Dikbud Sumbawa Harapkan Program Pusat, Kabid Alwan Sebut 878 Ruang Kelas SD Rusak

Sumbawa, infoaktualnews.com –  Sebanyak 878 ruang kelas Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Sumbawa tercatat mengalami kerusakan sedang hingga berat berdasarkan data Dapodik tahun 2025, dengan rincian 556 ruang kelas rusak sedang dan 322 rusak berat.

Angka tersebut telah mengalami penurunan melalui penanganan rehabilitasi yang dilakukan pada anggaran 2025 dan 2026. Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sarana pendidikan dasar.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sumbawa, Budi Sastrawan, S.IP., M.Si., melalui Kepala Bidang SD, Husnul Alwan, mengungkapkan bahwa saat ini sebanyak 52 SD telah terverifikasi dalam program revitalisasi yang berpeluang mendapatkan bantuan perbaikan dari pemerintah pusat.

“Kami berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana, meskipun dalam kondisi keterbatasan fiskal daerah. Program revitalisasi dari pusat menjadi salah satu solusi yang kami optimalkan,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Selasa (7/4).

Tak hanya persoalan ruang belajar yang rusak, kebutuhan penambahan kelas baru juga menjadi tantangan tersendiri. Berdasarkan data tahun 2025, terdapat sekitar 179 kebutuhan ruang kelas baru di seluruh SD di Kabupaten Sumbawa, seiring dengan meningkatnya jumlah siswa setiap tahun.

“Kebutuhan ini tentu memerlukan anggaran besar dan tidak bisa sepenuhnya ditanggung oleh APBD. Karena itu, kami terus mengupayakan dukungan dari pemerintah pusat, termasuk melalui skema revitalisasi,” jelasnya.

Program revitalisasi tidak membedakan lokasi sekolah, terang Alwan, baik di wilayah perkotaan maupun pelosok. Penentuan bantuan sepenuhnya didasarkan pada data Dapodik yang diinput oleh masing-masing sekolah, sehingga prinsip pemerataan tetap terjaga.

Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya validitas data yang dilaporkan oleh satuan pendidikan.

“Kami menghimbau seluruh sekolah untuk terus memperbarui data Dapodik. Karena penentuan dari pusat berdasarkan data tersebut, maka keakuratan data menjadi sangat penting,” tegasnya.

Di tengah keterbatasan anggaran daerah, Disdikbud tetap berupaya melakukan perbaikan secara bertahap. Untuk tahun 2026, pemerintah menargetkan penambahan sekitar 10 hingga 15 ruang kelas baru guna mengurangi kekurangan ruang belajar yang ada.

Selain ruang kelas, kebutuhan sarana penunjang seperti meja, kursi, laboratorium, hingga fasilitas sanitasi juga terus menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan dasar di Sumbawa.

Tentunya, tegas Alwan, komitmen pemerintah daerah untuk terus mengejar perbaikan sarana pendidikan di tengah keterbatasan yang ada.

“Kami tetap berupaya maksimal dan bertahap agar seluruh kebutuhan sarana pendidikan dapat terpenuhi. Ini menjadi komitmen kami demi peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Sumbawa,” pungkasnya. (*)

Mau punya Media Online sendiri?
Tapi gak tau cara buatnya?
Humm, tenang , ada Ar Media Kreatif , 
Jasa pembuatan website berita (media online)
Sejak tahun 2018, sudah ratusan Media Online 
yang dibuat tersebar diberbagai daerah seluruh Indonesia.
Info dan Konsultasi - Kontak 
@Website ini adalah klien Ar Media Kreatif disupport 
dan didukung penuh oleh Ar Media Kreatif

error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)