Serap 20,8 Miliar, Kadis Dislutkan Sumbawa Optimistis Enam Kampung Nelayan Merah Putih Rampung Tepat Waktu 

SUMBAWA, infoaktualnews.com – Pembangunan fisik enam Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahap III Tahun 2026 di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), terus digenjot. Pemerintah daerah optimistis seluruh pekerjaan sarana prasarana dan fasilitas penunjang di enam desa penerima program tersebut dapat diselesaikan tepat waktu, sesuai target kontrak pada Desember 2026.

Optimisme itu disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kabupaten Sumbawa, Rahmat Hidayat, S.Pi., M.T., didampingi Kepala Bidang Perikanan Tangkap, H. Burhanuddin, S.Pi., saat memberikan keterangan pada Selasa (27/10/2026).

Rahmat menjelaskan, percepatan pembangunan terus dilakukan agar seluruh fasilitas yang menjadi bagian dari program KNMP dapat diselesaikan sesuai jadwal. Program tersebut diharapkan menjadi salah satu upaya untuk memperkuat infrastruktur kawasan pesisir sekaligus mendukung aktivitas dan produktivitas masyarakat nelayan di Kabupaten Sumbawa.

Enam desa yang mendapatkan program KNMP Tahap III Tahun 2026 tersebut meliputi Desa Labuhan Jambu, Kecamatan Tarano; Desa Teluk Santong, Kecamatan Plampang; Desa Pulau Kaung, Kecamatan Buer; Desa Labuhan Alas, Kecamatan Alas; Desa Labuhan Mapin, Kecamatan Alas Barat; serta Desa Labuhan Burung, Kecamatan Buer.

“Enam desa ini masuk dalam kategori program KNMP penyangga. Saat ini, pembangunan fisik terus berjalan dan kami optimistis seluruh pekerjaan dapat dituntaskan sesuai target pada Desember mendatang,” jelasnya.

Total Anggaran Enam Desa Capai Rp20,8 Miliar

Dari sisi anggaran, pembangunan KNMP di enam desa tersebut memiliki alokasi dana dengan nilai yang bervariasi sesuai kebutuhan pembangunan di masing-masing lokasi.

Desa Labuhan Burung memperoleh anggaran sebesar Rp8,1 miliar dengan pelaksana pekerjaan dipercayakan kepada PT Berkah Mitra Engineering.

Sementara itu, lima lokasi lainnya ditangani PT Asuka Engineering Indonesia, dengan rincian anggaran masing-masing sebagai berikut:

  • Desa Labuhan Mapin: Rp2,1 miliar.
  • Desa Labuhan Alas: Rp2,1 miliar.
  • Desa Pulau Kaung: Rp2,5 miliar.
  • Desa Teluk Santong: Rp2,3 miliar.
  • Desa Labuhan Jambu: Rp3,7 miliar.

Berdasarkan rincian tersebut, total anggaran pembangunan enam KNMP mencapai Rp20,8 miliar.

Besarnya anggaran tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan fasilitas pendukung kawasan nelayan yang diharapkan mampu menunjang kegiatan perikanan, meningkatkan kenyamanan masyarakat pesisir, serta memperkuat sarana ekonomi di desa-desa penerima manfaat.

Libatkan Tenaga Kerja Lokal, Progres Pembangunan Terus Digenjot

Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dislutkan Sumbawa, H. Burhanuddin, S.Pi., menjelaskan bahwa pelaksanaan pembangunan di lapangan dilakukan melalui koordinasi dan kolaborasi bersama pihak kontraktor serta melibatkan tenaga kerja lokal.

Menurutnya, pekerjaan fisik dilaksanakan berdasarkan kontrak sejak 15 September hingga Desember 2026. Tahapan awal pekerjaan mencakup pengukuran awal atau MC.0 (Mutual Check Nol), pembangunan direksi keet sebagai fasilitas pendukung pelaksanaan proyek, persiapan lokasi, hingga pengiriman berbagai peralatan dan material yang dibutuhkan.

Seluruh tahapan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan, spesifikasi teknis, serta jadwal yang telah ditetapkan.

Burhanuddin mengungkapkan, perkembangan pembangunan di sejumlah lokasi menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan. Bahkan, beberapa desa dilaporkan mencatat deviasi positif, yakni realisasi kemajuan pekerjaan yang melampaui target rencana pada periode pelaporan.

“Kami terus melakukan koordinasi dengan pihak rekanan agar pekerjaan di masing-masing lokasi berjalan sesuai tahapan. Progres fisik hingga saat ini cukup signifikan, bahkan ada beberapa desa yang mengalami deviasi positif,” paparnya.

Ia menegaskan, pengawasan dan koordinasi tetap menjadi perhatian agar pelaksanaan pembangunan dapat berjalan optimal hingga tahap penyelesaian. Dengan demikian, seluruh fasilitas yang dibangun dapat diselesaikan sesuai kontrak dan memenuhi kebutuhan kawasan nelayan.

Diharapkan Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Masyarakat Pesisir

Pembangunan enam Kampung Nelayan Merah Putih tersebut diharapkan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik semata, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir di Kabupaten Sumbawa.

Ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai di kawasan nelayan diharapkan dapat mendukung aktivitas perikanan, meningkatkan efektivitas kegiatan masyarakat, serta membuka peluang penguatan ekonomi lokal.

Selain itu, keterlibatan tenaga kerja lokal dalam proses pembangunan diharapkan turut memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar selama pelaksanaan proyek berlangsung.

Dengan terus digenjotnya pekerjaan fisik, Dislutkan Sumbawa berharap seluruh pembangunan KNMP Tahap III Tahun 2026 di enam desa tersebut dapat diselesaikan sesuai target pada Desember mendatang.

Pemerintah daerah pun diharapkan dapat memastikan bahwa setiap fasilitas yang dibangun nantinya benar-benar berfungsi dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat nelayan, sehingga program Kampung Nelayan Merah Putih memberikan dampak berkelanjutan bagi pembangunan kawasan pesisir Kabupaten Sumbawa. (IA)

error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)