Sumbawa, infoaktualnews.com – sejak lama dikenal sebagai Kabupaten gudang ternak di NTB karena populasi ternak besar terus dipelihara, dipertahankan dan dikembangkan biakan dengan baik oleh para petani peternak,
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sumbawa, H Junaidi, STP.,mengungkapkan bahwa, terkait dengan penyakit mulut dan Kaki (PMK)ternak yang ada di Daerah ini masih dalam kondisi aman serta terkendali. Dan peningkatan populasi ternak menunjukan trend positif yang tersebar di seluruh kecamatan, ujarnya, Senin (1/8).
Lanjut Haji Jun akrab disapa, dari hasil evaluasi populasi ternak masyarakat selama kurun waktu dua tahun terakhir 2020-2021 meningkat di Kabupaten Sumbawa mencapai 236.554 ekor, meningkat pada tahun 2021 menjadi 257.100 ekor.
Adapun ternak sapi yang dimaksudkan yakni untuk sapi Bali, Brangus dan untuk sapi khas Sumbawa populasi mencapai total 8.564 ekor pada tahun 2020, tren meningkat di tahun 2021 menjadi 12.065 ekor terang Haji Jun.
Kemudian sapi peranakan populasi 2020 mencapai total 6.378 ekor dan tahun 2021 sebanyak 3.865 ekor, begitu pula untuk kerbau Sumbawa populasi tahun 2020 sebanyak 27.054 ekor meningkat tahun 2021 menjadi 29.576 ekor, dan untuk kuda Sumbawa tahun 2020 sebanyak 14.208 ekor meningkat tahun 2021 menjadi 14.248 ekor, dengan jumlah total ternak besar tahun 2020 sebanyak 293.758 ekor meningkat jumlahnya pada tahun 2021 menjadi 316.854 ekor, papar Haji Jun
Dan untuk data populasi ternak besar tahun ini tambah Haji Jun, sejauh ini baru dapat diketahui jumlahnya setelah tim teknis melakukan program registrasi ternak se Kabupaten Sumbawa yang baru dimulai awal Agustus – Desember 2022.
“Insha’Allah, kami prediksi populasinya tetap dalam keadaan stabil. saat ini ternak di tanah samawa ini masih bebas dan bebas dari PMK, namun langkah antisipasi sejak dini telah dilakukan dengan baik sesuai dengan program yang direncanakan,” pungkasnya (IA)












