Sumbawa, infoaktualnews.com – Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini. Salah satu langkah strategis yang kini dilakukan adalah mengusulkan sebanyak 21 Taman Kanak-kanak (TK) dan PAUD swasta untuk ditingkatkan statusnya menjadi Taman Kanak-kanak Negeri.

Upaya tersebut diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap layanan pendidikan anak usia dini yang berkualitas sekaligus memperkuat pemerataan pendidikan di seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa melalui Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF), Fathul Yamin, S.Pd., saat ditemui pada Rabu (23/7), mengungkapkan bahwa pihaknya telah menggelar pertemuan bersama 21 kepala sekolah yang mengajukan perubahan status sekolah menjadi TK Negeri.

Menurutnya, usulan tersebut bukan sekadar perubahan nama atau status kelembagaan, tetapi merupakan bagian dari upaya meningkatkan mutu layanan pendidikan, terutama dari sisi sarana dan prasarana, kualitas pengelolaan sekolah, serta pemerataan pelayanan pendidikan bagi masyarakat.
“Hari ini kami mengadakan pertemuan bersama 21 kepala sekolah yang mengusulkan sekolahnya menjadi TK Negeri. Usulan tersebut muncul atas dasar kebutuhan masyarakat dan menjadi kesepakatan bersama antara kepala sekolah, para guru, serta masyarakat melalui musyawarah mufakat,” jelas Fathul Yamin.
Ia menegaskan, perubahan status menjadi TK Negeri diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap pengembangan lembaga pendidikan, baik dari segi fasilitas, kualitas pembelajaran, maupun peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Selain itu, keberadaan TK Negeri diyakini akan semakin memperkuat peran pemerintah dalam memberikan layanan pendidikan anak usia dini yang lebih merata hingga ke pelosok desa.
“Jika seluruh usulan ini dapat direalisasikan, maka kualitas pendidikan anak usia dini di Kabupaten Sumbawa akan semakin maju, berkembang, dan mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” ujarnya.
Adapun 21 TK/PAUD swasta yang diusulkan menjadi TK Negeri terdiri atas 9 TK Dharma Wanita, yakni TK DW Mokong, TK DW Maman, TK DW Marga Karya, TK DW Semamung, TK DW Lito, TK DW Pungkit, TK DW Langam, TK DW Sebewe, dan TK DW Lenangguar.
Selanjutnya terdapat 4 TK PGRI, yaitu TK PGRI Empang Atas, TK PGRI Jotang Beru, TK PGRI Singkat, dan TK PGRI Batu Rotok.
Sementara yang berada di bawah naungan yayasan meliputi TK Amal Kita Serading, TK Pertama, TK Harapan Gapit, TK Insan Kamil, TK Jabal Nur, PAUD Mentari Lempe, serta PAUD Patawa Desa Ongko.
Fathul Yamin juga memaparkan bahwa saat ini Kabupaten Sumbawa telah memiliki sekitar 25 TK Negeri. Apabila usulan 21 TK/PAUD swasta tersebut disetujui, maka jumlah TK Negeri di Kabupaten Sumbawa akan meningkat secara signifikan sehingga pemerataan layanan pendidikan anak usia dini dapat semakin optimal.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan yang harus diselesaikan. Dari 24 kecamatan yang ada di Kabupaten Sumbawa, masih terdapat enam kecamatan yang belum memiliki TK Negeri.
Karena itu, pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan terus berupaya mendorong pemerataan keberadaan TK Negeri agar seluruh anak usia dini di Kabupaten Sumbawa memperoleh kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan yang berkualitas sejak dini.
Program ini menjadi salah satu langkah nyata Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam membangun fondasi sumber daya manusia yang unggul melalui penguatan pendidikan anak usia dini. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan proses perubahan status sekolah dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi dunia pendidikan serta masyarakat Sumbawa secara keseluruhan. (IA)












