Resmi Bergulir FLS3N, 266 Siswa Adu Bakat, Seni, dan Prestasi Menuju Juara

Sumbawa, infoaktualnews.com – Semangat kreativitas, inovasi, dan kompetisi positif resmi membara di Kabupaten Sumbawa. Ratusan pelajar terbaik dari berbagai SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Sumbawa kini tengah menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam ajang bergengsi Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tahun 2026 tingkat kabupaten yang secara resmi dibuka oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Wilayah IV Sumbawa, Selasa (29/4/2026).

Kegiatan tahunan yang menjadi salah satu agenda paling dinantikan dunia pendidikan ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, mulai 29 hingga 30 April 2026, dengan melibatkan sekitar 266 peserta pelajar dari berbagai sekolah menengah atas dan sederajat. Mereka datang membawa semangat besar, mimpi, serta kreativitas luar biasa untuk bersaing secara sehat demi meraih gelar juara dan kesempatan emas mewakili Kabupaten Sumbawa ke tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Ajang FLS3N bukan sekadar perlombaan biasa, melainkan sebuah panggung prestisius yang membuka ruang luas bagi generasi muda untuk mengekspresikan bakat, ide, dan kemampuan terbaik mereka di bidang seni serta sastra. Di tengah derasnya arus digitalisasi dan perkembangan teknologi modern, FLS3N hadir sebagai wadah strategis untuk memastikan para pelajar tetap tumbuh sebagai generasi kreatif, berkarakter, dan memiliki daya saing tinggi.

Kepala Cabang Dinas (KCD) Dikpora Wilayah IV Sumbawa, Junaidi, S.Pd., M.Pd, yang diwakili oleh Kasubag TU Siti Kusmawati, S.Sos, menegaskan bahwa kegiatan FLS3N merupakan bagian penting dalam membangun karakter peserta didik melalui jalur seni dan sastra.

Menurut Siti Kusmawati, yang akrab disapa Noneng, seni dan sastra memiliki kekuatan besar dalam membentuk kepribadian pelajar agar lebih disiplin, kreatif, mandiri, dan mampu menghasilkan karya yang bernilai positif.

“FLS3N ini adalah ajang kreativitas anak-anak yang sangat baik, karena seni dan sastra mampu membentuk karakter mereka menjadi lebih kuat. Dengan belajar seni dan sastra, para pelajar akan memiliki disiplin, kreativitas, karya mandiri, serta kemampuan berkembang lebih baik,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kemajuan teknologi yang serba cepat saat ini harus dijadikan alat pendukung, bukan justru melemahkan semangat belajar dan kreativitas generasi muda.

“Di tengah kemajuan teknologi, jangan sampai anak-anak kita menjadi malas belajar. Kami berharap mereka tetap memiliki kreativitas yang kuat, mampu memanfaatkan teknologi secara positif, karena saat ini hampir semua hal bisa diakses secara instan, cepat, dan tepat. Namun kreativitas sejati tetap harus dibangun dari kemampuan berpikir dan berkarya,” tegasnya.

Lebih jauh, Noneng menilai bahwa berbagai kategori lomba yang dipertandingkan dalam FLS3N tahun ini sangat relevan dengan perkembangan zaman. Salah satunya adalah lomba film pendek yang dinilai mampu mendorong pelajar menuangkan ide, gagasan kritis, serta kemampuan bercerita melalui media visual yang edukatif.

“Melalui item lomba seperti film pendek, anak-anak bisa belajar menuangkan ide, meningkatkan kreativitas, dan menjadi pribadi yang lebih baik ke depan. Ini adalah bagian dari upaya kita bersama mewujudkan pendidikan yang bermutu, berkarakter, dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” tambahnya.

Pada FLS3N 2026 tingkat Kabupaten Sumbawa ini, terang Noneng, beragam cabang lomba dipertandingkan dengan nuansa kompetisi yang ketat namun inspiratif. Cabang-cabang tersebut meliputi Cipta Puisi, Desain Poster, Film Pendek, Fotografi, Instrumen Solo Gitar, Jurnalistik, Komik Digital, Kriya, Menulis Cerita Pendek, Monolog, hingga Tari Kreasi.

Menurutnya, setiap cabang lomba menjadi arena bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka, mulai dari kekuatan imajinasi, keterampilan artistik, kemampuan literasi, hingga kepekaan sosial yang dituangkan dalam karya.

Suasana pembukaan FLS3N pun berlangsung penuh semangat. Para peserta hadir dengan rasa optimis tinggi, didampingi para guru pembina yang selama ini telah bekerja keras mempersiapkan mereka. Tidak sedikit sekolah yang menargetkan prestasi maksimal sebagai bukti keberhasilan pembinaan ekstrakurikuler di bidang seni dan sastra.

Ajang ini juga menjadi bukti nyata bahwa dunia pendidikan di Kabupaten Sumbawa tidak hanya berfokus pada capaian akademik semata, tetapi juga memberi ruang besar bagi pengembangan talenta non-akademik yang tak kalah penting dalam membentuk generasi unggul menuju Indonesia Emas.

Melalui FLS3N, Kabupaten Sumbawa menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kaya kreativitas, memiliki kepekaan budaya, dan mampu bersaing di tingkat lebih tinggi.

Kini, selama dua hari ke depan, perhatian publik pendidikan Sumbawa tertuju pada perjuangan 266 pelajar terbaik yang tengah beradu bakat dan kreativitas. Dari panggung inilah akan lahir para juara baru, duta seni terbaik daerah, sekaligus harapan masa depan yang siap membawa nama Sumbawa bersinar di tingkat Provinsi hingga Nasional.

FLS3N 2026 bukan sekadar perlombaan, melainkan panggung lahirnya generasi kreatif, berkarakter, dan berprestasi untuk masa depan Sumbawa yang lebih Unggul. pungkasnya. (*)

Mau punya Media Online sendiri?
Tapi gak tau cara buatnya?
Humm, tenang , ada Ar Media Kreatif , 
Jasa pembuatan website berita (media online)
Sejak tahun 2018, sudah ratusan Media Online 
yang dibuat tersebar diberbagai daerah seluruh Indonesia.
Info dan Konsultasi - Kontak 
@Website ini adalah klien Ar Media Kreatif disupport 
dan didukung penuh oleh Ar Media Kreatif

error: Upss, Janganlah dicopy bang ;-)