SUMBAWA, INFOAKTUALNEWS.COM – Semangat kepramukaan menggema di Lapangan Desa Semamung, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa, Kamis (27/8/2026). Sebanyak sekitar 960 pelajar dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) ambil bagian dalam Lomba Penggalang yang digelar Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Kecamatan Moyo Hulu.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu wadah bagi para peserta didik untuk mengembangkan keterampilan kepramukaan sekaligus menanamkan nilai kedisiplinan, kerja sama, ketangkasan, kreativitas dan kemandirian sejak usia sekolah.
Pelaksanaan lomba dipusatkan di lokasi IV, Lapangan Desa Semamung. Suasana kegiatan tampak semarak dengan kehadiran para peserta yang datang dari berbagai sekolah di wilayah Kecamatan Moyo Hulu.
Ketua Panitia, Nurjanah, S.Pd., SD., mengatakan, kegiatan Lomba Penggalang tersebut dilaksanakan selama tiga hari, mulai 27 hingga 30 Agustus 2026.
Menurutnya, kegiatan ini diikuti oleh seluruh sekolah tingkat SD/MI dan SMP/MTs yang berada di wilayah Kecamatan Moyo Hulu. Jumlah peserta yang mencapai sekitar 960 orang menunjukkan tingginya antusiasme sekolah dan peserta didik terhadap kegiatan kepramukaan.

“Peserta sekitar 960 orang. Kegiatan ini diikuti seluruh sekolah SD/MI dan SMP/MTs di Kecamatan Moyo Hulu,” ujar Nur akrab disapa Kepala Sekolah SDN Karya.
Dalam pelaksanaannya, terang Nur, panitia menyiapkan sejumlah mata lomba yang tidak hanya menguji kemampuan fisik, tetapi juga keterampilan, kecermatan, kecepatan berpikir serta kekompakan setiap regu.
Adapun cabang lomba yang dipertandingkan meliputi Peraturan Baris-Berbaris (PBB) bertingkat, semaphore, Morse, sandi berantai, pionering dan lintas alam. jelasnya.
Beragam jenis perlombaan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman yang lebih lengkap kepada para peserta. PBB, misalnya, menuntut kedisiplinan, ketepatan gerakan dan kekompakan regu. Sementara semaphore dan Morse mengasah kemampuan peserta dalam berkomunikasi menggunakan kode. ucapnya.
Demikian pula dengan lomba sandi berantai yang membutuhkan ketelitian dan kemampuan memahami pesan. Pada cabang pionering, peserta dituntut mampu menerapkan keterampilan tali-temali dan konstruksi sederhana dengan mengutamakan kerja sama tim. sambungnya.

Sementara itu, lintas alam menjadi salah satu tantangan yang menguji ketahanan, keberanian, orientasi medan serta kemampuan peserta dalam menyelesaikan rangkaian tantangan secara bersama-sama.
“Kami berharap kegiatan ini, tidak sekadar menjadi ajang perlombaan untuk memperebutkan prestasi, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter generasi muda. Nilai-nilai yang terkandung dalam kegiatan Pramuka dinilai penting untuk membentuk peserta didik agar memiliki sikap disiplin, bertanggung jawab, mandiri dan mampu bekerja dalam sebuah tim,” imbuhnya.
Dengan melibatkan ratusan pelajar dari berbagai satuan pendidikan, Lomba Penggalang Kwarran Moyo Hulu juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antar pelajar, pembina dan sekolah di wilayah tersebut. harap Nur.
Selama pelaksanaan kegiatan, kata dia, para peserta tidak hanya dituntut menunjukkan kemampuan terbaiknya, tetapi juga menjunjung tinggi sportivitas dan semangat persaudaraan sebagai bagian dari pendidikan kepramukaan.
Antusiasme peserta yang begitu besar diharapkan menjadi energi positif bagi perkembangan Gerakan Pramuka di Kecamatan Moyo Hulu. Kegiatan serupa juga diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai ruang bagi para pelajar untuk mengembangkan potensi sekaligus mengamalkan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari. cetus kepsek SD Karya.
“Lomba Penggalang ini pun menjadi bukti bahwa kegiatan Pramuka masih memiliki tempat penting dalam dunia pendidikan, khususnya dalam membentuk generasi muda yang tangguh, terampil, disiplin, kreatif dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta sesama,” pungkasnya. (*)











