SMAN 1 dan SMAN 2 Sumbawa Belum Terbitkan Ijazah, Ini Komentar KCD Dikpora Sumbawa!

SUMBAWA, infoaktualnews.com – Dunia pendidikan di Kabupaten Sumbawa kembali menjadi sorotan. Hingga saat ini, dua sekolah tingkat menengah atas ternama di daerah tersebut, yakni SMAN 1 Sumbawa Besar dan SMAN 2 Sumbawa Besar, diketahui belum menerbitkan ijazah bagi siswa-siswi yang telah dinyatakan lulus pada Tahun Ajaran 2025–2026.

Kondisi ini menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat, khususnya para orang tua dan siswa yang membutuhkan ijazah untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun untuk keperluan administrasi lainnya.

Pasalnya, di saat sejumlah sekolah tingkat SMA, SMK maupun MA di Kabupaten Sumbawa sudah mulai membagikan ijazah kepada para lulusan, dua sekolah negeri favorit tersebut justru masih belum menyerahkan dokumen penting itu kepada para alumni mereka.

Situasi tersebut pun memicu berbagai spekulasi dan keluhan dari masyarakat. Tidak sedikit siswa yang merasa khawatir karena ijazah menjadi syarat utama untuk pendaftaran kuliah, seleksi pekerjaan, hingga pengurusan berbagai dokumen administratif lainnya.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Cabang Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Wilayah IV Sumbawa, Junaidi, S.Pd., M.Pd., angkat bicara. Ia menjelaskan bahwa keterlambatan penerbitan ijazah tersebut bukan karena unsur kesengajaan dari pihak sekolah, melainkan masih berkaitan dengan proses administrasi dan teknis yang harus diselesaikan terlebih dahulu sesuai ketentuan yang berlaku. ujarnya saat dikonfirmasi media ini, Jumat (22/5).

Menurut Junaidi, proses penerbitan ijazah harus dilakukan secara teliti dan hati-hati agar tidak terjadi kesalahan data yang nantinya dapat merugikan siswa di masa depan. Mulai dari validasi identitas peserta didik, sinkronisasi data kelulusan, hingga pencetakan dokumen, semuanya harus melalui tahapan yang sesuai prosedur.

“Penerbitan ijazah tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa. Ada tahapan administrasi yang harus diselesaikan agar dokumen yang diterbitkan benar-benar valid dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” jelasnya.

Ia menegaskan, pihak Dikpora Wilayah IV Sumbawa terus melakukan koordinasi dengan pihak sekolah terkait percepatan proses penerbitan ijazah tersebut. Bahkan, pihaknya meminta agar sekolah segera menuntaskan seluruh tahapan administrasi sehingga para siswa bisa segera menerima hak mereka.

“Kami memahami keresahan siswa dan orang tua. Karena itu kami terus mendorong agar prosesnya bisa segera selesai dan ijazah dapat dibagikan dalam waktu dekat,” ujarnya.

Junaidi juga memastikan bahwa keterlambatan tersebut tidak akan menghilangkan hak siswa untuk mendapatkan ijazah. Seluruh lulusan yang telah dinyatakan memenuhi syarat kelulusan tetap akan menerima dokumen resmi tersebut setelah seluruh proses administrasi rampung.

Selain itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya. Menurutnya, pihak sekolah dan Dikpora tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada peserta didik serta memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan.

Di sisi lain, sejumlah orang tua siswa berharap agar persoalan tersebut segera mendapatkan solusi. Mereka meminta adanya percepatan proses penerbitan ijazah mengingat banyak siswa yang saat ini sedang mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun mengikuti seleksi lainnya.

“Kami berharap secepatnya bisa dibagikan karena anak-anak membutuhkan ijazah untuk daftar kuliah dan administrasi lainnya,” ungkap salah satu wali murid.

Keterlambatan penerbitan ijazah memang menjadi perhatian serius dalam dunia pendidikan, sebab dokumen tersebut merupakan bukti resmi kelulusan sekaligus salah satu syarat penting untuk melanjutkan jenjang pendidikan maupun memasuki dunia kerja.

Dengan adanya penjelasan dari Dikpora Wilayah IV Sumbawa, diharapkan masyarakat dapat memahami kondisi yang terjadi serta tetap bersabar menunggu proses penyelesaian administrasi yang tengah dilakukan pihak sekolah. Pemerintah juga diharapkan mampu memastikan pelayanan pendidikan berjalan maksimal sehingga hak-hak peserta didik dapat terpenuhi secara tepat waktu dan profesional.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Sumbawa Besar H Muhammad Ihsan mengungkapkan bahwa, terkait hal ini, Ia akui tidak bisa memberikan banyak komentar.

“Nantinya, kita tunggu informasi dari Pusat yakni Kemendikdasmen RI,” singkat. (IA)

Mau punya Media Online sendiri?
Tapi gak tau cara buatnya?
Humm, tenang , ada Ar Media Kreatif , 
Jasa pembuatan website berita (media online)
Sejak tahun 2018, sudah ratusan Media Online 
yang dibuat tersebar diberbagai daerah seluruh Indonesia.
Info dan Konsultasi - Kontak 
@Website ini adalah klien Ar Media Kreatif disupport 
dan didukung penuh oleh Ar Media Kreatif

error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)