SMPN 1 Sumbawa Perkuat Sinergi dengan Kejaksaan, Kepsek Wisnu: Edukasi Hukum dan Pembentukan Karakter Jadi Benteng Generasi Muda

SUMBAWA, Infoaktualnews.com — Upaya membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, disiplin, serta sadar hukum, terus mendapat perhatian serius dari SMP Negeri 1 Sumbawa Besar.

Salah satu langkah yang dinilai strategis adalah memperkuat kemitraan antara dunia pendidikan dengan jajaran Kejaksaan Negeri Sumbawa. Sinergi tersebut dipandang penting untuk memberikan pemahaman hukum kepada peserta didik sekaligus menjadi langkah preventif dalam mencegah berbagai persoalan hukum yang berpotensi melibatkan generasi muda.

Kehadiran jajaran Kejaksaan di lingkungan sekolah bukan sekadar memberikan materi tentang aturan dan konsekuensi hukum. Lebih dari itu, edukasi tersebut diharapkan mampu menanamkan kesadaran kepada siswa mengenai pentingnya menaati aturan, menjunjung kedisiplinan, bertanggung jawab atas setiap tindakan, serta memiliki karakter yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala SMPN 1 Sumbawa Besar, Wisnu Pujanadi, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas perhatian dan respons positif Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sumbawa terhadap dunia pendidikan.

Hal tersebut disampaikannya kepada Media Infoaktualnews.com, Senin (7/9/2026).

Menurut Wisnu, sosok Kajari Sumbawa dinilai sangat proaktif dalam membangun komunikasi dan membuka ruang kolaborasi dengan pihak sekolah. Bahkan, kesediaan untuk hadir memberikan pembinaan kapan pun dibutuhkan menjadi bentuk perhatian yang sangat berarti bagi dunia pendidikan.

“Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi beliau, salah satu Kajari yang sangat proaktif. Berawal dari undangan Bapak Kadis, beliau menyampaikan bahwa kapan pun dibutuhkan, beliau siap hadir,” ungkap Wisnu.

Ia mengatakan, kehadiran Kajari Sumbawa di sekolah memberikan nilai tersendiri. Selain menjadi bentuk perhatian terhadap pendidikan, pengarahan yang diberikan juga menyentuh aspek yang jauh lebih mendasar, yakni pembentukan karakter peserta didik.

Menurutnya, karakter merupakan fondasi utama yang harus dibangun sejak anak berada di bangku sekolah. Sebab, kecerdasan akademik tanpa diimbangi karakter, kedisiplinan dan tanggung jawab akan menjadi kurang optimal dalam mempersiapkan generasi masa depan.

“Beliau bisa memberikan pengarahan dan pembinaan, baik kepada bapak ibu guru maupun kepada anak-anak tentang hukum dan karakter. Terutama karakter, ini yang paling penting. Beliau menyampaikan bahwa pembentukan karakter itu harus dimulai dari sekolah, termasuk kedisiplinan dan hal-hal lainnya,” tuturnya.

Edukasi Hukum sebagai Langkah Pencegahan

Wisnu menilai, pendidikan hukum bagi pelajar harus dilakukan sejak dini. Anak-anak perlu memahami bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi, sehingga mereka dapat belajar membedakan antara tindakan yang benar dan yang berpotensi menimbulkan persoalan hukum.

Menurutnya, pemahaman tersebut jauh lebih efektif apabila diberikan melalui pendekatan edukatif dan persuasif di lingkungan sekolah. Dengan demikian, hukum tidak dipandang sebagai sesuatu yang menakutkan, melainkan sebagai bagian dari kehidupan yang harus dipahami dan ditaati.

Edukasi hukum juga menjadi bagian penting dari upaya pencegahan. Para siswa diharapkan memiliki kesadaran untuk menjaga diri, menghormati orang lain, menaati tata tertib sekolah, serta tidak mudah terjerumus dalam berbagai tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Karena itu, menurut Wisnu, pembinaan hukum dari Kejaksaan memiliki nilai strategis dalam mendukung tugas sekolah membentuk peserta didik yang berkarakter, disiplin dan bertanggung jawab.

Kemitraan Diharapkan Berkelanjutan

Pihak SMPN 1 Sumbawa Besar berharap kerja sama dengan jajaran Kejaksaan Negeri Sumbawa tidak berhenti pada satu kegiatan. Sebaliknya, kemitraan tersebut diharapkan dapat menjadi agenda pembinaan yang berlangsung secara berkelanjutan.

Wisnu memahami bahwa Kajari memiliki berbagai tugas dan tanggung jawab yang tidak memungkinkan untuk selalu hadir secara langsung di setiap kegiatan sekolah. Namun, menurutnya, pembinaan tetap dapat dilakukan dengan melibatkan para jaksa maupun jajaran Kejaksaan lainnya.

“Artinya, kemitraan dengan teman-teman Kejaksaan sangat diperlukan. Kami menginginkan seterusnya ada pembinaan dari Kejaksaan. Walaupun mungkin beliau tidak selalu bisa hadir sebagai kepala, bisa dari anggota beliau yang memberikan pembinaan,” katanya.

Ia menilai, pola kolaborasi tersebut akan memberikan manfaat besar bagi sekolah. Guru mendapatkan penguatan dalam memahami berbagai aspek hukum yang berkaitan dengan lingkungan pendidikan, sementara para siswa memperoleh wawasan langsung dari aparat penegak hukum.

Dengan komunikasi yang terbangun secara baik, berbagai persoalan yang berpotensi muncul di kalangan pelajar juga diharapkan dapat dicegah sejak dini.

Ruang Inspirasi bagi Generasi Muda

Lebih jauh, Wisnu berharap kehadiran jajaran Kejaksaan tidak hanya menjadi momentum edukasi hukum, tetapi juga mampu memberikan inspirasi dan motivasi kepada para siswa.

SMPN 1 Sumbawa Besar sendiri memiliki sejumlah kegiatan yang diarahkan untuk membangun motivasi, wawasan dan karakter peserta didik. Salah satunya adalah kegiatan inspiratif yang dilaksanakan setiap Rabu pagi dan digelar dua kali dalam sebulan.

Menurut Wisnu, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang yang sangat positif bagi para siswa untuk berinteraksi dan mendapatkan pengalaman dari berbagai tokoh maupun profesi.

“Kami berharap nanti bisa memberikan inspirasi, sesuatu yang inspiratif bagi anak-anak. Karena memang kami juga memiliki kegiatan inspiratif setiap Rabu pagi, setiap satu bulan dua kali. Itu bisa menjadi ruang bagi Kejaksaan untuk hadir memberikan motivasi dan edukasi kepada anak-anak,” pungkasnya.

Sinergi antara sekolah dan Kejaksaan tersebut pada akhirnya diharapkan tidak hanya melahirkan siswa yang memahami hukum, tetapi juga generasi yang mampu menjadikan hukum sebagai pedoman dalam bertindak.

Sebab, membangun kesadaran hukum sejak bangku sekolah bukan hanya tentang mencegah pelanggaran, melainkan tentang menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, integritas dan karakter sebagai bekal generasi muda menghadapi masa depan. (*)

error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)