Lombok Utara – infoaktualnews.com.
Dalam rangka memenuhi salah satu tujuan kedatangan di Nusa Tenggara Barat yakni untuk melihat perkembangan penanganan Covid-19 yang dilakukan oleh Kapolda NTB bersama Jajarannya
Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol. Drs. Arief Sulistyanto, M.Si., meninjau pelaksanaan Vaksinasi Presisi bagi masyarakat Lombok Utara secara virtual, pada Sabtu (28/8)
Vaksinasi Presisi yang bersinergi dengan TNI, Polri, Pemda Kabupaten Lombok Utara bersama Baharkam Polri, dilaksanakan di Aula Sarja Arya Racana (SAR), didampingi langsung oleh Kapolres Lombok Utara, AKBP Feri Jaya Satriansyah, S.H.
Dalam kesempatannya ia menyampaikan bahwa Polres Lombok Utara menyediakan quota sebanyak 50 vial Vaksin Sinovac untuk 500 orang
Dengan bersinergi bersama TNI dan Dinas Kesehatan Lombok Utara dan Puskesmas Gangga dalam pelaksanaan vaksinasi dengan dibangi menjadi 2 tim vaksinator yang terdiri dari 8 orang yang akan membantu kegiatan ini,” jelas Feri
Kapolres Lombok Utara dalam dialog virtualnya bersama Kabaharkam, ia melaporkan dari total jumlah penduduk Lombok Utara 230.000 jiwa, ditargetkan yang harus mendapatkan vaksin adalah 155.000 jiwa. Sementara masyarakat yang melakukan vaksinasi baru 36.000 jiwa
Selanjutnya, Komjen Pol. Drs. Arief Sulistyanto, M.Si. memastikan, program vaksinasi ini akan terus berjalan, sehingga, dikatakan olehnya, semakin banyak warga masyarakat yang mencapai herd immunity
Dia juga mengingatkan bahwa yang terpenting setelah vaksinasi ini adalah tetap menjaga protokol kesehatan, tetap menggunakan masker. “Bukan berarti sudah vaksinasi sudah bisa bebas. Protokol kesehatan harus tetap dipatuhi dan ditaati,” pungkasnya
AKBP Feri Jaya Satriansyah, S.H., selaku Kapolres Lombok Utara menyampaikan anjurannya kepada masyarakat agar jangan ragu melakukan vaksinasi
“Vaksinnya sudah dinyatakan aman oleh Balai POM dan sudah dinyatakan halal oleh Majelis Ulama Indonesia,” ujarnya
Ia mengajak masyarakat agar bersama-sama tuntaskan vaksinasi sehingga cepat tercapai target herd immunity dan masyarakat dapat beraktivitas dengan normal
( Ibn )












