Tingkat Mutu Pendidikan dan Atasi Penurun Jumlah Siswa,  Dikbud Sumbawa Kembali Wacanakan Merger Sekolah

Kadis Dikbud Sumbawa Budi Sastrawan

Sumbawa, infoaktualnews.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa kembali mewacanakan penggabungan (merger) sejumlah sekolah sebagai bagian dari upaya penataan satuan pendidikan agar lebih efektif, efisien, dan mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan di daerah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, Budi Sastrawan, S.IP., M.Si., mengatakan bahwa wacana merger sekolah bukanlah kebijakan yang dilakukan secara sembarangan. Pelaksanaannya akan mengacu pada regulasi serta ketentuan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia.

Menurutnya,  penggabungan sekolah merupakan salah satu langkah strategis yang dapat ditempuh pemerintah daerah untuk menjawab berbagai tantangan di sektor pendidikan, terutama menurunnya jumlah peserta didik di sejumlah sekolah dalam beberapa tahun terakhir.

“Merger sekolah memiliki dasar dan aturan yang jelas. Pelaksanaannya harus memenuhi sejumlah persyaratan sesuai ketentuan pemerintah pusat,” ujarnya.

Budi, yang akrab disapa Busas, menjelaskan bahwa terdapat beberapa indikator utama yang menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan merger sekolah. Di antaranya adalah lokasi sekolah yang saling berdekatan dan berada dalam satu wilayah administratif, serta kondisi sekolah yang terus mengalami penurunan jumlah peserta didik sehingga proses pembelajaran dinilai kurang efektif.

Selain itu, sekolah yang selama beberapa tahun berturut-turut mengalami kekurangan murid juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi efektivitas penyelenggaraan pendidikan, baik dari sisi proses belajar mengajar maupun pemanfaatan tenaga pendidik dan sarana prasarana yang tersedia.

Ia menegaskan bahwa kebijakan merger bukan berarti mengurangi akses masyarakat terhadap layanan pendidikan, melainkan sebagai langkah penataan agar kualitas pendidikan semakin baik dan penggunaan sumber daya menjadi lebih optimal.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa juga pernah menggulirkan wacana serupa. Namun, pelaksanaannya memerlukan kajian yang komprehensif dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kondisi geografis, jumlah peserta didik, hingga aspirasi masyarakat dan pemerintah desa setempat.

“Kami akan membuka ruang itu kembali untuk menggabungkan sekolah-sekolah yang lokasinya berdekatan dengan kondisi penerimaan murid yang terus menurun setiap tahun,” tegasnya.

Melalui penataan ini, harap Busas, pemerintah daerah berharap distribusi tenaga pendidik dapat lebih merata, proses pembelajaran menjadi lebih efektif, serta anggaran pendidikan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Sumbawa.

“Kami memastikan bahwa apabila kebijakan merger nantinya diterapkan, seluruh proses akan dilakukan secara bertahap, transparan, dan melalui koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Dengan demikian, keputusan yang diambil benar-benar memberikan manfaat bagi peserta didik, tenaga pendidik, serta masyarakat luas tanpa mengabaikan hak setiap anak untuk memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas,” pungkasnya. (IA)

Mau punya Media Online sendiri?
Tapi gak tau cara buatnya?
Humm, tenang , ada Ar Media Kreatif , 
Jasa pembuatan website berita (media online)
Sejak tahun 2018, sudah ratusan Media Online 
yang dibuat tersebar diberbagai daerah seluruh Indonesia.
Info dan Konsultasi - Kontak 
@Website ini adalah klien Ar Media Kreatif disupport 
dan didukung penuh oleh Ar Media Kreatif

error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)