10 Miliar Penyertaan Modal ke PDAM, Fraksi PAN Tegaskan Minta Pemda Jangan Hanya Tambal Kerugian

Sumbawa, infoaktualnews.com, – Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kabupaten Sumbawa melontarkan sorotan tajam terhadap rencana penyertaan modal daerah sebesar Rp10 miliar kepada Perumda Air Minum Batu Lanteh dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang penyertaan modal.

Fraksi PAN menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak boleh sekadar menjadi jalan pintas pemerintah daerah untuk menutup kerugian operasional perusahaan daerah tanpa pembenahan menyeluruh terhadap persoalan mendasar yang selama ini membelit Perumda.

Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa dari Fraksi PAN, H. Rusdi, menekankan bahwa setiap rupiah dari uang rakyat harus memiliki arah penggunaan yang jelas, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada publik. Senin (4/5).

Menurutnya, penyertaan modal bukan sekadar soal menambah anggaran, tetapi harus menjadi momentum reformasi total bagi Perumda Batu Lanteh agar mampu keluar dari persoalan klasik yang terus berulang.

“Fraksi PAN tidak menolak penyertaan modal. Namun yang kami pertanyakan adalah orientasinya. Apakah dana Rp10 miliar ini benar-benar untuk pembangunan jaringan pipa, peningkatan instalasi pengolahan air, pembenahan infrastruktur, dan peningkatan layanan masyarakat, atau hanya digunakan untuk menutup defisit operasional? Jika hanya menutup kerugian, maka ini bukan solusi, melainkan pengulangan masalah,” tegas Rusdi.

Pernyataan tersebut menjadi alarm keras di tengah harapan masyarakat terhadap perbaikan pelayanan air bersih yang lebih optimal. PAN menilai, penyertaan modal harus diarahkan untuk pembenahan struktural, bukan sekadar menjaga perusahaan tetap hidup tanpa transformasi nyata.

Rusdi menjelaskan, berbagai Perumda air minum di banyak daerah umumnya menghadapi persoalan serupa, mulai dari tingginya kebocoran jaringan distribusi, membengkaknya piutang pelanggan, tarif yang tidak sebanding dengan biaya operasional, hingga kondisi infrastruktur yang menua dan tidak efisien. Jika akar persoalan ini tidak diselesaikan, maka suntikan modal berisiko hanya menjadi beban baru bagi keuangan daerah.

Karena itu, Fraksi PAN meminta Pemerintah Kabupaten Sumbawa membuka secara transparan laporan kondisi keuangan, capaian kinerja, serta evaluasi menyeluruh terhadap Perumda Batu Lanteh selama beberapa tahun terakhir sebelum kebijakan penyertaan modal dijalankan.

“Tanpa data yang jelas, kita tidak bisa menilai apakah perusahaan ini memang layak mendapat tambahan modal atau justru perlu pembenahan manajemen terlebih dahulu. Ini uang rakyat, jadi penggunaannya wajib terbuka dan akuntabel,” lanjutnya.

Dalam forum pembahasan, pemerintah daerah menyampaikan bahwa penyertaan modal akan dilakukan secara bertahap, berbasis evaluasi, dan ditujukan untuk memperkuat kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Namun bagi Fraksi PAN, jawaban tersebut dinilai masih terlalu normatif dan belum menjawab substansi utama yang dipertanyakan legislatif.

PAN menilai publik membutuhkan penjelasan konkret, bukan sekadar narasi umum. Kejelasan mengenai peruntukan anggaran, target capaian, indikator keberhasilan, serta dampak langsung terhadap pelayanan masyarakat menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

“Yang dibutuhkan bukan sekadar pernyataan normatif. Kami ingin kejelasan: dana ini dipakai untuk apa, targetnya apa, dan hasil akhirnya bagaimana. Jangan sampai penyertaan modal hanya menjadi formalitas anggaran tanpa perubahan berarti,” ujar Rusdi dengan tegas.

Sorotan PAN ini mencerminkan meningkatnya tuntutan publik agar setiap kebijakan anggaran benar-benar berorientasi pada kepentingan masyarakat, khususnya dalam sektor pelayanan dasar seperti air bersih. Perumda Batu Lanteh diharapkan tidak hanya bertahan secara operasional, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas layanan, memperluas jangkauan distribusi, serta memberi kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Fraksi PAN pun menegaskan, ke depan setiap kebijakan penyertaan modal terhadap BUMD harus berbasis prinsip transparansi, efektivitas, dan manfaat nyata. Bagi PAN, penyertaan modal bukan sekadar soal menyuntik dana, tetapi tentang memastikan bahwa investasi daerah benar-benar menghasilkan perubahan, bukan sekadar menutup luka lama dengan anggaran baru. (*)

Mau punya Media Online sendiri?
Tapi gak tau cara buatnya?
Humm, tenang , ada Ar Media Kreatif , 
Jasa pembuatan website berita (media online)
Sejak tahun 2018, sudah ratusan Media Online 
yang dibuat tersebar diberbagai daerah seluruh Indonesia.
Info dan Konsultasi - Kontak 
@Website ini adalah klien Ar Media Kreatif disupport 
dan didukung penuh oleh Ar Media Kreatif

error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)