Bandung,infoaktualnews.com_ Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Selatan melaksanakan audit FSC Forest Management bersama auditor dari PT SGS Indonesia selaku lembaga sertifikasi yang dimulai pada Senin 24 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Administratur KPH Bandung Selatan Lily Kurnia Asih beserta jajaran manajemen, segenap asper/Kepala BKPH dengan pendamping dari PHW III Bandung, Kepala Seksi IT Divisi Regional Jawa Barat & Banten, serta Tim Auditor PT SGS Indonesia yang terdiri atas Andry P. Wicaksono, Zaenal Abidin, dan Taryanto Wijaya.
Dalam sambutan, Lily Kurnia Asih menyebutkan bahwa audit sertifikasi FCS FM di KPH Bandung Selatan FSC FM dijadwalkan dari tanggal 24 Agustus 2026 sampai 28 Agustus 2026.
“Kami mengucapkan selamat datang kepada Tim Auditor, semoga bisa berjalan lancar” ujarnya, dikantor Perhutani KPH Bandung Selatan, di Jalan Cirebon No 4 , Kota Bandung,baru-baru ini.
Lili Kurnia Asih menjelaskan profil kawasan hutan yang dikelola Perhutani KPH Bandung Selatan baik dari sisi luasan berikut komoditi andalan yang dikelola.
“KPH Bandung Selatan memiliki luas hutan kurang lebih 31.560, 32 ha dan KHDPK 22.919,75 ha. 20.144,98 hektare yang mencakup wilayah Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat. Kawasan tersebut terbagi dalam 9 BKPH, 27 RPH dan 1 TPK, dengan potensi utama berupa produksi getah pinus dan wisata alam. ” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan PT SGS Indonesia, Andry P. Wicaksono menjelaskan FSC menjadi sangat penting bagi pengelola hutan karena menjadi ukuran pengelolaan hutan berstandar internasional.
“FSC adalah pengakuan internasional terhadap penerapan pengelolaan hutan lestari oleh Perum Perhutani. Adapun diadakannya audit adalah, apakah penerapan prinsip-prinsip FSC sehingga layak diterbitkan sertifikat FSC, khususnya untuk lingkup Perhutani KPH Bandung Selatan, ” tuturnya.
Pelaksanaan audit dilakukan dengan pola documen review di kantor KPH dan dua hari untuk kunjungan lapangan. Kunjungan lapangan dilaksanakan di tujuh Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH), yaitu BKPH Rajamandala, BKPH Gunung halu, BKPH Cililin, BKPH Rajamandala, BKPH Banjaran, BKPH Tambakruyung Timur dan BKPH Ciwidey.
Audit FSC Forest Manajement menjadi tantangan tersendiri bagi Perhutani KPH Bandung Selatan. Khususnya dalam menerapkan pengelolaan hutan yang berbasis pada aspek ekologi, ekonomi dan sosial. (***)











