SUMBAWA, Infoaktualnews.com — Prestasi dalam pengelolaan pendidikan kembali mendapat apresiasi. Tiga satuan pendidikan di Kabupaten Sumbawa, yakni SMA Muhammadiyah Sumbawa, SMAN Moyo Utara, dan SMK Islam Gunung Galesa Moyo Hilir, menjadi bagian dari sekolah penerima Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kinerja yang dinilai memiliki kinerja terbaik dalam pengelolaan dan pemanfaatan dana BOS.
Program tersebut tidak hanya menjadi bentuk penghargaan atas kinerja satuan pendidikan, tetapi sekaligus menjadi stimulan agar sekolah terus melakukan pembenahan, terutama dalam tata kelola anggaran, peningkatan mutu pembelajaran, penguatan literasi dan numerasi, serta pemanfaatan teknologi digital.
Hal tersebut disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga (Dikpora) Wilayah IV Sumbawa, Junaidi, S.Pd., M.Pd., kepada media ini, Jumat (11/9/2026).
Menurutnya, BOS Kinerja diberikan kepada sekolah yang mampu menunjukkan kinerja terbaik, khususnya dalam mengelola dana BOS secara baik, efektif, transparan, dan diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
Ia menjelaskan, terdapat sejumlah program yang menjadi fokus dalam pelaksanaan BOS Kinerja. Di antaranya bimbingan teknis tata kelola, penguatan literasi dan numerasi, serta digitalisasi pendidikan.
“BOS Kinerja ini adalah sekolah yang mendapatkan kinerja terbaik dalam pengelolaan dana BOS. Dalam pengelolaan dana BOS ini ada beberapa kegiatan yang dilakukan, salah satunya Bimtek tentang tata kelola, kemudian literasi dan numerasi, serta digitalisasi,” ungkap Jun akrab disapa.
Tiga Sekolah dalam Satu Kelompok
Dalam pelaksanaan program digitalisasi pendidikan, tiga sekolah tersebut tergabung dalam satu kelompok kegiatan. SMA Muhammadiyah Sumbawa dipercaya menjadi tuan rumah, bersama SMAN Moyo Utara dan SMK Islam Gunung Galesa Moyo Hilir.
Kegiatan bimbingan teknis tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas sekolah dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai bagian dari proses pembelajaran maupun penguatan tata kelola satuan pendidikan.
Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, digitalisasi pendidikan dinilai menjadi salah satu kebutuhan penting bagi sekolah. Karena itu, kemampuan guru dan tenaga kependidikan dalam memanfaatkan teknologi diharapkan terus ditingkatkan agar proses pembelajaran semakin efektif, adaptif, dan sesuai dengan tuntutan zaman.
Bimbingan teknis tersebut dipandu oleh fasilitator dari Badan Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Barat yang ditugaskan berdasarkan surat keputusan (SK) sebagai bagian dari pelaksanaan program BOS Kinerja.
Lanjut, Jun tegaskan, pembagian sekolah penerima BOS Kinerja dilakukan berdasarkan kelompok wilayah dan kegiatan yang telah ditetapkan.
Untuk wilayah timur, sejumlah sekolah yang disebut mendapatkan BOS Kinerja antara lain SMA Plampang, SMK Plampang, dan SMA Maronge.
Sementara di wilayah barat terdapat beberapa satuan pendidikan penerima BOS Kinerja, di antaranya SLB 2, SMKN Buer, SMA Muhammadiyah Alas, dan SMAN 1 Utan.
Masing-Masing Sekolah Mendapat Rp45 Juta
Junaidi menyampaikan, setiap sekolah penerima BOS Kinerja memperoleh dukungan anggaran sebesar Rp45 juta.
Dana tersebut, sambung dia, diarahkan untuk membiayai berbagai kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan mutu pembelajaran, baik yang memberikan manfaat langsung kepada peserta didik maupun dalam rangka meningkatkan kapasitas guru dan tenaga pendidik.
“Dana yang diberikan ke sekolah itu sebesar Rp45 juta untuk kegiatan peningkatan mutu pembelajaran bagi siswa maupun guru,” ujarnya.
Ia menekankan, pemanfaatan anggaran tersebut harus benar-benar diarahkan pada kegiatan yang memiliki dampak terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Artinya, BOS Kinerja tidak semata-mata dipandang sebagai tambahan anggaran, tetapi sebagai instrumen untuk mendorong sekolah meningkatkan kualitas pengelolaannya.
