Meningkatnya Pelajar Terpapar Narkoba di Sumbawa, Nur Sebut Alarm Keras untuk Generasi Emas Daerah

SUMBAWA, infoaktualnews.com – Kabupaten Sumbawa kembali diguncang fakta yang memprihatinkan. Di tengah semangat membangun generasi emas dan mempersiapkan masa depan daerah yang lebih maju, angka pelajar yang terpapar narkoba justru menunjukkan tren peningkatan signifikan. Data resmi dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sumbawa (BNNK Sumbawa) menjadi sinyal bahaya yang tidak bisa lagi dipandang sebelah mata.

Sejak tahun 2024 hingga 2025, jumlah pelajar yang menjalani rehabilitasi terus bertambah. Pada 2024, tercatat 31 pelajar direhabilitasi. Setahun kemudian, angka itu melonjak menjadi 46 pelajar yang datang ke BNNK Sumbawa untuk menjalani proses pemulihan. Peningkatan ini bukan sekadar angka statistik, melainkan potret nyata ancaman terhadap masa depan generasi muda Sumbawa.

Kepala BNNK Sumbawa, AKBP Denny Priadi melalui Ketua Tim P2M Nursyafruddin mengungkapkan, pada Desember 2025 pihaknya melakukan tes urin secara acak di sejumlah sekolah tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK/MAN. Hasilnya sungguh mencengangkan. Dari sampel yang diperiksa, sebanyak 69 pelajar dinyatakan positif menggunakan narkoba.

Rinciannya, 9 orang berasal dari kalangan SMP/MTs, dan 60 orang dari tingkat SMA/SMK/MAN. Angka ini memperlihatkan bahwa penyalahgunaan narkotika tidak lagi mengenal batas usia dan jenjang pendidikan. Remaja yang seharusnya fokus belajar dan mengasah potensi, justru terjerumus dalam lingkaran gelap peredaran narkoba.

Tes urin tersebut dilakukan secara acak di sejumlah sekolah, di antaranya SMPN 1 Moyo Hilir, SMPN 2 Moyo Hilir, MTs Gunung Galesa, SMPN 1 Alas Barat, SMPN 1 Alas, SMPN 1 Buer, SMPN 1 Plampang, serta pada tingkat SMA/SMK/MAN seperti MAN 2 Sumbawa, SMAN 1 Alas Barat, SMAN 1 Utan, SMAN 1 Plampang, SMAN 1 Empang, SMKN 1 Buer, SMKN 2 Sumbawa dan SMKN 1 Lopok. Fakta ini menunjukkan bahwa persoalan narkoba sudah menyentuh berbagai wilayah di Kabupaten Sumbawa.

Lebih jauh, Nursyafruddin menegaskan bahwa kondisi ini sangat mengkhawatirkan. Apalagi, berdasarkan data penindakan aparat penegak hukum dan kondisi penghuni lapas, kasus narkotika mendominasi. Bahkan, Sumbawa disebut masuk dalam kategori zona merah peredaran gelap narkotika. Ini adalah peringatan keras bagi seluruh elemen masyarakat.

Jika tidak ditangani secara serius dan komprehensif, bukan tidak mungkin angka pelajar yang terpapar akan terus meningkat. Dampaknya bukan hanya pada individu, tetapi juga terhadap kualitas sumber daya manusia Sumbawa secara keseluruhan. Generasi muda yang seharusnya menjadi tulang punggung pembangunan, bisa kehilangan arah dan masa depan akibat jerat narkoba.

BNNK Sumbawa berharap adanya komitmen bersama dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sumbawa, Cabang Dikbud Wilayah V, serta Kementerian Agama Sumbawa untuk memperkuat upaya pencegahan dini di lingkungan pendidikan. Edukasi bahaya narkoba tidak boleh hanya menjadi formalitas, tetapi harus menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan.

Peran orang tua juga menjadi kunci utama. Pengawasan, komunikasi yang terbuka, serta penanaman nilai agama dan moral sejak dini menjadi benteng pertama yang dapat melindungi anak-anak dari pengaruh negatif lingkungan. Sekolah pun dituntut tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu, tetapi juga ruang pembinaan karakter dan penguatan mental siswa.

Data rehabilitasi BNNK Sumbawa menunjukkan peningkatan signifikan tidak hanya dari kalangan pelajar, tetapi juga dari berbagai profesi lain. Dari kalangan swasta, jumlah yang direhabilitasi naik dari 6 orang pada 2024 menjadi 19 orang pada 2025. Wiraswasta dari 15 menjadi 19 orang. Tidak bekerja dari 17 menjadi 18 orang. Mahasiswa tercatat 5 orang pada 2024 dan tetap 5 orang pada 2025. Namun yang paling menonjol adalah kalangan pelajar, dari 31 orang menjadi 46 orang.

Angka-angka ini adalah alarm keras bagi kita semua. Ini bukan hanya persoalan aparat atau pemerintah semata, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh masyarakat Sumbawa. Tanpa kepedulian bersama, generasi emas yang kita impikan bisa terancam suram.

Kini saatnya bergerak. Pemerintah daerah, lembaga pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, orang tua, dan seluruh elemen harus bersatu membangun benteng perlindungan yang kuat bagi anak-anak kita. Jangan sampai narkoba merampas masa depan mereka.

Persoalan ini layak menjadi perhatian publik secara serius. Mari kita kawal bersama, kita awasi, kita peduli, dan kita bertindak. Demi Sumbawa yang bersih dari narkoba dan demi masa depan generasi yang lebih cerah. (IA)

Mau punya Media Online sendiri?
Tapi gak tau cara buatnya?
Humm, tenang , ada Ar Media Kreatif , 
Jasa pembuatan website berita (media online)
Sejak tahun 2018, sudah ratusan Media Online 
yang dibuat tersebar diberbagai daerah seluruh Indonesia.
Info dan Konsultasi - Kontak 
@Website ini adalah klien Ar Media Kreatif disupport 
dan didukung penuh oleh Ar Media Kreatif

error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)