satu keberhasilan dari proyek smelter mempawah itu adalah captive dari PKTU untuk smelter aluminum terang nya.
Melalui integrasu rantai pasok dari hulu hingga ke hilir inalum optimjs dapat meningkatkan daya saing produk aluminium domestik di pasar global upaya inu di harapkan mampu mengubah profil Indonesia menjadi negara industri ligam yang menadiri dan bedaya saing global,(IA/RF).












