Sumbawa Barat, Infoaktualnews.com – Hampir satu bulan sejak resmi turun pertama kali pada tanggal (7/11) Tim Pejuang Muda Kementrian Sosial Republik Indonesia oleh Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat sudah verivali di 4 Kecamatan.
Adapun empat Kecamatan yang sudah dilaksanakan verivali DTKS diantaranya Kecamatan Brang Ene, Brang Rea, Jereweh, dan hari ini terakhir di Kecamatan Maluk.
Kordinator Pejuang Muda Kemensos KSB Rajab saat di konfirmasi media ini, Ahad (28/11) mengatakan bahwa, pihaknya sudah melakukan verivali data sesuai tugas dari kemensos, namun dalam kita terjun ke masyarakat, kami pun sebagai Mahasiswa sebisanya akan melakukan pemetaan masalahnya melalui kegiatan ini, serta identifikasi alternatif solusi, formulasi solusi terbaik, perencanaan sumber daya dan capaian, terhadap permasalahan yang terjadi di masyarkat.
“Sejauh ini kami sudah melakukan verivali data serta pemetaan sesuai dengan prosedur dari Kemensos,” Katanya.
Lanjut, Rajab akrab disapa Mahasiswa Universitas Nahdatul ulama Indonesia Jakarta menjelaskan bahwa, selama di lapangan selain berkoordinasi dengan kecamatan dan pihak desa. Teman-teman dari tim pejuang muda ini di bantu oleh tim PDPGR yang di bentuk oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, sehingga memudahkan mereka dalam melakukan pendataan.
“Selama di lapangan, selain koordinasi dengan pihak Pemerintah Kecamatan dan desa, kami juga dibantu oleh Tim PDPGR sehingga dengan keberadaannya, kami sangat terbantu,” ungkap rajab.
Sementara itu, ditempat terpisah saat dikonfirmasi media ini, pihak Kecamatan Maluk saat pelepasan secara simbolis pada Jum’at (26/11) melalui Kasi Pemerintahan Fakhroni dan Aswar Ardiansyah, SH., berpesan agar selama di lapangan Tim Pejuang Muda dapat melakukan tugas sesuai dengan amanah dari Kemensos dan data yang dihasilkan riil sesuai dengan apa yang ditemukan di lapangan.
“Saya berpesan agar teman-teman mahasiswa dapat bekerja sesuai dengan amanah yang diberikan untuk mendapat hasil yang rill” cetus Aswar.
Di sisi lain, Pendamping Pendamping Keluarga Harapan (PKH) Ujang berharap agar dengan turunnya mahasiswa secara langsung ke lapangan dapat melihat secara langsung kondisi permasalahan masyarakat Maluk sehingga dapat memberikan beberapa ide cemerlang untuk solusi terkait persoalan masyarakat Maluk.
“Saya berharap teman-teman Pejuang Muda dapat membantu kami terkait solusi cemerlang sesuai dengan persoalan yang didapat selama turun lapangan” harapnya. (IA-Gaff)










