Kasus Gigitan HPR Semakin Mengkhawatirkan, Inilah Kata Haji Junaidi!

  • Bagikan

Sumbawa, Infoaktualnews.com Kasus gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) di  Kabupaten Sumbawa semakin menghawatirkan, dari januari hingga Mei 2021 ini ratusan kasus gigitan terjadi bahkan dari hasil pemeriksaan 58 sampel otak anjing penggigit terdapat 55 kasus positif rabies,  1 negatif dan 2 rusak.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan  H. Junaidi, SPt., Jumat (5/6) menyatakan bahwa, sampai update terakhir tanggal 25 Mei 2021 terdapat 424 kasus Gigitan HPR, adapun jumlah HPR yang menggigit sebanyak 353 ekor yang tersebar di 24 kecamatan.

Kendati demikian, Kasus yang paling banyak berada di Kecamatan Lunyuk sebanyak 82 Kasus, dikuti Labuhan Badas 55 Kasus, Sumbawa 49 Kasus, Unter Iwes 45 kasus, Moyo Hulu 30 Kasus, Moyo Hilir 21 Kasus, Alas 17 Kasus, Buer 16 Kasus, Ropang 13 Kasus, Utan 11 Kasus, Moyo Utara 11 Kasus, Lopok 10 Kasus dan kecamatan lain kurang dari 10 Kasus. Paparnya.

Kata Haji Jun sapa akrabnya, dari sejumlah kasus gigitan tersebut menderita sebanyak 404 korban VAR dan terjadi korban meninggal dunia sebanyak 9 orang.

Lanjutnya, Haji Jun dari 58 sampel yang diambil 55 kasus positif, bahkan korban yang meninggal dunia ini rata rata karena terlambat melaporkan kasus gigitannya karena menganggap sebagai kejadian biasa. Oleh sebab itu, dengan kejadian kasus tersebut Dinas peternakan dan kesehatan hewan telah mengaktifkan di setiap kecamatan posko pengaduan di masing-masing UPT Produksi dan kesehatan hewan.

Bahkan Dinas Peternakan dan Kesehatan hewan melalui tim kami di UPT berkoordinasi dengan Camat serta Kepala Desa untuk melaksanan kegiatan vaksinasi gratis terhadap HPR, peliharaan/berpemilik,  jelas Haji Jun.

Kemudian terhadap HPR yang menunjukkan gejala rabies serta HPR-HPR liar dilakukan eliminasi dengan melibatkan masyarakat dan sediakan Operasionalnya (OP) nya Rp.65.000/ekor dengan bukti foto yg menggunakan open camera untuk pertanggung jawaban. ungkap Haji Jun.

Jikalau ada korban GHPR, sambung Haji Jun, mohon kiranya untuk langsung melaporkan ke Kepala Desa atau ke teman-teman kami di UPT Prokeswan yang akan menangani korban GHPR untuk langsung dibawa ke puskesmas terdekat untuk diambil tindakan atau penanganan serta diberi Vaksin Anti Rabies (VAR) .

“Dengan segala hormat, kami berharap ada kerjasama serta bantuan pemilik HPR untuk minta HPR divaksinasi. Kami tetap layani seraya mohon kiranya jangan sampai ada korban Gigitan HPR yang tidak mau melapor ke petugas  dan datang ke puskesmas,” Pungkasnya (IA-AR/Dy*)






  • Bagikan
error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)