Butuh Anggaran Besar Tata Kawasan Pulau Bungin 2022, Ini Kata Kadis PRKP!

Sumbawa, Infoaktualnews.com

Pulau Bungin sangat dikenal sebagai salah satu pulau terpadat di dunia, betapa tidak pulau yang kini berstatus sebagai salah satu Desa yang masuk wilayah administratif Kecamatan Alas Kabupaten Sumbawa NTB ini sesuai dengan data profil daerah tahun 2020.

Ket. Foto: Pulau Bungin

Untuk diketahui pulau tersebut memiliki luas wilayah tidak kurang dari 8,16 Hektare, dengan prosentase kepadatan penduduk Kecamatan Alas mencapai 240 Jiwa per Km2 itu dihuni oleh sebagian besar suku Bajo Sulawesi yang memang sudah lama sejak 200 tahun silam mereka bermukim di sana, dengan struktur bangunan rumah yang jarak satu sama lainnya sangat berdekatan (berdempetan) berdiri diatas batu karang dan gundukan pasir, sehingga tidaklah mengherankan sejauh mata memandang Pulau Bungin memiliki magnet daya tarik tersendiri bagi yang melihatnya.

Dengan potensi sumberdaya alam dan pesona yang dimiliki, tidak sedikit wisatawan domestik yang kerapkali datang berkunjung ke Pulau Bungin untuk menikmati wisata kuliner.

Oleh karena itu, Pemda Sumbawa melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Sumbawa kini tengah menyusun proposal usulan bagi pembenahan dan penataan kawasan Pulau Bungin tersebut kearah yang lebih baik kedepan.

Sebagaimana dikemukakan Kadis PRKP Sumbawa Drs H. Burhanuddin, MT., didampingi koordinator pusat program KOTAKU untuk Kabupaten Sumbawa Yani Ismayadi dan Fasilitator KOTAKU Nurhasanah dalam keterangannya kepada awak media diruang kerjanya kemarin, menyatakan kalau PRKP Sumbawa telah menjadikan Pulau Bungin sebagai skala prioritas usulan kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR guna mendapatkan alokasi anggaran bantuan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Integrasi Tahun 2022 mendatang bagi penataan kawasan Pulau Bungin.

Sejumlah persyaratan yang ditentukan terang Haji Bur akrab pejabat low prolfil ini disapa, kini tengah disiapkan dan dilengkapi sebagaimana mestinya, dengan harapan agar dapat memperoleh bantuan anggaran DAK Integrasi tahun 2022 mencapai sekitar Rp 40 – 60 Miliar, dengan langkah yang ditempuh telah mulai melakukan pemetaan awal, bahkan tim dari Kementerian PUPR pada bulan Januari 2021 lalu telah turun melakukan action lapangan langsung ke lokasi untuk melihat kondisi Pulau Bungin, dengan melalukan pengambilan gambar menggunakan peralatan dront.

“Penataan kawasan Pulau Bungin ini harus dilakukan, karena kedepan diharapkan Pulau Bungin melalui program KOTAKU terintegrasi, dapat dilakukan pembenahan dan penataan lingkungan, perumahan penduduk, sanitasi hingga menyangkut persoalan air bersih tertata dengan baik. sehingga keberadaan pulau Bungin ini benar-benar tertata dengan apik dan baik kendati rumah dan penduduknya padat, karena itu dukungan semua pihak sangat dibutuhkan untuk dapat mewujudkan apa yang menjadi harapan bersama tersebut,” pungkas Haji Bur.

Ket. Foto;  Koordinator Pusat program KOTAKU Kabupaten Sumbawa Yani Ismayadi,

Hal senada juga dikatakan Koordinator Pusat program KOTAKU untuk Kabupaten Sumbawa Yani Ismayadi, bahwa berkaitan dengan usulan penataan kawasan Pulau Bungin dimaksud, maka sejumlah persiapan kini tengah dilakukan secara intensif, dengan melakukan pemetaan awal bersama tim Pusat telah dimulai Januari lalu.

Sebab proposal usulan yang akan diajukan ke Pusat itu tentu haruslah lengkap dengan tinjauan dari berbagai aspek, mengingat untuk mendapatkan anggaran bantuan dari Pusat, setiap daerah seluruh Indonesia harus berkompetisi. karenanya proposal usulan yang diajukan harus benar-benar matang, lengkap dan dapat dipresentasikan secara baik, dan kami yakin kalau program KOTAKU terintegrasi akan dapat diperoleh pulau Bungin, ujarnya optimis.(IA-aM*)

Mau punya Media Online sendiri?
Tapi gak tau cara buatnya?
Humm, tenang , ada Ar Media Kreatif , 
Jasa pembuatan website berita (media online)
Sejak tahun 2018, sudah ratusan Media Online 
yang dibuat tersebar diberbagai daerah seluruh Indonesia.
Info dan Konsultasi - Kontak 
@Website ini adalah klien Ar Media Kreatif disupport 
dan didukung penuh oleh Ar Media Kreatif

error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)