Narkoba Kian Mengancam Generasi Muda, HMI Cabang Sumbawa Demo Polres Sumbawa

SUMBAWA, infoaktualnews.com – Ancaman narkoba di Kabupaten Sumbawa kian memprihatinkan. Peredaran barang haram yang dinilai semakin masif memicu gelombang kepedulian mahasiswa. Ratusan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sumbawa turun ke jalan, Senin (3/3/2026), menggelar aksi damai di depan Polres Sumbawa sebagai bentuk protes sekaligus kontrol sosial atas maraknya peredaran narkoba di daerah ini.

Dalam orasinya, Ketua HMI Cabang Sumbawa, Wahyudin, menyoroti tingginya angka pengungkapan kasus narkoba yang justru dianggap sebagai alarm keras bahwa peredaran masih terus terjadi. Ia mempertanyakan efektivitas pengawasan di pintu-pintu masuk Sumbawa, baik jalur darat maupun laut, yang dinilai masih menjadi celah masuknya narkotika

Mahasiswa menilai kondisi ini sebagai sebuah paradoks. Di satu sisi, aparat aktif melakukan penangkapan dan penggerebekan. Namun di sisi lain, jaringan peredaran narkoba seolah tak pernah putus. Situasi tersebut memunculkan pertanyaan publik tentang sistem pengawasan internal serta dugaan adanya pihak-pihak yang membekingi jaringan peredaran.

“Kami ingin tahu apa yang sebenarnya membekingi peredaran ini, sehingga narkoba masih terus masuk dan beredar di Kabupaten Sumbawa,” tegas Wahyudin di hadapan massa aksi.

Menanggapi tuntutan mahasiswa, Kapolres Sumbawa, AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K., menegaskan komitmennya untuk memberantas narkotika tanpa pandang bulu. Ia mengapresiasi kepedulian mahasiswa yang disebutnya sebagai bagian penting dari kontrol sosial terhadap institusi penegak hukum.

Sejak menjabat pada Agustus lalu, Kapolres menegaskan tidak pernah menghentikan satu pun perkara narkoba melalui SP3. Seluruh kasus, menurutnya, diproses hingga tuntas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Sejak saya menjabat, tidak pernah sekalipun saya meng-SP3-kan satu pun kasus narkoba untuk para pengedar. Semua kami lanjutkan ke proses hukum,” tegasnya.

Terkait dugaan lemahnya pengawasan di jalur distribusi, ia menekankan bahwa pemberantasan narkoba bukan semata tugas kepolisian. Diperlukan kolaborasi lintas sektor bersama BNN, pemerintah daerah, serta dukungan aktif masyarakat dalam pengawasan dan pencegahan.

Kapolres juga membantah keras tudingan adanya praktik pembekingan bandar narkoba oleh oknum aparat. Ia bahkan membuka ruang pelaporan secara langsung jika ditemukan indikasi keterlibatan anggota.

“Jika ada anggota yang terbukti terlibat, silakan laporkan kepada saya. Saya tidak akan mentolerir,” ujarnya dengan tegas.

Aksi damai tersebut berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. HMI berharap komitmen yang disampaikan Kapolres tidak hanya menjadi pernyataan di atas kertas, melainkan diwujudkan secara konsisten di lapangan.

Persoalan narkoba bukan sekadar angka penangkapan atau statistik tahunan. Ini adalah ancaman nyata bagi generasi muda dan masa depan Sumbawa. Publik kini menanti langkah konkret dan sinergi nyata agar Kabupaten Sumbawa benar-benar bersih dari jerat narkotika. (IA)

Mau punya Media Online sendiri?
Tapi gak tau cara buatnya?
Humm, tenang , ada Ar Media Kreatif , 
Jasa pembuatan website berita (media online)
Sejak tahun 2018, sudah ratusan Media Online 
yang dibuat tersebar diberbagai daerah seluruh Indonesia.
Info dan Konsultasi - Kontak 
@Website ini adalah klien Ar Media Kreatif disupport 
dan didukung penuh oleh Ar Media Kreatif

error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)