Jangan Terlena, Predikat Kinerja Terbaik Harus Dipertahankan
Di balik penghargaan tersebut, Junaidi menyampaikan pesan penting kepada kepala sekolah dan para guru penerima BOS Kinerja.
Menurutnya, predikat sebagai sekolah dengan kinerja terbaik bukanlah tujuan akhir. Justru, predikat tersebut harus menjadi motivasi untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas kinerja pada tahun-tahun berikutnya.
Ia mengingatkan sekolah agar tidak terlena dengan capaian yang telah diraih. Evaluasi dan pembenahan harus terus dilakukan agar kinerja sekolah tidak mengalami penurunan.
“Bapak dan ibu guru, bapak kepala sekolah, karena sudah diberikan keputusan sebagai BOS Kinerja terbaik, maka harus kita laksanakan untuk tahun ke depan. Jangan sampai kinerja terbaik kita menurun,” tegasnya.
Tentunya, kami berharap agar tetap mempertahankan predikat BOS Kinerja membutuhkan konsistensi. Sekolah dituntut tidak hanya mampu melaksanakan program, tetapi juga memastikan setiap kegiatan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran.
Berpeluang Raih BOS Prestasi
Selain BOS Kinerja, Jun juga menyampaikan adanya BOS Prestasi yang diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap capaian dan prestasi satuan pendidikan.
Sejumlah sekolah yang disebut memperoleh BOS Prestasi antara lain SMA Lape, SMA 2, serta salah satu sekolah menengah kejuruan swasta.
Menurutnya, keberadaan BOS Kinerja dan BOS Prestasi diharapkan dapat menjadi pemacu bagi sekolah untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola sekaligus mendorong lahirnya berbagai prestasi peserta didik.
Sekolah yang mampu mempertahankan kinerja pengelolaan dana sekaligus meningkatkan prestasi tentunya memiliki peluang untuk memperoleh kedua bentuk apresiasi tersebut.
“Supaya kita bisa mendapatkan dua-duanya, BOS Kinerja maupun BOS Prestasi,” harapnya.
Tata Kelola dan Digitalisasi Jadi Kunci
Lebih jauh, Jun berharap seluruh sekolah penerima BOS Kinerja dapat menjadikan program tersebut sebagai momentum untuk melakukan pembenahan secara berkelanjutan.
Penguatan tata kelola harus berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan guru, penguatan literasi dan numerasi, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran. ucapnya.
Untuk itu, dengan pengelolaan yang baik, dana BOS diharapkan tidak hanya terserap secara administratif, tetapi benar-benar menghasilkan dampak terhadap peningkatan mutu pendidikan. katanya.
Sinergi antara pemerintah, satuan pendidikan, kepala sekolah, guru, dan seluruh pemangku kepentingan juga dinilai menjadi faktor penting dalam memastikan program peningkatan mutu pendidikan berjalan secara efektif. harapnya.
“Kami juga apresiasi pun disampaikan kepada Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga (Dikpora) serta Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat yang terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Sumbawa,” imbuhnya.
Bagi sekolah penerima BOS Kinerja, kata dia, capaian tersebut sekaligus menjadi amanah untuk menunjukkan bahwa penghargaan yang diterima dapat diterjemahkan menjadi program nyata yang berdampak kepada siswa dan guru.
Pada akhirnya, BOS Kinerja bukan sekadar tentang tambahan anggaran bagi sekolah. Lebih dari itu, program tersebut merupakan instrumen untuk membangun budaya tata kelola yang baik, penggunaan anggaran yang tepat sasaran, peningkatan kualitas pembelajaran, serta adaptasi terhadap transformasi digital. tambahnya.
Jika seluruh unsur tersebut dapat dijalankan secara konsisten, pesannya, sekolah tidak hanya mampu mempertahankan predikat kinerja terbaik, tetapi juga berpeluang melahirkan lebih banyak prestasi dan menciptakan lulusan yang semakin berkualitas.
“Dengan semangat tata kelola yang baik, penguatan literasi dan numerasi, serta akselerasi digitalisasi pendidikan, sekolah-sekolah di Sumbawa diharapkan semakin siap menghadapi tantangan pendidikan masa depan dan memberikan layanan pendidikan terbaik bagi generasi muda,” pungkasnya. (*)











