Stok Semen Kosong di Sumbawa, Diskoperindag Ungkap Kendala Produksi dan Distribusi

Sumbawa, infoaktualnews.com – Kelangkaan semen yang mulai dikeluhkan masyarakat di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Kondisi tersebut dipicu oleh sejumlah kendala dalam proses produksi dan distribusi yang menyebabkan pasokan semen di sejumlah produsen belum tersedia.

Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Sumbawa memastikan telah melakukan pengecekan langsung terhadap sejumlah produsen untuk menindaklanjuti laporan masyarakat. Hasil pengecekan tersebut mengonfirmasi bahwa stok semen di sejumlah titik pemasok memang sedang kosong.

Kepala Diskoperindag Kabupaten Sumbawa, Adi Nusantara, mengatakan bahwa, pihaknya telah menerima berbagai laporan mengenai sulitnya masyarakat memperoleh semen. Menindaklanjuti laporan tersebut, Diskoperindag segera melakukan penelusuran untuk memastikan kondisi pasokan di lapangan. Senin (25/10).

“Memang benar saat ini sedang terjadi kelangkaan semen di Kabupaten Sumbawa. Saya juga dihubungi beberapa pihak terkait persoalan ini. Setelah kami mengecek produsen-produsen yang ada, stoknya memang benar-benar kosong,” ungkap Adi.

Menurutnya, persoalan kelangkaan semen tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan dengan hambatan pada rantai pasok, mulai dari proses produksi hingga pengangkutan dan distribusi ke daerah tujuan.

Kendala Produksi dan Pasokan Energi Jadi Pemicu

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Diskoperindag Provinsi Nusa Tenggara Barat, kelangkaan semen dipengaruhi oleh kendala produksi, termasuk persoalan pasokan batu bara dan bahan bakar minyak (BBM).

Batu bara dan BBM merupakan bagian penting dalam mendukung aktivitas industri serta operasional distribusi. Ketika pasokan energi mengalami hambatan, proses produksi dan pengiriman barang berpotensi ikut terganggu.

Situasi tersebut turut berdampak terhadap ketersediaan semen di Kabupaten Sumbawa. Pasokan yang tidak berjalan sesuai jadwal menyebabkan stok di sejumlah produsen menipis hingga mengalami kekosongan.

Adi menjelaskan, hambatan distribusi juga dipengaruhi antrean panjang kendaraan saat mengisi BBM. Kondisi tersebut membuat armada pengangkut mengalami keterlambatan, sehingga pengiriman semen yang seharusnya tiba sesuai jadwal menjadi tertunda.

“Antrean pengisian BBM yang cukup lama menjadi salah satu kendala. Truk-truk yang seharusnya masuk sesuai jadwal akhirnya terhambat. Apalagi, pasokan BBM di Provinsi Bali juga sedang mengalami kelangkaan,” jelasnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa kelancaran pasokan semen sangat bergantung pada kesinambungan proses produksi dan kesiapan sarana transportasi. Gangguan pada salah satu mata rantai distribusi dapat berpengaruh terhadap ketersediaan material bangunan di daerah yang menjadi tujuan pengiriman.

Pemerintah Daerah Koordinasikan Solusi

Menghadapi situasi tersebut, Diskoperindag Kabupaten Sumbawa terus melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pihak terkait guna mencari solusi agar kelangkaan semen tidak berlangsung dalam waktu lama.

Langkah koordinasi tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat pemulihan pasokan, sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat terhadap bahan bangunan dapat kembali terpenuhi.

Adi menyebutkan, pihaknya telah menerima informasi terbaru dari Diskoperindag Provinsi NTB bahwa aktivitas produksi semen mulai kembali berjalan. Informasi tersebut menjadi sinyal positif bagi upaya pemulihan pasokan semen di Kabupaten Sumbawa.

Meski demikian, pemerintah daerah masih menunggu realisasi pengiriman hingga stok semen benar-benar kembali tersedia di tingkat produsen dan dapat dijangkau masyarakat.

“Kami sudah mendapat informasi dari Diskoperindag NTB bahwa produksi semen mulai berjalan kembali. Mudah-mudahan dalam waktu dekat semen sudah bisa masuk lagi ke Kabupaten Sumbawa. Perkembangan selanjutnya akan kami informasikan,” pungkasnya.

Kelangkaan Semen Dikhawatirkan Hambat Pembangunan

Kelangkaan semen menjadi persoalan yang perlu segera ditangani karena material tersebut merupakan salah satu kebutuhan utama dalam berbagai pekerjaan konstruksi, mulai dari pembangunan rumah, renovasi bangunan, hingga pengerjaan proyek infrastruktur.

Apabila kondisi ini berlangsung berkepanjangan, keterlambatan pasokan berpotensi menghambat jadwal pekerjaan konstruksi. Masyarakat yang sedang membangun atau memperbaiki rumah pun dapat terdampak karena kesulitan memperoleh material sesuai kebutuhan.

Selain itu, ketidakpastian ketersediaan semen dapat menyulitkan pelaku usaha konstruksi dalam mengatur jadwal pekerjaan dan pengadaan material.

Karena itu, masyarakat berharap pemerintah daerah bersama pihak distributor dan produsen terus mengawal pemulihan pasokan, sehingga semen kembali tersedia secara memadai di pasaran.

Di sisi lain, perkembangan produksi yang mulai berjalan kembali diharapkan segera diikuti kelancaran pengiriman ke Kabupaten Sumbawa. Pemerintah daerah juga diharapkan terus memantau kondisi stok dan distribusi agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai perkembangan pasokan.

Hingga saat ini, Diskoperindag Sumbawa menyampaikan harapan agar pasokan semen dapat kembali masuk dalam waktu dekat. Namun, kepastian waktu normalisasi distribusi masih menunggu perkembangan lebih lanjut dari pihak terkait.

Masyarakat pun menantikan langkah konkret untuk mengakhiri kelangkaan tersebut, sehingga aktivitas pembangunan dan kebutuhan konstruksi di Kabupaten Sumbawa dapat kembali berjalan dengan lancar. (IA)

error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)