InfoAktualNews.com || LOMBOK TIMUR – Polemik SPPG Ketapang Raya kembali mencuat. Setelah sebelumnya disorot karena dugaan menu tidak sesuai standar anggaran dan dugaan penyajian roti kedaluwarsa, kini dapur penyedia Program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu kembali menuai keluhan dari sejumlah wali murid.
Pada Jumat, 24 Juli 2026, Sekretaris FKKM NTB, Budi Sutomo, SH, menerima pengaduan dari guru dan wali murid SDN 2 Ketapang Raya, SDN 3 Ketapang Raya, dan PAUD Restu Ibu Lungkak terkait menu ayam yang diduga masih mentah, berdarah, berbau amis, dan tidak layak dikonsumsi.
“Ye masih katak, masih darak lek dalemn Pak… ndekn bani kaken sik kanak,” ujar salah seorang wali murid kepada awak media.
Karena khawatir membahayakan kesehatan anak, sejumlah orang tua memilih membuang makanan tersebut.
Budi Sutomo menilai kejadian ini tidak bisa dianggap sebagai kesalahan biasa. Menurutnya, keamanan pangan bagi anak-anak harus menjadi prioritas utama. Ia mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) segera mengaudit dan menutup operasional SPPG Ketapang Raya apabila terbukti lalai memenuhi standar keamanan pangan.
Saat dikonfirmasi, Kepala SPPG Ketapang Raya membenarkan adanya ayam yang belum matang dan menyampaikan permohonan maaf.
“Mohon maaf, kemarin itu kelalaian tim kami. Steamer sedang rusak saat proses mengungkep ayam. Tim mengira ayam sudah matang sehingga langsung disambal,” jelasnya.
Bagi FKKM NTB, pengakuan tersebut menjadi bukti bahwa sistem pengawasan internal perlu dievaluasi secara menyeluruh. Program MBG yang bertujuan meningkatkan gizi anak tidak boleh dikotori oleh kelalaian yang berpotensi mengancam kesehatan peserta didik. Pemeriksaan menyeluruh dan tindakan tegas dinilai penting untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap program tersebut.
(Tim. Redaksi)












