InfoaktualNews.com || Mataram, NTB – Beredarnya video viral yang memperlihatkan sekelompok pengendara motor diduga membawa dan memainkan senjata tajam (sajam) di ruang publik membuat masyarakat resah. Menyikapi kondisi tersebut, Polresta Mataram bergerak cepat dengan menggelar Operasi Cipta Kondisi untuk memastikan situasi Kamtibmas tetap aman dan kondusif.
Dalam operasi yang digelar Jumat sore (11/09/2026) tersebut, belasan pemuda dan remaja yang diduga merupakan anggota salah satu klub atau komunitas motor diamankan untuk menjalani pemeriksaan di Mapolsek Kota Mataram.
Operasi melibatkan Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Sat Reskrim Polresta Mataram serta tim Opsnal dari seluruh Unit Reskrim jajaran Polsek di wilayah hukum Polresta Mataram di backup oleh Tim URC PUMA Jatanras Direktorat Reskrium Polda NTB.
Kapolresta Mataram Kombes Pol. Hendro Purwoko, SIK., MH., melalui Kasat Reskrim Polresta Mataram AKP I Made Dharma YP., S.T.K., SIK., M.Si., mengatakan langkah tersebut dilakukan menyusul munculnya video di media sosial yang memperlihatkan aktivitas kelompok motor yang dinilai dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat.
“Melihat situasi tersebut, Polresta Mataram gerak cepat mengambil tindakan tegas dengan melaksanakan operasi sebagai langkah cipta kondisi Kamtibmas di wilayah hukum Polresta Mataram,” ujar Dharma.
Dalam pelaksanaan Operasi Cipta Kondisi, petugas berhasil mengamankan belasan pemuda dan remaja yang diduga sebagai anggota klub motor tersebut. Mereka kemudian dibawa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan keterlibatan masing-masing dalam aktivitas yang meresahkan masyarakat.
“Untuk sementara kami mengamankan belasan pemuda dan remaja anggota klub motor untuk diperiksa secara intensif. Tindakan tegas ini diambil karena masyarakat merasa resah dengan ulah klub motor seperti yang viral di media sosial tersebut,” tegasnya.
Dharma menambahkan, proses pemeriksaan masih berlangsung. Polisi juga terus melakukan pengembangan untuk mengidentifikasi serta mencari anggota lain yang diduga terlibat dalam kelompok motor tersebut.
Menurutnya, pihak kepolisian tidak akan memberikan ruang terhadap aktivitas kelompok yang berpotensi mengganggu ketertiban umum, terlebih jika ditemukan adanya kepemilikan senjata api maupun penggunaan senjata tajam di kawasan publik.
“Untuk sementara kami baru mengamankan belasan orang dan untuk status hukum masih dalam proses pemeriksaan. Jika ada yang terbukti melakukan berbagai aktivitas yang meresahkan, termasuk kepemilikan senpi ataupun membawa sajam di kawasan publik, maka tentu akan kita proses sesuai hukum yang berlaku,” pungkasnya.
Operasi Cipta Kondisi tersebut sekaligus menjadi langkah preventif Polresta Mataram dalam merespons keresahan masyarakat serta mencegah potensi gangguan keamanan yang dapat berkembang menjadi tindak kriminalitas di wilayah Kota Mataram.
laporan : Riyan











