Sumbawa, infoaktualnews.com – Kinerja Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dikelola Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Sumbawa hingga pertengahan tahun 2026 menunjukkan tren yang sangat menggembirakan. Hingga 17 Juli 2026, realisasi PAD telah menembus angka Rp1,634 miliar lebih atau sekitar 71 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp2,284 miliar lebih.
Capaian tersebut menjadi sinyal positif bahwa sektor peternakan di Kabupaten Sumbawa terus memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan pendapatan daerah. Dengan sisa waktu hampir enam bulan hingga akhir tahun anggaran, Disnakeswan optimistis target PAD tahun 2026 tidak hanya dapat tercapai, tetapi juga berpotensi melampaui target yang telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Sumbawa.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sumbawa, Saifuddin, SP, saat ditemui pada Rabu (23/7), mengungkapkan bahwa pihaknya terus melakukan berbagai langkah strategis untuk mengoptimalkan seluruh potensi penerimaan daerah yang berasal dari sektor peternakan dan pelayanan kesehatan hewan.
Menurutnya, capaian hingga pertengahan Juli menjadi indikator bahwa penerimaan daerah dari berbagai jenis retribusi mengalami perkembangan yang cukup baik dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
“Kami optimistis target PAD tahun 2026 dapat tercapai bahkan berpeluang melampaui target. Melihat tren yang terus meningkat dari berbagai item retribusi, kami yakin capaian hingga akhir tahun akan semakin baik,” ujar Saifuddin.
Ia menjelaskan, realisasi PAD yang telah mencapai sekitar 71 persen merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Disnakeswan dalam meningkatkan pelayanan sekaligus mengoptimalkan pengelolaan berbagai sumber pendapatan daerah yang menjadi kewenangan dinas.
Selain melakukan pembenahan administrasi, pihaknya juga terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya para peternak, pelaku usaha peternakan, serta pengguna jasa yang berkaitan dengan pelayanan di lingkungan Disnakeswan.
Saifuddin menegaskan bahwa meningkatnya realisasi PAD juga menunjukkan semakin tingginya aktivitas sektor peternakan di Kabupaten Sumbawa. Hal tersebut tentu menjadi indikator positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah, terutama pada sektor agribisnis dan peternakan yang selama ini menjadi salah satu sektor unggulan Kabupaten Sumbawa.
Adapun rincian target dan realisasi PAD Disnakeswan Kabupaten Sumbawa tahun 2026 terdiri atas beberapa komponen retribusi daerah.
Pada Retribusi Jasa Usaha, pemerintah menargetkan penerimaan sebesar Rp2.284.362.000, sementara hingga 17 Juli telah terealisasi sebesar Rp1.634.454.000.
Sementara itu, pada komponen Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah, target yang ditetapkan sebesar Rp2.009.237.000, dengan realisasi mencapai Rp1.444.819.500.
Kemudian, Retribusi Rumah Potong Hewan (RPH) ditargetkan sebesar Rp260.625.000, dan hingga pertengahan Juli telah berhasil terealisasi sebesar Rp189.635.000.
Sedangkan pada komponen Retribusi Penjualan Produk Usaha Daerah, target penerimaan sebesar Rp14.500.000, namun hingga saat ini masih belum terdapat realisasi atau masih nihil.
Meski demikian, Saifuddin tetap optimistis seluruh potensi penerimaan tersebut akan terus bergerak hingga penghujung tahun anggaran. Ia berharap seluruh jajaran Disnakeswan dapat mempertahankan bahkan meningkatkan kinerja pelayanan sehingga mampu mendorong peningkatan PAD secara berkelanjutan.
Menurutnya, keberhasilan mencapai target PAD bukan semata-mata soal angka, melainkan juga menjadi bukti bahwa pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakat semakin efektif dan mampu memberikan dampak positif terhadap pembangunan daerah.
“Insya Allah, dengan kerja sama seluruh jajaran dan dukungan masyarakat, kami akan terus berupaya mengoptimalkan seluruh potensi penerimaan daerah. Target yang diberikan pemerintah menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan dan memberikan kontribusi terbaik bagi Kabupaten Sumbawa,” pungkasnya. (IA)












