Serap Anggaran 19 Miliar, Direktur Perumdam Batulanteh: Optimalisasi SPAM Semongkat Capai 40 Persen Lebih

Direktur Perumdam Batulanteh, H Abdul Hakim

SUMBAWA, Infoaktualnews.com — Harapan masyarakat Kabupaten Sumbawa untuk memperoleh pelayanan air bersih yang semakin berkualitas, memadai, dan merata mulai menunjukkan titik terang. Upaya meningkatkan kapasitas dan kinerja sistem penyediaan air minum terus dilakukan melalui pekerjaan optimalisasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semongkat Tahun Anggaran 2026 yang kini tengah dikebut pelaksanaannya.

Proyek optimalisasi tersebut dilaksanakan oleh PT Duta Abadi dengan dukungan anggaran mencapai Rp19 miliar lebih. Pekerjaan ini menjadi bagian penting dalam upaya pemerintah daerah bersama Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Batulanteh Kabupaten Sumbawa untuk memperkuat sistem pelayanan air minum kepada masyarakat.

Optimalisasi SPAM Semongkat tidak sekadar menyasar pembenahan infrastruktur secara fisik. Lebih dari itu, pekerjaan tersebut diarahkan untuk meningkatkan tiga aspek utama pelayanan air minum, yakni kualitas, kuantitas, dan kontinuitas distribusi air kepada pelanggan.

Direktur Perumdam Batulanteh Sumbawa, H. Abdul Hakim, SE., yang akrab disapa Abi Akim, didampingi konsultan pekerjaan, menjelaskan bahwa pelaksanaan proyek terus dipantau secara intensif guna memastikan setiap tahapan berjalan sesuai dengan rencana dan target yang telah ditetapkan.

Menurutnya, keberadaan SPAM Semongkat memiliki posisi strategis dalam mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat. Karena itu, optimalisasi sistem tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih besar terhadap peningkatan kualitas pelayanan Perumdam Batulanteh ke depan.

“Optimalisasi ini bukan hanya berorientasi pada perbaikan fisik bangunan, tetapi yang paling penting adalah bagaimana hasil pekerjaan ini nantinya dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pelayanan air bersih kepada masyarakat,” ujar Abi Akim.

Ia mengungkapkan, hingga saat ini progres pekerjaan optimalisasi SPAM Semongkat telah mencapai lebih dari 40 persen. Capaian tersebut, kata dia, terus didorong agar sejumlah pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal pelaksanaan.

Abi Akim optimistis seluruh tahapan pekerjaan dapat berjalan sesuai target sehingga proyek tersebut dapat dirampungkan pada Desember 2026 mendatang.

“Kami optimistis sejumlah item pekerjaan dapat mencapai target dan seluruh pekerjaan bisa rampung tepat waktu pada Desember 2026,” ungkapnya.

Material dan Pekerjaan Perpipaan Terus Dikebut

Dalam pelaksanaan proyek, ketersediaan material menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kesinambungan pekerjaan di lapangan. Abi Akim menyebutkan bahwa material yang dibutuhkan saat ini telah tersedia di lokasi, baik berupa material alam maupun bahan yang berasal dari toko atau pemasok.

Ketersediaan material tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pekerjaan sehingga pelaksanaan di lapangan tidak mengalami hambatan berarti.

Di sisi lain, pelaksanaan optimalisasi SPAM Semongkat juga mendapatkan pendampingan dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB. Pendampingan tersebut dilakukan dalam rangka memastikan proses pekerjaan berjalan sesuai dengan ketentuan serta memberikan masukan terhadap pelaksanaan proyek di lapangan.

Abi Akim mengatakan, tim Kejati NTB telah melakukan kunjungan langsung ke lokasi pekerjaan untuk melihat perkembangan proyek sekaligus memberikan sejumlah masukan kepada pihak pelaksana.

Dalam kunjungan tersebut, tim pendamping memberikan perhatian terhadap kebutuhan penambahan tenaga kerja serta percepatan pekerjaan, terutama pada sektor perpipaan.

“Mereka memberikan masukan agar tenaga kerja ditambah dan pekerjaan perpipaan juga dapat ditingkatkan. Semua proses pekerjaan kita lihat bersama di lapangan,” jelasnya.

Masukan tersebut, lanjut Abi Akim, menjadi bagian penting dalam upaya mempercepat progres pekerjaan tanpa mengabaikan aspek kualitas dan ketentuan teknis yang telah ditetapkan.

Pelayanan kepada Pelanggan Tetap Berjalan

Di tengah berlangsungnya pekerjaan optimalisasi, Perumdam Batulanteh memastikan pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan. Namun demikian, proses pekerjaan konstruksi di lapangan tidak sepenuhnya lepas dari sejumlah kendala, terutama yang berkaitan dengan distribusi air bersih ke beberapa wilayah pelanggan.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Perumdam Batulanteh. Di satu sisi, pekerjaan optimalisasi harus terus dikebut agar target penyelesaian dapat tercapai. Di sisi lain, pelayanan kepada masyarakat harus tetap dijaga agar kebutuhan air bersih pelanggan tidak terabaikan.

Abi Akim menegaskan bahwa pelayanan kepada pelanggan tetap menjadi perhatian utama Perumdam Batulanteh selama proses pekerjaan berlangsung.

Ia memahami bahwa air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak dapat ditunda. Karena itu, pihaknya terus berupaya menjaga pelayanan sembari melakukan penyesuaian teknis selama pekerjaan optimalisasi berlangsung.

“Insyaallah, begitu pekerjaan Perumdam Batulanteh rampung, layanan kepada para pelanggan dan ketersediaan air bersih tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Menurutnya, keberhasilan proyek optimalisasi SPAM Semongkat nantinya tidak hanya diukur dari selesainya pekerjaan konstruksi. Ukuran yang paling penting adalah sejauh mana hasil pekerjaan tersebut mampu meningkatkan kualitas pelayanan air minum yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Dengan progres yang kini telah menembus lebih dari 40 persen, Perumdam Batulanteh berharap pekerjaan dapat terus bergerak sesuai target hingga penyelesaian pada akhir 2026.

Optimalisasi SPAM Semongkat diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat infrastruktur air minum di Kabupaten Sumbawa sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan air bersih yang lebih berkualitas, lebih stabil, dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, pembangunan infrastruktur air minum bukan semata-mata tentang membangun jaringan dan fasilitas, tetapi tentang memastikan masyarakat mendapatkan hak atas pelayanan dasar yang layak. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, Perumdam Batulanteh, kontraktor, konsultan, serta seluruh pihak terkait menjadi kunci agar proyek tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Sumbawa. ujarnya. (*)

error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)