MATARAM , infoaktualNews.Com_ Hari Lahir Kemenkumham atau Hari Dharma Karya Dhika ke-78 diperingati oleh Seluruh jajaran Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) dengan melaksanakan Apel upacara bendera secara serentak termasuk di Kanwil Kemenkumham NTB pada senin (21/8/2023).
Peringatan hari Dharma Karya Dhika tersebut bertemakan temakan ” Kementerian Hukum dan HAM Semakin Berkualitas untuk Indonesia Maju ” Hari Kelahiran Kemenkumham ini dimaknai sebagai upaya merefleksikan semangat segenap Insan Pengayoman dalam memberikan pengabdian yang semakin berkualitas.
Di Hari Dharma Kaya Dhika tersebut Kemenkumham NTB berhasil meraih penghargaan peringkat pertama , pada implementasi Norma Standar Produser dan Kriteria (NSPK) dan juga berhasil mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian sebanyak 14 kali.
KemenKumham NTB juga berhasil raih penghargaan dari Kemenpan RB atas sinergitas pengadaan calon ASN dan Tata Kelola Sekolah Kedinasan dan penghargaan sebagai badan publik informatif serta mendapatkan penghargaan terkait dengan penerapan layanan SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik) terhadap 26 layanan publik.
Dalam Peringatan Hari Lahir Kemenkumham tahun in dijadikan sebagai momentum refleksi diri atas apa yang telah diperbuat dalam pengabdian diri untuk perbaikan bkedepanya ” ungkap Kepalav Kantor Wilayah NTB Romi Yudianto saat membacakan amanat Menkumham Yasonna H. Laoly pada senin (21/8/2023)
Dalam amanatnya Yasonna meminta jajaran Kemenkumham untuk tetap berinovasi menciptakan terobosan yang kreatif untuk memudahkan pekerjaan dan memberikan pelayanan publik kepada masyarakat dengan menggelorakan semangat kolektif yang harmoni sinkron serta mampu berkolaborasi baik dengan stakeholder terkait lainya.” Imbaunya (21/8/2023)
Tambah dalam amanat Yasonna agar tetap tanamkan tata nilai PASTI dalam memberikan pengabdian yang terbaik dan Jangan berkerja di luar SOP apa lagi menyalah gunakan wewenag dan jabatan.
Bangun citra positif untuk terus tingkatkanb kepercayaan masyarakat dengan berkinerja profesional dan berintegritas,” pungkas Romi Yudianto.(red)












